X

Memahami Doa dan Niat Sujud Sahwi, Tata Cara Beserta Artinya

Pernahkah merasa ragu tentang jumlah rakaat atau tasyahud saat salat? Sebenarnya, hal ini lumrah terjadi. Hanya saja, keraguan dalam beribadah ini kerap kali menimbulkan kecemasan.

Pada khazanah fikih Islam, masalah ragu atau lupa dalam salat dibahas secara mendalam dengan solusi praktis, berupa sujud sahwi yang didasari oleh hadis-hadis sahih.

Dengan kata lain, sujud sahwi hadir sebagai bentuk rukhsah (keringanan/kemudahan) sekaligus penyempurna ibadah apabila terjadi kekhilafan.

Oleh karena itu, mengetahui tata cara dan doa sujud sahwi adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim. Untuk selengkapnya, mari simak penjelasan di artikel berikut.

Apa Itu Sujud Sahwi?

Secara istilah, kata sahwi berarti lalai atau lupa. Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan sebanyak dua kali sebelum salam dalam salat saat lupa atau memiliki keraguan perkara rakaat maupun gerakan.

Jadi, dapat dipahami bahwa sujud sahwi merupakan ibadah sujud pelengkap dalam salat sebab telah meninggalkan suatu tahapan karena lupa.

Dengan demikian, kekurangan atas sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan larangan yang tidak disengaja di dalam salat bisa ditutup.

Hukum dan Dalil tentang Sujud Sahwi

Pelaksanaan sujud sahwi hukumnya sunah muakad. Salat yang dikerjakan tidak akan batal apabila tidak melakukannya. Tetapi, jika salat berjamaah dan imam melakukan sujud sahwi, maka makmum wajib mengikutinya.

Lantas, bagaimana dalil tentang sujud sahwi? Pada dasarnya, hal ini berkaitan dengan kisah Rasulullah SAW yang pada suatu ketika lupa jumlah rakaat ketika salat. 

Setelah salat, para sahabat pun bertanya kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah terdapat perubahan jumlah rakaat dalam salat?

Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Saya hanyalah manusia biasa. Saya bisa lupa sebagaimana kalian juga lupa. Apabila saya lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian merasa ragu tentang jumlah rakaat, pilih yang paling meyakinkan dan selesaikanlah salatnya. Lalu, lakukan sujud sahwi.” (HR Bukhari dan Musli

Selain itu, Imam Muslim juga meriwayatkan dalam hadis tentang ajaran Rasulullah SAW mengenai sujud sahwi yang berbunyi, “Jika kalian ragu dalam jumlah bilangan rakaat salat, maka meninggalkan keraguan dan ambilan yang yakin. Lalu, bersujudlah dua kali sebelum salam. Apabila ternyata salat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan salatnya. Kemudian, kalau ternyata salatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu sebagai penghinaan terhadap setan.

Hal tersebut sejalan dengan anjuran melakukan sujud sahwi berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud.

إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان

Artinya: “Saat kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan salat tiga atau empat rakaat, maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Apabila salat tersebut sempurna, maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua rakaat sujud merupakan kesunahan baginya. Jika ternyata salatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan salatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak dari setan.

Baca juga: Doa Sholat Hajat yang Diajarkan Rasulullah Lengkap Beserta Tata Caranya

Alasan Melakukan Sujud Sahwi

Hal-hal yang menyebabkan pelaksanaan sujud sahwi dijelaskan dengan rinci dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami, yaitu:

Artinya: “Sebab kesunahan melakukan sujud sahwi ada lima, yakni meninggalkan sunah ab’ad, lupa melaksanakan sesuatu yang akan batal apabila dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunah ab’ad, apakah sudah melakukan atau belum dan yang terakhir melaksanakan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan.

Adapun penjelasan mengenai alasan melakukan sujud sahwi tersebut adalah sebagai berikut.

1. Meninggalkan Sunah Ab’ad

Sunah ab’ad adalah bagian dari salat yang sangat dianjurkan, seperti membaca doa qunut, selawat kepada nabi ketika tahiyat, selawat kepada keluarga nabi di tahiyat akhir, doa tasyahud awal, dan duduk tasyahud awal.

Jika hal tersebut lupa dilaksanakan, maka dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi. Tujuannya adalah sebagai bentuk penyempurnaan salat.

2. Lupa Mengerjakan Hal yang Membatalkan Salat Jika Dilakukan dengan Sengaja

Ketika dalam salat tanpa sengaja mengerjakan sesuatu yang apabila dilakukan dengan sengaja dapat membatalkan salat, maka disunahkan sujud sahwi.

Sebagai contoh, kamu memperpanjang bacaan saat berdiri setelah rukuk (iktidal) atau ketika duduk di antara dua sujud. Pasalnya, dua posisi tersebut termasuk rukun qashir, maka tidak diperbolehkan untuk memperpanjang bacaan tanpa alasan.

