Sumber: freepik.com/@nina_kulagina
Kalau kamu mencari cara membersihkan telinga kucing dengan baby oil dan cotton bud, biasanya ada dua alasan, yaitu kotoran telinga terlihat kering/berkerak, atau telinga mulai bau dan kamu ingin anabul tetap “fresh”.
Sebenarnya, banyak dokter hewan menyarankan tidak memasukkan cotton bud ke liang telinga kucing karena bisa mendorong kotoran lebih dalam dan berisiko mencederai gendang telinga.
Namun, ada juga rujukan veteriner yang menyebut baby oil/mineral oil bisa dipakai untuk membantu membersihkan daun telinga, asalkan tidak menggunakan cotton swab/bud untuk mengorek dalam.
Nah, untuk mengetahui cara membersihkan telinga kucing yang kotor dengan aman, simak artikel ini hingga akhir, ya!
Boleh, tetapi sangat terbatas dan harus dilakukan dengan hati-hati. Baby oil dapat digunakan untuk membantu melunakkan kotoran telinga yang kering hanya pada daun telinga (pinna), bukan di dalam saluran telinga.
Sementara itu, cotton bud tidak dianjurkan untuk mengorek liang telinga karena berisiko mendorong kotoran lebih dalam dan mencederai gendang telinga. Tenang, masih ada cara membersihkan telinga tanpa cotton bud yang juga aman.
Penggunaan baby oil dan cotton bud hanya bisa dipertimbangkan jika kotoran terlihat kering, kucing tidak menunjukkan tanda nyeri, dan tidak ada bau menyengat, cairan abnormal, atau pembengkakan.
Jika muncul tanda-tanda tersebut, pembersihan secara mandiri sebaiknya dihentikan dan kucing perlu diperiksa oleh dokter hewan. Untuk perawatan yang lebih aman, pembersih telinga khusus kucing tetap menjadi pilihan utama, terutama jika kotoran sering muncul atau bersifat basah.
Baca juga: 9 Mainan Kucing Lucu, Pencinta Anabul Wajib Punya!
Setelah mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, penting untuk mengetahui cara membersihkannya yang aman. Adapun caranya adalah sebagai berikut:
Lakukan pembersihan ketika kucing sedang rileks, misalnya setelah makan atau bermain. Jika perlu, bungkus badan kucing dengan handuk agar tidak banyak bergerak.
Buka daun telinga secara perlahan. Jika tercium bau menyengat, terlihat kemerahan, bengkak, cairan, atau kucing tampak nyeri, hentikan proses pembersihannya. Hal ini menjadi tanda telinga perlu diperiksa dokter hewan, bukan dibersihkan sendiri.
Teteskan baby oil ke kapas, bukan langsung ke telinga. Kapas cukup lembap, tidak sampai menetes.
Usap bagian dalam daun telinga ke arah luar dengan gerakan lembut. Nah, kamu hanya perlu fokus pada area yang terlihat kotor. Hindari untuk membersihkan bagian dalam telinga jika kamu tidak bisa menjangkaunya.
Jika ada kerak di lipatan sempit daun telinga, cotton bud boleh digunakan hanya pada area yang terlihat. Hentikan segera jika terasa mulai masuk ke dalam atau kamu tidak bisa melihat ujungnya.
Banyak panduan veteriner menegaskan cotton swabs/buds tidak disarankan untuk kanal telinga karena bisa mendorong debris dan melukai gendang telinga.
Menggelengkan kepala adalah refleks normal kucing dan membantu mengeluarkan kotoran dari area dekat pintu saluran telinga. Setelah itu, lap kembali dengan kapas bersih.
Baca juga: Ini Dia 8 Cara Mengatasi Kucing Tidak Mau Makan dan Lemas
Tidak semua kucing membutuhkan pembersihan telinga rutin. Sering kali telinga kucing bahkan tidak perlu dibersihkan sama sekali kecuali ada kotoran yang jelas terlihat atau atas saran dokter hewan. Pembersihan berlebihan justru bisa menyebabkan iritasi. Prinsipnya bukan sering-sering, tetapi tepat saat diperlukan.
Jika kotoran telinga cenderung basah, lengket, sering berulang, atau kamu ingin pilihan yang paling aman, gunakan cairan pembersih telinga khusus kucing. Produk ini memang diformulasikan untuk telinga hewan dan lebih aman untuk perawatan rutin ringan.
Sebaiknya segera membawa kucing ke dokter hewan jika telinganya berbau menyengat, tampak merah atau bengkak, mengeluarkan cairan kuning, kehijauan, atau berdarah, serta jika kucing sering menggaruk telinga atau terlihat kesakitan saat disentuh.
Kotoran berwarna hitam seperti bubuk kopi juga bisa menjadi tanda tungau telinga. Pada kondisi seperti ini, membersihkan telinga sendiri, terutama dengan cotton bud atau cairan yang tidak khusus untuk kucing justru berisiko memperparah iritasi dan infeksi.
Dokter hewan dapat menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat, baik berupa obat tetes telinga maupun terapi lain sesuai kondisi kucing.
Itu dia cara membersihkan telinga kucing dengan baby oil dan cotton bud yang wajib kamu pahami. Intinya, perawatan telinga kucing sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan perlengkapan yang tepat agar tetap aman dan nyaman bagi anabul.
Jika kamu membutuhkan kapas lembut, handuk kecil, atau pembersih telinga khusus kucing, pastikan memilih produk yang berkualitas dan sesuai kebutuhan. Untuk memudahkannya, kamu bisa mendapatkan berbagai perlengkapan perawatan kucing tersebut dengan mudah di Shopee.
Selain pilihannya lengkap, Shopee juga menawarkan berbagai kemudahan, seperti voucher cashback, gratis ongkir, serta beragam metode pembayaran, mulai dari ShopeePay hingga COD.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, belanja keperluan pembersih telinga kucing yang praktis di Shopee sekarang!
Baca juga: 8 Rekomendasi Obat Jamur Kucing dan Cara Menghilangkannya
Hobbies & Sports