Memahami Bacaan Doa Sujud Tilawah dan Cara Melaksanakannya

doa sujud tilawah

Ketika membaca Al-Qur’an, terkadang menemukan ayat-ayat khusus yang ditandai dengan keterangan “as-sajdah” atau gambar kubah kecil di samping maupun kirinya.

Ayat tersebut merupakan ayat sajdah di mana mengisyaratkan anjuran untuk melakukan sujud yang kemudian dikenal sebagai sujud tilawah atau sujud sajdah/bacaan.

Adanya ayat sajdah memberikan kesempatan unik bagi umat Muslim untuk merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Allah SWT.

Hanya saja, tidak sedikit yang masih belum mengetahui secara pasti bagaimana cara melaksanakan beserta doa sujud tilawah dan arti.

Namun, jangan khawatir karena artikel berikut akan menguraikannya secara lebih lanjut. Jadi, simak sampai akhir.

Pengertian Sujud Tilawah

Sujud tilawah merupakan jenis sujud yang dapat dikerjakan ketika mendengar atau membaca ayat-ayat sajdah di dalam Al-Qur’an.

Amalan tersebut dilaksanakan sebagai wujud penghormatan bahwa segala sesuatu yang terkandung di dalam Al-Qur’an adalah benar adanya dan patut untuk disembah.

Diriwayatkan dari ‘Amr bin ‘Ash ra, ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah SAW mengajarkan 15 ayat sajdah di Al-Qur’an, tiga di antaranya terdapat pada surat mufashshal (pendek-pendek) dan dua dalam surat Al-Hajj.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Adapun ayat-ayat sajdah yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an tersebut adalah sebagai berikut.

  • QS. Al-A’raf ayat 206.
  • QS. Ar-Ra’d ayat 15.
  • QS. An-Nahl ayat 49-50.
  • QS. Al-Isra’ ayat 107-109.
  • QS. Maryam ayat 58.
  • QS. Al-Hajj ayat 18.
  • QS. Al-Hajj ayat 77.
  • QS. Al-Furqan ayat 60.
  • QS. An-Naml ayat 25-26.
  • QS. As-Sajdah ayat 15.
  • QS. Fushilat ayat 37 (menurut Malikiyah), Fushilat ayat 38 (menurut mayoritas ulama).
  • QS. Shad ayat 24.
  • QS. An-Najm ayat 62 (ayat terakhir).
  • QS. Al-Insyiqaq ayat 20-21.
  • QS. Al-’Alaq ayat 19 (ayat terakhir).

Dalil dan Hukum Sujud Tilawah

Pengerjaan sujud tilawah hukumnya sunah. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda tentang pelaksanaan sujud tilawah, yaitu:

Wahai sekalian manusia. Kita sudah melewati ayat sajdah. Barang siapa bersujud, maka dia memperoleh pahala. Barang siapa yang tidak bersujud, dia tidak berdosa.Kemudian, Umar pun tidak bersuj

Pada hadis sahih lain, yaitu HR Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa: “Aku pernah membacakan kepada Nabi SAW surat An-Najm, (tatkala bertemu ayat sajdah di dalam surat tersebut) beliau tidak bersujud.

Kemudian, Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa: “Pernah Nabi SAW membaca Al-Qur’an lalu bertemu ayat sajdah, kami bersama-sama beliau bersujud sehingga kami berdesak-desakan dan di antara kami ada yang tidak mendapatkan tempat sujud. Hal ini bukan di dalam salat.” (HR Muslim).

Baca juga: Inilah Doa Sujud Syukur Lengkap dengan Arti dan Tata Cara

Tata Cara Sujud Tilawah

Pada dasarnya, sujud tilawah dapat dilaksanakan kapan saja, baik ketika sedang melaksanakan salat maupun di luar salat asalkan mendengar atau membaca ayat sajdah dalam Al-Qur’an.

Amalan sunah ini dilakukan sebanyak satu kali sebagaimana yang telah disepakati oleh para ulama. Bentuk sujudnya tidak berbeda dengan sujud dalam salat pada umumnya. Hanya saja, tata caranya tidak sama. Berikut ini penjelasannya.

1. Pada Saat Salat

Bagaimana cara melaksanakan sujud tilawah pada saat sedang salat? Adapun tata cara yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Awali sujud tilawah dengan mengucapkan takbir (dari posisi berdiri langsung sujud tanpa rukuk dan tidak disyariatkan mengangkat kedua tangan).
  • Membaca doa sujud tilawah (lakukan sebanyak satu kali).
  • Takbir untuk bangkit dari sujud.
  • Berdiri dan kembali ke posisi awal saat salat.
  • Melanjutkan salat sampai salam dan selesai.

Jika dalam kondisi salat berjamaah imam membaca ayat sajdah dan melakukan sujud, maka maka makmum harus mengikuti gerakannya dan begitu pula sebaliknya. Sujud tilawah bisa dikerjakan pada salat fardu maupun sunah. 

2. Di Luar Salat

Jika mendengar atau membaca ayat sajdah di luar atau tidak sedang salat, maka pelaksanaan adalah sebagai berikut.

  • Niat (tidak disyariatkan melafalkan niat).
  • Membaca takbir.
  • Langsung mengerjakan sujud tilawah.
  • Mengucapkan takbir sekali lagi untuk bangun dari sujud.