3. Salah Menempatkan Bacaan yang Termasuk Rukun Qauli

Selanjutnya, yaitu melafalkan bacaan rukun qauli (ucapan wajib) di tempat yang justru tidak semestinya. Misalnya, membaca surat Al-Fatihah saat duduk di antara dua sujud.

Walaupun hal tersebut tidak membatalkan salat, tetap disunahkan untuk melaksanakan sujud sahwi sebagai wujud perbaikan.

4. Mengalami Keraguan Apakah Sudah Melakukan Sunah Ab’ad

Apabila merasa ragu dalam salat, seperti tidak yakin apakah telah membaca doa qunut atau belum maka hukum asalnya dianggap belum dikerjakan.

Dalam situasi semacam ini, disunahkan untuk mengerjakan sujud sahwi agar salat tersebut tetap sempurna serta tidak ada yang tertinggal.

5. Kemungkinan Terjadi Penambahan dalam Salat

Saat ragu-ragu apakah sedang berada di rakaat ketiga atau keempat, maka lebih baik mengambil jumlah paling sedikit. Lalu, tambahkan satu rakaat lagi agar tidak kurang.

Tetapi, karena masih ada kemungkinan kelebihan satu rakaat, maka sebelum salam disunahkan untuk melaksanakan sujud sahwi sebagai potensi penambahan dalam salat.

Bacaan Doa Sujud Sahwi dan Artinya

Adapun doa sujud sahwi dan artinya yang dianjurkan oleh beberapa ulama untuk dibaca adalah sebagai berikut.

سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا

Artinya: “Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa.

Sebetulnya, bacaan tersebut belum ditemukan dalilnya di dalam Al-Qur’an maupun hadis. Maka dari itu, beberapa ulama lain mengatakan untuk melafalkan bacaan sujud seperti biasanya ketika mengerjakan sujud sahwi, yaitu:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Artinya: “Maha Suci Rabbku Yang Mahatinggi dan memujilah aku kepada-Nya.

Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri, Simak Panduannya!

Tata Cara Sujud Sahwi

Sujud sahwi dikerjakan dengan dua kali sujud di akhir salat sebelum salam seperti sujud pada umumnya. Dalam pelaksanaannya, disunahkan membaca takbir terlebih dahulu.

Hal itu pun perlu dilaksanakan ketika hendak bangkit dari sujud. Namun, tidak perlu diawali dengan bacaan takbiratul ihram. Jadi, cukup ucapkan takbir ketika ingin bersujud saja.

Imam Abdullah bin Buhainah meriwayatkan hadis mengenai waktu pelaksanaan sujud sahwi seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan disepakati oleh mayoritas ulama, yakni:

Setelah beliau menyempurnakan salatnya, beliau bersujud dua kali. Saat itu, beliau takbir pada setiap hendak sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR Bukhari nomor 1224 dan Muslim nomor 540).

Kemudian, sujud sahwi dilakukan seperti biasanya. Jangan lupa untuk membaca niat sujud sahwi dengan sungguh-sungguh.

Hikmah dari Sujud Sahwi

Bukan hanya menyempurnakan salat, sujud sahwi menyimpan hikmah yang tiada tara dalam kehidupan sehari-hari jika dikerjakan. Berikut ini beberapa di antaranya:

Demikian penjelasan mengenai doa sujud sahwi dan artinya, termasuk hukum, dalil, alasan pelaksanaan, tata cara, hingga hikmahnya. Melalui sujud sahwi ini, Allah SWT mengajarkan umat Muslim untuk meyakini hal yang besar serta tidak berlarut-larut dalam keraguan.

Mengerjakan sujud sahwi untuk menyempurnakan salat merupakan bentuk kehati-hatian dalam beribadah. Semoga informasi di atas bermanfaat serta membantu dalam menjadi hamba Allah SWT yang lebih baik saat menjalankan kewajiban salat.

Nah, untuk mendukung kekhusyukan dan semakin konsisten dalam beribadah, penuhi perlengkapan ibadah dengan produk-produk berkualitas. Kamu bisa menemukan dan membelinya di Shopee.

Ada berbagai penawaran menarik, seperti promo, diskon, hingga voucher gratis ongkir. Cukup belanja dari rumah dan masukkan barang-barang kebutuhanmu ke keranjang. Setelah itu, bayar dengan metode praktis, seperti ShopeePay, transfer bank, atau COD

Tunggu apa lagi? Lengkapi keperluan ibadah sekarang dengan lebih mudah, ekonomis, dan tanpa repot di Shopee! 

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Subuh, Dzikir, dan Tata Caranya, Lengkap!

Fun Read
Tags: doaniat