Sumber: pexels.com/Alena Darmel
Doa Tahun Baru Islam dipanjatkan saat 1 Muharram sebagai bentuk introspeksi diri, rasa syukur atas nikmat Allah Swt., serta harapan agar tahun baru penuh keberkahan dan dijauhkan dari dosa, bahaya, serta godaan setan.
Tahun Baru Hijriah sendiri merupakan momen bersejarah bagi umat muslim karena di bulan Muharram terjadi berbagai peristiwa besar, seperti penciptaan Nabi Adam AS hingga perkiraan kelahiran Nabi Isa as..
Selain itu, Muharram juga disebut sebagai bulan terbaik untuk memperbanyak ibadah setelah Ramadan, termasuk puasa sunah dan salat malam.
Di momen pergantian tahun ini, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa awal dan akhir tahun sebagai bentuk permohonan ampun serta perlindungan kepada Allah Swt..
Lalu, seperti apa bacaan doa Tahun Baru Islam 1 Muharram dan keutamaan lengkapnya? Simak penjelasannya berikut ini.
Sebelum memasuki pergantian tahun Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk menutup tahun lama dengan memohon ampunan serta menyambut tahun baru dengan doa dan harapan yang lebih baik. Berikut bacaan doa akhir tahun dan doa awal Tahun Baru Islam yang bisa diamalkan:
Doa akhir tahun ini dianjurkan dibaca setelah salat Ashar atau sebelum Magrib. Urutannya didahulukan dengan doa akhir tahun, kemudian dilanjutkan dengan doa awal tahun. Berikut bacaan doa akhir tahun yang bisa diamalkan:
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
“Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilattaubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.”
Artinya:
“Ya Allah, segala amal yang aku lakukan di tahun ini yang Engkau larang dan belum aku tobati, sementara Engkau masih menutupi dengan rahmat-Mu meski Engkau mampu menghukumku, serta Engkau tetap mengajakku untuk bertobat setelah aku lalai, maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku.
Dan segala amal yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon agar Engkau menerimanya dariku. Jangan Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.”
Baca juga: 5 Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru Islam yang Ada di Indonesia
Doa awal tahun ini dianjurkan dibaca saat pergantian tahun sebanyak tiga kali. Berikut bacaan doa awal tahun yang bisa diamalkan:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
“Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikrâm.”
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Yang Maha Kekal, Maha Dahulu, dan Maha Awal. Hanya kepada karunia dan kemurahan-Mu aku bersandar. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon perlindungan dari godaan setan dan pengikutnya, serta pertolongan-Mu untuk melawan hawa nafsu yang sering mengajak pada keburukan.
Aku juga memohon agar setiap langkah dan kegiatanku di tahun ini dapat semakin mendekatkanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.”
Bagi umat Islam, Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum), yaitu bulan-bulan suci yang dimuliakan selain Ramadan. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ada dua belas bulan, sebagaimana ketetapan-Nya sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri sendiri di dalamnya, dan perangilah orang-orang musyrik sebagaimana mereka memerangi kalian. Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Baca juga: 80 Ucapan Maulid Nabi yang Penuh Makna dan Menyentuh
Umat Islam dianjurkan untuk menjauhi dosa dan memperbanyak amal kebaikan, terutama di bulan Muharram. Berikut beberapa amalan sunah yang bisa dilakukan:
Di bulan Muharram, ada beberapa puasa sunah yang bisa diamalkan, seperti puasa Tasua (9 Muharram), Asyura (10 Muharram), puasa 11 Muharram, puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Muharram), serta puasa Senin dan Kamis.
Zikir dianjurkan tidak hanya di awal tahun, tetapi juga setiap waktu sebagai bentuk mengingat Allah Swt.. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 103:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَوَةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ الصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Artinya:
“Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring. Jika kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya bagi orang-orang mukmin.”
Mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an atau tadarus juga termasuk amalan sunah. Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca akan mendatangkan pahala berlipat.
“Barang siapa membaca satu huruf Al-Qur’an, maka ia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
Salat sunah seperti rawatib (qabliyah dan ba’diyah), dhuha, hajat, tahajud, tobat, hingga witir bisa dikerjakan untuk menyempurnakan salat wajib.
Menyisihkan sebagian harta untuk orang yang membutuhkan juga dianjurkan pada bulan Muharram. Sedekah bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi cara untuk membersihkan dan menyucikan harta agar lebih berkah.
Itulah bacaan doa Tahun Baru Islam beserta keutamaan dan artinya yang bisa diamalkan untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dengan lebih bermakna. Doa ini menjadi pengingat untuk memulai tahun baru dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan.
Untuk melengkapi momen Tahun Baru Islam, kamu juga bisa menemukan berbagai perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, Al-Qur’an, hingga buku doa di Shopee dengan mudah.
Di Shopee, kamu juga bisa menikmati berbagai promo menarik seperti diskon, cashback, dan gratis ongkir, serta beragam pilihan pembayaran yang praktis seperti ShopeePay, transfer bank, hingga COD.
Yuk, lengkapi kebutuhan ibadahmu dan temukan semuanya dengan mudah di Shopee sekarang juga!
Baca juga: 80 Tema Maulid Nabi untuk Acara Sekolah dan Masjid
Fun Read