Jaminan Shopee Mall
7 Hr Pengembalian
Untuk menjamin kepuasanmu, Shopee Mall memperpanjang waktu pengembalian barang (7 hari setelah barang diterima). Kamu dapat melakukan pengembalian secara praktis dan gratis* (melalui J&T Express atau Indopaket (Indomaret) dengan resi yang diberikan oleh Shopee). Seluruh dana akan dikembalikan kepadamu jika pengajuan memenuhi Syarat & Ketentuan (pengembalian karena produk tidak original, rusak, cacat, atau salah).
100% Ori
Shopee menjamin bahwa produk yang terdaftar di Shopee Mall adalah 100% original. Jika produk dari Shopee Mall yang kamu terima bukan produk original, Shopee akan mengembalikan dua kali dari jumlah harga produk yang kamu bayarkan untuk produk tersebut.
Gratis Ongkir
Nikmati Gratis Ongkir spesial pada semua produk Shopee Mall dengan min. belanja lebih rendah.
Lanjutkan Belanja
7 Hr Pengembalian7 Hr Pengembalian
100% Ori100% Ori
Gratis OngkirGratis Ongkir
COD (Bayar di Tempat)
Gratis Ongkir
Ongkos Kirim:
Rp0
Spesifikasi
Merek,Dikirim Dari
Deskripsi

HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsa nya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon seja rah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalangan manusia di Kamboja, Vietnam, Iran, Irak, Kurdi, Afganistan, Mesir, Kanada, Amerika, Inggris, dan sebagainya, ia selalu melacaknya dengan mundur ke belakang, meletakkan nasib manusia itu dalam sejarah bangsanya. Begitu turun pesawat di lapangan Peking 19 Maret 1978, “(Perdana Menteri Cina) Chou En-Lai memelukku dengan hangat. Dan ternyata seluruh anggota Korps Diplomatik pun dihadirkan. Kata Chou En-Lai: Anda tetap Kepala Negara satusatunya. Kami tidak akan mengakui yang lain.” Begitulah Sihanouk mengisahkan detik-detik peng gulingannya sebagai Kepala Negara Kamboja. (“Pangeran Sihanouk dan Perjuangan Kamboja”) Para anggota delegasi terdiam. Mereka tidak bisa memberi jawaban. Tapi Zhou punya jawaban sendiri: “Saya akan memberi penjelasan kepada Anda. Ia meninggal karena sedih. Ia meninggal karena patah-hati. Dan itu adalah kesalahan Uni Soviet. Mereka menipunya. Mereka mendorongnya ke suatu situasi, dan meninggalkannya. Mereka membiarkan hatinya hancur….” (“Nasser, Nehru, Zhou, Tiga Negarawan Bersahabat”) Ia tidak hanya mengemukakan pengamatannya, tetapi ia pun memberikan nasehat nya: “Dilalah karso Allah, begjo begjané kang lali, luwih begjo, kang éling lan was podo” – “Tetapi sudah menjadi kehendak Tuhan, betapa beruntung pun orang yang lupa, lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada.” (“Ronggowarsito, Pujangga Keraton Surakarta)"

Chat Sekarang
Masukkan Keranjang
Beli Sekarang