Dalam hal ini, ada dua pendapat terkait ketentuan takbir ketika melaksanakan sujud tilawah, yaitu:

  • Pertama, disebutkan bahwa perlu mengangkat tangan dan mengucapkan takbir terlebih dahulu sebelum bersujud. Lalu, berhenti sejenak dan takbir lagi untuk turun sujud tanpa harus mengangkat kedua tangan. Kemudian, bangun dan duduk sejenak tanpa membaca doa tahiyat. Setelah itu, diakhiri dengan salam.
  • Kedua, tidak perlu mengangkat tangan dan melafalkan takbir ketika hendak bersujud. Jadi, hanya perlu turun dalam posisi sujud dan duduk ke posisi tasyahud. Lalu, tidak perlu pula mengakhiri dengan salam.

Niat Sujud Tilawah

Adapun bacaan niat sujud tilawah adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ السُّجُودَ لِلَّهِ تَعَالَى تِلاوَةً لِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ

Artinya: “Aku berniat sujud karena Allah Ta’ala sebagai penghormatan kepada wajah-Nya yang mulia, sebab membaca ayat sajdah.

Bacaan Doa Sujud Tilawah

Doa sujud tilawah dan artinya terdapat beberapa versi. Adapun bacaan doa sujud tilawah tersebut adalah sebagai berikut.

1. Versi Pertama

Berikut ini merupakan bacaan doa sujud tilawah dan artinya versi pertama.

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

Artinya: “Wajahku bersujud kepada Allah SWT, yaitu Dzat yang menciptakan, yang membelah pendengaran, juga penglihatan-Nya dengan daya dan kekuatan-Nya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.

2. Versi Kedua

Bacaan doa sujud tilawah beserta artinya versi kedua, yaitu sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ اكْتُبْ لِيْ بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّيْ بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِيْ عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّيْ كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Artinya: “Ya Allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisi-Mu serta ampunilah dengannya akan dosaku, dan jadikanlah simpanan untukku di sisi-Mu, terimalah sujudku sebagaimana Engkau sudah menerimanya dari hamba-Mu Dawud.

Baca juga: Bacaan Doa Masuk Masjid dan Keluar Masjid Beserta Artinya

Keutamaan Sujud Tilawah

Sama seperti aktivitas ibadah lainnya, sujud tilawah juga mempunyai berbagai keutamaan jika dilaksanakan. Adapun beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mendapatkan Perlindungan dari Godaan Setan

Umat Muslim yang melakukan sujud tilawah akan dijauhkan dari godaan setan. Alhasil, lebih mudah untuk menjaga diri dari bisikan yang mengarah ke perbuatan maksiat. Ini termuat dalam sebuah hadis yang bunyinya:

Apabila anak Adam membaca ayat sajdah, kemudian bersujud maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan juga akan berkata-kata seperti; ‘Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun melakukan sujud maka baginya surga. Sementara, aku sendiri diperintahkan untuk bersujud, tetapi aku enggan sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR Muslim).

2. Mendorong Kesadaran Bahwa Allah Dzat Maha Segalanya

Sujud tilawah merupakan refleksi yang menunjukkan bahwa segala sesuatu berasal dari dan akan kembali pada Allah SWT, Dzat Yang Maha Berkuasa atas segalanya.

Ini pun menjadi pengingat bagi manusia bahwa dirinya penuh dengan kekurangan sehingga terhindar dari sifat takabur, angkuh, serta sombong.

Selain itu, amalan sujud ini adalah bentuk upaya seorang hamba untuk berterima kasih dan bersyukur atas segala karunia sekaligus nikmat dari Allah SWT.

3. Jaminan Surga dari Allah SWT

Melakukan sujud tilawah mencerminkan sikap yang patuh dan tunduk di hadapan Tuhan bahwa seorang hamba hanyalah makhluk lemah serta tidak sempurna.

Apabila sujud tilawah yang pelaksanaannya disertai dengan keimanan dan ketakwaan secara konsisten dapat mendekatkan hamba Allah SWT kepada surga-Nya.

Itulah pembahasan tentang tata cara, keutamaan, beserta doa sujud tilawah dan artinya. Dengan mengamalkannya, semoga hati senantiasa dipenuhi kedamaian, keberkahan, serta ketenangan dalam ibadah maupun aktivitas duniawi.

Selain meresapi makna dari pelaksanaan dan bacaan sujud tilawah, tingkatkan pula kualitas diri serta ibadah dengan memenuhi perlengkapan pendukung, seperti sarung, peci, buku panduan salat, tasbih, hingga mukena.

Semua keperluan tersebut dapat ditemukan dan dibeli melalui Shopee. Bukan hanya mudah, belanja di Shopee bisa dilakukan dari rumah sehingga lebih praktis. Bahkan, ada berbagai penawaran menarik, seperti promo, diskon, dan voucher gratis ongkir.

Cukup masukkan produk kesukaanmu ke keranjang. Lalu, pilih metode pembayaran, mulai dari ShopeePay, transfer bank, hingga COD. Tunggu apa lagi? Yuk, wujudkan wishlist dengan belanja di Shopee sekarang! 

Baca juga: Doa Sebelum Minum Air Zam-Zam, Bahasa Arab dan Latin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *