Puncak dari perayaan Hari Raya Iduladha adalah ketika prosesi penyembelihan hewan kurban. Ibadah ini termasuk syariat Islam yang agung dan bermakna mendalam.
Pasalnya, menjadi simbol penyerahan diri dan ketakwaan kepada Allah SWT. Agar pelaksanaannya sah dan berpahala, penting untuk mengikuti adab serta tata cara yang baik.
Salah satunya, yaitu dengan membaca doa menyembelih hewan kurban. Di samping itu, harus dilandasi dan diiringi dengan niat yang tulus sekaligus sungguh-sungguh.
Sebagai umat Muslim, memahami sekaligus mendalami kedua hal tersebut merupakan kewajiban. Artikel ini akan menguraikannya lebih lanjut. Mari simak sampai akhir.
Landasan Kurban di Al-Qur’an
Dalam Islam, ibadah kurban merupakan amalan sunah muakadah (sangat dianjurkan) bagi umat Muslim yang mampu secara finansial.
Kurban dilaksanakan pada 10 Zulhijah (setelah salat Iduladha) sampai terbenam matahari di hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Ibadah kurban menjadi salah satu bentuk keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Perintah mengerjakan kurban tercantum dalam QS. Al-Kautsar ayat 2 berikut.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka, dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”
Selain itu, QS. Al-Hajj ayat 37 juga memberikan penegasan bahwa tujuan utama dari ibadah kurban adalah ketakwaan kepada Allah SWT dan bukan formalitas penyembelihan hewan semata. Berikut ini bunyinya.
Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah SWT, melainkan yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah SWT atas petunjuk yang Dia berikan padamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Doa Menyembelih Hewan Kurban
Umat Muslim diharuskan membaca doa menyembelih hewan qurban. Adapun bacaan doanya, yakni sebagai berikut.
1. Untuk Diri Sendiri
Doa sembelih kurban untuk diri sendiri, yaitu:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini merupakan nikmat dari-Mu. Dan dengan ini, aku bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarubku.”
2. Untuk Orang Lain
Doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain adalah sebagai berikut.
(….) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ
Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Mahabesar. Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (ucapkan nama pemilik hewan kurban).”
3. Untuk 7 Orang
Berikut ini adalah bacaan doa menyembelih hewan kurban untuk 7 orang:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن… يَا كَرِيْمُ
Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini kami bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarub kami.”
Baca juga: Intip 10 Manfaat dan Hukum Kurban Saat Iduladha yang Perlu Umat Muslim Ketahui!
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban
Di samping doa memotong hewan kurban, mengetahui tata cara penyembelihannya pun penting. Sebab, hewan yang disembelih sesuai syariat Islam akan menjadikannya daging yang baik dan suci.
Dengan demikian, halal untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Adapun hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Persiapan
Sebelum melakukan proses penyembelihan, pastikan bahwa seluruh syarat hewan kurban telah terpenuhi, seperti:
- Merupakan hewan ternak.
- Usia hewan cukup, sapi minimum 2 tahun, kambing/domba minimum 1 tahun, unta minimum 5 tahun.
- Sehat dan tidak cacat.
- Bukan hewan yang memakan najis.
Oleh karena itu, sebaiknya memilih hewan kurban yang berkualitas baik dan sesuai kemampuan finansial saat membelinya.
Kemudian, siapkan perangkat (pisau sembelih) yang diasah sampai tajam agar proses penyembelihan dapat segera tuntas sehingga meminimalkan rasa sakit pada hewan kurban.
Ini sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat sahih berikut.
“Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau.” Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu.” ‘Aisyah pun mengasahnya. Lalu Beliau membaringkan kambing itu, kemudian Beliau bersiap menyembelihnya, lalu mengucapkan, “Ya Allah, terimalah ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad.” Kemudian beliau menyembelihnya.” (HR Muslim nomor 1967).
Jika hendak mengasah pisau, dianjurkan tidak mengasahnya di depan hewan kurban. Hal ini dilarang sesuai dengan bunyi hadis ini.
Artinya: “Rasulullah SAW mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam kondisi ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. Lantas Nabi SAW berkata, ‘Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian?! Hendaklah pisaumu sudah diasah sebelum engkau membaringkannya.” (HR Al Hakim nomor 4/257, Al Baihaqi nomor 9/280, ‘Abdur Rozaq nomor 8608).
2. Menghadapkan Hewan Kurban Ke Arah Kiblat
Selanjutnya, hadapkan hewan kurban ke arah kiblat dengan posisi dibaringkan ke sisi kiri ketika akan menyembelihnya. Pasalnya, posisi organ kebanyakan ada di sebelah kiri.
Jadi, posisi ini lebih nyaman bagi hewan kurban. Sedangkan, jika dibaringkan ke sisi kanan dikhawatirkan organ-organ yang berada di sebelah kiri menindih organ di sebelah kanan dan memengaruhi diafragma.
Pihak yang bertugas untuk menyembelih juga harus menghadap ke kiblat. Setelah itu, membaca doa berikut.
إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ
Artinya: “Sesungguhnya, aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus ikhlas serta menyerahkan diri dan aku bukanlah golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya, salatku, pengabdianku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Dzat yang menguasai alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikian aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar, Ya Allah (kurban ini) dari-Mu dan untuk-Mu dan dari (sebutkan nama shohibul kurban).” (HR Abu Dawud).
3. Membaca Niat
Sama halnya dengan ibadah lainnya, menyembelih kurban pun harus diawali pembacaan niat. Tujuannya adalah sebagai penegasan bahwa hewan disembelih untuk keperluan kurban serta mengharapkan rida dari Allah SWT semata.
Berikut ini merupakan lafaz niat menyembelih hewan qurban yang harus dibaca.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya berniat berkurban karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Bacaan Niat Sholat Idul Adha Lengkap Beserta Tata Caranya
4. Membaca Selawat dan Takbir
Kemudian, pihak yang menyembelih hewan kurban harus melafalkan selawat kepada Rasulullah SAW, seperti berikut.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”
Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tiga kali serta tahmid satu kali, yaitu:
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Artinya: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, segala puji bagi-Mu.”
5. Membaca Doa Penyembelihan Hewan Kurban
Berikutnya, yaitu membaca doa sembelih hewan kurban yang telah dijelaskan sebelumnya. Bacaannya bisa disesuaikan apakah penyembelihan ditujukan bagi diri sendiri, orang lain, atau satu hewan untuk 7 orang.
6. Memulai Proses Penyembelihan
Proses penyembelihan hewan kurban dapat dimulai dengan memotong/memutus nadi leher secara cepat dan sekali ayun. Perhatikan dan pastikan bagian-bagian berikut ini terpotong semua sebelum mengangkat pisau.
- Hulqum, mar’i, serta wajadain atau saluran napas (trachea).
- Saluran makan (esofagus).
- Pembuluh darah kiri dan kanan yang berada di bagian leher (arteri carotis communis).
7. Memotong Bagian-Bagian Hewan Kurban dengan Rapi
Setelah hewan kurban disembelih, potong dengan rapi dan olah menjadi bagian yang bisa dikonsumsi. Kemudian, bagikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya, seperti fakir miskin atau keluarga yang membutuhkan.
Demikian niat, doa menyembelih kurban, dan tata caranya sesuai yang telah ditentukan oleh syariat Islam. Pastikan untuk mematuhinya dengan baik agar dapat membantu menyempurnakan ibadah.
Sebab, memahami doa menyembelih qurban merupakan langkah awal menuju ibadah yang mabrur. Selain itu, memanjatkan doa menyembelih hewan kurban yang tulus termasuk bentuk dari prinsip kehati-hatian dalam beribadah.
Nah, bagi kamu yang sedang mencari kemudahan dalam memenuhi perlengkapan pendukung ibadah atau kebutuhan lainnya, maka bisa berbelanja di Shopee. Produk yang tersedia sangat beragam dengan harga terjangkau.
Apalagi, Shopee memberikan banyak penawaran menarik, seperti promo, diskon, hingga voucher gratis ongkir untuk dimanfaatkan. Metode pembayarannya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari ShopeePay, transfer bank, atau COD.
Jadi, tunggu apa lagi? Temukan berbagai pilihan produk kesukaanmu dengan belanja secara online di Shopee sekarang!
Baca juga: Niat Puasa Idul Adha: Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
