X

Batas Mandi Junub Ketika Puasa dan Tata Caranya, Yuk Pahami!

Memahami batas mandi junub ketika puasa penting agar ibadah tetap sah dan sesuai syariat. Pasangan suami istri diperbolehkan berhubungan intim pada malam hari di bulan puasa, tetapi setelah itu wajib mandi junub karena berada dalam kondisi hadas besar, baik akibat hubungan suami istri maupun mimpi basah.

Istilah junub berasal dari kata janabah yang berarti jauh, yaitu keadaan tidak suci sehingga tidak boleh melaksanakan ibadah tertentu sebelum mandi wajib. Oleh karena itu, penting mengetahui sampai kapan batas mandi wajib saat puasa dan bagaimana tata caranya agar puasa tetap sah. Simak penjelasan berikut agar tidak keliru dalam menjalankannya!

Pengertian Junub

Junub termasuk hadas besar yang terjadi karena hubungan suami istri hingga keluar air mani. Dalam kondisi ini, seseorang tidak dalam keadaan suci sehingga membuat salat tidak sah jika tetap dilakukan. 

Maka dari itu, orang yang berhadas besar wajib segera mandi junub atau mandi besar sesuai tuntunan Rasulullah saw. agar kembali suci dan bisa menjalankan ibadah.

Mandi junub sendiri adalah tata cara bersuci dari hadas besar yang telah ditetapkan dalam syariat. Perintahnya tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 6 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

Pada dasarnya, tata cara mandi junub sama seperti mandi wajib setelah haid, nifas, atau sebab lain yang menimbulkan hadas besar. Tujuannya satu, yaitu membersihkan diri agar kembali suci dan ibadah dapat dijalankan dengan sah.

Baca juga: Doa Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Pria, Lengkap

Batas Mandi Junub Ketika Puasa

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah memasuki waktu fajar di bulan Ramadan dalam keadaan junub, bukan karena mimpi, lalu beliau mandi dan tetap berpuasa. 

Artinya, belum mandi junub apakah boleh puasa? Jawabannya boleh, dan puasanya tetap sah.

Keterangan ini juga ditegaskan dalam kitab Ibanatul Ahkam karya Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki. Disebutkan:

جواز تأخير الغسل من الجنابة للصائم إلى ما بعد طلوع الفجر والأفضل التعجيل بالغسل قبل الفجر

Artinya: “Orang yang berpuasa boleh menunda mandi junub hingga setelah terbit fajar. Namun, yang lebih utama adalah menyegerakan mandi sebelum fajar atau sebelum Subuh.”

Dari penjelasan tersebut bisa dipahami bahwa mandi junub di siang hari apakah sah puasanya? Sah dan tidak perlu meng-qadha puasa. Bahkan jika seseorang tertidur dalam keadaan junub hingga pagi, ia tetap boleh melanjutkan puasanya. Ia cukup mandi junub lalu menunaikan salat Subuh.

Meski demikian, mandi sebelum Subuh tetap lebih dianjurkan karena salat tidak sah jika masih berhadas besar. Dalam keadaan junub, seseorang juga tidak diperbolehkan salat, membaca atau menyentuh mushaf Al-Qur’an, berdiam di masjid, dan thawaf. 

Namun untuk sahur tidak ada larangan sehingga tidak ada ketentuan harus mandi terlebih dahulu sebelum makan sahur. Intinya, menunda mandi junub sampai setelah fajar tidak membatalkan puasa, tetapi tetap lebih baik disegerakan agar ibadah lain bisa dilakukan dalam keadaan suci.

Tata Cara Mandi Junub

Tata cara mandi junub saat puasa pada dasarnya sama seperti mandi wajib pada umumnya. Sebelum memulai, awali dengan membaca niat, lalu lakukan langkah-langkah berikut secara berurutan:

  1. Membaca niat mandi junub, seperti berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul-ghusla lirafil ḫadatsil-akbari minal-jinâbati fardlan lillâhi ta’ala.

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

  1. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  2. Membersihkan dubur dan alat kelamin.
  3. Mencuci tangan kembali hingga tiga kali agar bersih dari najis.
  4. Membersihkan area kemaluan, ketiak, dubur, pusar, dan bagian lain yang kotor dengan tangan kiri, lalu menggosok tangan menggunakan tanah atau sabun agar benar-benar bersih.
  5. Berwudu secara sempurna seperti saat akan salat setelah tangan bersih dari hadas.
  6. Mengguyurkan air ke kepala hingga pangkal rambut sebanyak tiga kali.
  7. Membasuh kepala bagian kanan terlebih dahulu, lalu bagian kiri.
  8. Membersihkan sela-sela rambut hingga merata.
  9. Mengguyurkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian sisi kiri.

Baca juga: Niat Mandi Idul Fitri Lengkap dengan Tata Caranya

Hukum Lupa Mandi Junub

Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri menahan hawa nafsu, termasuk syahwat. Oleh karena itu, hubungan suami istri hanya diperbolehkan setelah berbuka hingga sebelum imsak. 

Jika setelah berhubungan seseorang lupa mandi junub, puasanya tetap sah. Namun, ibadah salat menjadi tidak sah apabila tetap dilakukan dalam keadaan junub. Meski lupa mandi junub tidak membatalkan puasa, mandi wajib tetap harus segera dilakukan begitu ingat. 

Intinya, lupa mandi junub tidak membatalkan puasa, tetapi jangan sampai kelalaian tersebut membuat salat terabaikan. Segera bersuci agar ibadah puasa dan salat bisa dijalankan dengan sempurna.

Keutamaan Mandi Junub sebelum Subuh

Mandi junub sebaiknya tidak melewati waktu fajar karena saat itulah masuk waktu salat Subuh yang hukumnya wajib. Jika tidak ada uzur, lebih baik mandi dilakukan sebelum Subuh agar tidak sampai menunda atau melewatkan salat. 

Meski puasa dalam keadaan junub hingga siang hari tetap sah selama tidak disengaja, salat tetap tidak boleh diabaikan. Beberapa keutamaan mandi junub antara lain:

Jadi, bolehkah mandi junub setelah Subuh saat puasa? Boleh, karena batas mandi junub saat puasa memang masih diperbolehkan setelah Subuh, tetapi sebaiknya dilakukan sebelum matahari terbit agar salat Subuh tetap bisa dikerjakan tepat waktu.

Itulah penjelasan mengenai batas mandi junub ketika puasa beserta tata caranya yang perlu dipahami agar ibadah tetap sah dan tenang dijalankan.

Agar semakin mudah menjaga kebersihan dan kesiapan ibadah, kamu juga bisa melengkapi kebutuhan, seperti mukena, sarung, sajadah, hingga buku panduan doa dan fiqih puasa melalui Shopee. 

Pilihannya lengkap, tersedia di official store, harganya terjangkau, dan banyak promo menarik seperti diskon serta voucher gratis ongkir

Metode pembayarannya pun beragam, mulai dari COD, transfer bank, hingga ShopeePay, jadi belanja terasa praktis dan nyaman.

Yuk, pastikan puasamu berjalan lancar dan lengkapi kebutuhan ibadahmu dengan praktis hanya di Shopee!

Baca juga: Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan, Tata Cara, dan Hukumnya

Fun Read
Tags: puasa