X

Doa Nisfu Sya’ban Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bulan Syaban dalam kalender Islam memiliki makna khusus bagi umat Muslim, terutama saat memasuki malam Nisfu Syaban. Nisfu Syaban adalah malam pertengahan bulan Syaban yang dipercaya sebagai waktu penuh keberkahan dan rahmat dari Allah.

Syaban juga dikenal sebagai bulan persiapan sebelum Ramadan tiba. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan doa sebagai bekal menyambut bulan suci. 

Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk memohon ampunan serta mendekatkan diri kepada Allah. Selain doa, salah satu amalan yang sering dilakukan pada bulan Syaban adalah puasa sunnah, termasuk puasa Nisfu Syaban dengan niat puasa Nisfu Syaban.

Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui bacaan doa Nisfu Syaban yang dianjurkan dan maknanya!

Doa Nisfu Syaban dan Kapan Membacanya

Doa Nisfu Sya’ban umumnya dibaca pada malam hari. Kamu dapat membacanya setelah salat Maghrib atau Isya, kemudian dilanjutkan dengan membaca Yasin sebanyak tiga kali. Setiap bacaan Yasin memiliki makna yang berbeda, yaitu:

  1. Yasin pertama: Memohon umur panjang, agar senantiasa taat dan bertakwa kepada Allah SWT, serta dapat istiqomah.
  2. Yasin kedua: Memohon perlindungan dari hal-hal buruk dan diberi rezeki yang halal.
  3. Yasin ketiga: Memohon agar iman dan Islam tetap teguh hingga akhir hayat.

Baca juga: Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa Nisfu Syaban Arab dan Artinya

Setelah selesai membaca Yasin, sebaiknya lanjutkan dengan doa Nisfu Sya’ban, lalu tambahkan doa sesuai kebutuhan atau hajat masing-masing. Berikut ini bacaan doa Nisfu Sya’ban lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ   

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn. 

Artinya: Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.

Baca juga: Doa Dzikir Pagi dan Petang untuk Memohon Kebaikan & Rezeki

Amalan Nisfu Syaban Selain Doa

Selain membaca doa, ada beberapa amalan lain yang biasa dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Amalan-amalan berikut ini bisa membantu kamu memperkuat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah:

1. Sholat Nisfu Syaban

Sholat sunnah Nisfu Syaban biasanya dilakukan pada malam pertengahan bulan Syaban, yaitu malam ke-15. Amalan ini sudah pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana tertulis dalam hadits riwayat al-Baihaqi.

Dari Aisyah, ia berkata: “Rasulullah SAW bangun pada suatu malam dan mengerjakan sholat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil (wafat). Karena curiga, maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari sholatnya, beliau berkata, “Wahai Aisyah (dalam riwayat lain: Wahai Humaira’), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?” Aku menjawab, “Tidak, Rasulullah, namun aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali.” Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu malam apa ini?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Ini adalah malam Nisfu Syaban (pertengahan bulan Syaban). Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni orang yang meminta ampun, mengasihi orang yang meminta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka.” (HR Al-Baihaqi)

Sholat sunnah Nisfu Syaban bisa dilakukan antara 2 hingga 100 rakaat. Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan sekaligus. Setiap dua rakaat, kamu istirahat dengan salam terlebih dahulu sebelum melanjutkan rakaat berikutnya.

2. Berdzikir

Berdzikir adalah salah satu amalan yang dianjurkan selama bulan Syaban, termasuk pada malam Nisfu Syaban. Banyak ulama mengikuti urutan dzikir seperti berikut:

Membaca istighfar

Istighfar dibaca sebanyak 70 kali, dengan bacaan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah dan aku meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.

Membaca dzikir

Setelah istighfar, dilanjutkan dengan dzikir berikut sebanyak 70 kali:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal musyrikuuna.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.

3. Bersedekah

Bersedekah termasuk amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syaban dan tentu bisa dilakukan juga pada malam Nisfu Syaban. Amalan ini disarankan berdasarkan riwayat dari Imam Shadiq, yang menyebutkan bahwa:

“Bersedekah dan membaca istighfar. Barang siapa bershadaqah di bulan Sya’ban, maka Allah SWT akan memelihara shadaqah tersebut sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak untanya, sehingga pada hari kiamat, shadaqah tersebut sampai di tangan pemiliknya sebesar Gunung Uhud.”

Dengan begitu, bersedekah di bulan Syaban dianggap memiliki pahala yang besar dan manfaat yang sangat berarti.

4. Bersholawat

Bulan Syaban dianggap sebagai momen yang pas untuk menambah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, pada bulan ini, terutama di malam Nisfu Syaban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada Rasulullah.

Salah satu shalawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa shallaita ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa baarakta ‘alaa ibraahiim wa ‘alaa aali ibraahiim innaka hamiidun majiid.

Artinya: Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mahamulia.” (HR. Bukhari No. 3.370, 6.357 & HR. Muslim No. 406).

Itulah bacaan doa Nisfu Syaban hingga beberapa amalan lainnya yang dianjurkan untuk diamalkan selama bulan Syaban. 

Dengan mengamalkan doa dan ibadah tersebut, kamu bisa memaksimalkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak pahala, dan memohon ampunan sebelum memasuki bulan Ramadan.

Persiapan ibadah di bulan Syaban dan Ramadan tentu membutuhkan perhatian khusus agar lebih lancar. Semua perlengkapan yang mendukung ibadah kini bisa dipenuhi dengan mudah melalui Shopee tanpa perlu keluar rumah.

Belanja kebutuhan ibadah terasa lebih hemat karena tersedia promo menarik seperti voucher gratis ongkir dan diskon. Ada juga penawaran spesial yang hadir lewat Shopee Live pada waktu tertentu sehingga pengalaman belanja jadi lebih seru.

Pilihan metode pembayaran pun beragam, mulai dari transfer bank, ShopeePay, hingga COD.

Dengan berbagai kemudahan ini, persiapan kebutuhan ibadah selama Syaban dan Ramadan menjadi lebih nyaman sehingga kamu bisa lebih fokus menjalani ibadah dengan khusyuk.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Hajat Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Fun Read
Tags: doaniat