Mengulik Sejarah 6 Tempat Paling Angker di Bandung

Kamu tertarik kesini?

0
317

Bandung menjadi salah satu kota favorit untuk liburan. Dijamin, ketika musim liburan tiba, daerah ini pasti menjadi padat banget! Bandung yang sejuk ini juga menjadi salah satu kota paling romantis lho. Tapi jangan salah, kota Bandung bukannya tanpa misteri! Banyak beredar kisah dan tempat mistis di kota yang satu ini. Apa sih sejarah di balik cerita-cerita tersebut? Yuk, simak!

Patung Pastor Verbraak di Taman Maluku

Kalau soal Taman Maluku, spot yang paling terkenal adalah Patung Pastor Verbraak. Siapa sih sebenarnya sosok di balik patung ini? Dalam keterangan yang tertera di patung tersebut, patung ini adalah Pastor Henricus Christiaan Verbraak. Ia lahir pada 24 Maret 1835 di Rotterdam. Menjadi pastor pada tahun 1869, ia memiliki tugas untuk menjadi misionaris di Padang, baru setelah itu pindah ke Aceh pada tahun 1874 hingga 1907. Ia pun tinggal di Magelang selepas pensiun dan meninggal pada tahun 1918.

Patung ini sendiri dirancang oleh G. J. W Rueb di Belanda dan didirikan oleh The Dutch East Indian Army pada 27 Januari 1992. Isu yang beredar adalah Pastor Verbraak meninggal dalam kecelakaan pesawat. Pesawat yang ditumpanginya kala itu jatuh persis di tempat berdirinya patung ini. Namun, hal ini masih berupa isu belaka. Kalau menurut kalian gimana?

GuaJepang

Pasti banyak yang familiar dengan tempat iini.Terletak di Dago Atas, Bandung, gua ini dibangun pada tahun 1942 di dalam hutan rakyat yang sekarang disebut Taman Hutan Ir. H. Djuanda. Ternyata, gua ini belum selesai dibangun, lho. Gua Jepang ini dimaksudkan untuk menjadi sarang pertahanan Jepang. Di dalam gua pun terdapat lorong-lorong yang tersambung ke dalam ruangan-ruangan, di antaranya adalah ruang tembak, ruang pertemuan, dapur, gudang, serta bunker untuk para tawanan perang.

Gua ini dibangun oleh para romusha. Karena kejinya perlakuan Jepang kala itu, banyak romusha yang meninggal dalam pembuatan gua ini. Di dalam gua ini pun banyak tentara Jepang yang mati akibat serangan para sekutu. Gua ini merupakan saksi bisu kengerian zaman penjajahan dan perang. Pantas saja meskipun telah dijadikan tempat wisata, gua ini masih memiliki hawa mencekam, dikarenakan masa lalunya. Gua ini juga belum pernah direnovasi sejak pembangunannya.

Gua Belanda

Selain Gua Jepang, Taman Hutan Ir. H. Djuanda juga menjadi tempat Gua Belanda. Gua Belanda beroperasi lebih dulu dari Gua Jepang, yakni sejak tahun 1918. Awalnya, gua ini adalah terowongan PLTA Bangkok yang merupakan PLTA pertama di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1941, gua ini dialihfungsikan salah satunya sebagai Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi Militer Hindia Belanda. Selain itu, gua ini juga memiliki 15 lorong dan beberapa ruangan yang berfungsi sebagai tempat istirahat para tentara Belanda, ruang interogasi tahanan, dan juga penjara. Gua ini juga pernah digunakan sebagai tempat

Penyimpanan senjata dan gudang amunisi pasca kemerdekaan. Sama seperti Gua Jepang, Gua Belanda juga menyimpan cerita semasa peperangan. Rasanya, tidak aneh memang kalau tempat ini menjadi salah satu tempat paling angker di Bandung.

Museum Pos Indonesia

Museum yang satu ini juga sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda. Dirancang oleh J. Berger dan Leutdsgebouwdienst dan dibangun pada tahun 1933, museum ini difungsikan sebagai tempat Pos Telegrap dan Telepon (PTT). Bangunan ini telah ikut melewati berbagai pergantian pemerintahan, dari Hindia Belanda, Jepang, juga masa kemerdekaan. Sayangnya, selama itu pula barang-barang di dalam Pos ini tidak terurus. Akhirnya pada September 1983, bangunan ini diresmikan sebagai Museum Pos dan pada tahun 1995 berganti nama menjadi Museum Pos Indonesia.

Tidak hanya perangko dan serba serbi penulisan dan pengiriman surat saja yang terpajang di museum ini, surat-surat emas dari kerajaan Nusantara. Tempat yang dikatakan paling angker di Museum Pos Indonesia ini adalah ruang bawah tanahnya yang menyimpan banyak patung. Kesan dingin dan sepi di museum inilah yang sering kali membuat pengunjung merasa tempat ini angker.

Bandung Medical Centre (BMC)

Bandung Medical Centre (BMC) merupakan rumah sakit swasta yang sudah tidak aktif lagi sejak tahun 2000. Awalnya, bangunan ini merupakan Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih yang kini telah pindah ke jalan Mochamad Toha di tahun 2000. Bangunan ini awalnya adalah klinik yang didirikan pada tahun 1957. Klinik ini dikelola oleh Polri dan terus dikembangkan fasilitas dan pelayanannya.

Pada tahun 2000, Rumah Sakit Sartika Asih pindah lokasi ke Jalan Mohamad Toha. Bangunan itu pun kemudian direnovasi menjadi BMC, namun di tengah-tengah prosesnya, renovasi dihentikan dan bangunan itupun terbengkalai. Meskipun begitu, peralatan medis serta fasilitas-fasilitas di bangunan ini masih berada di dalam. Karena hal inilah, BMC mendapat kesan angker. Kemudian, BMC dijadikan salah satu tempat wisata angker di Bandung. Bangunan ini dapat dimasuki dan kamu bisa menyewa senter dengan harga lima ribu rupiah. Bagaimana? Kamu tertarik?

Rumah Gurita

Saking terkenalnya, Rumah Gurita ini sampai diangkat ke layar lebar lho! Kamu pasti tahu kan? Rumah Gurita ini dari luar terlihat sangat aneh. Adanya gurita hitam besar di atap rumah menarik perhatian banyak orang. Isu-isu seputar bangunan ini pun menyebar dengan cepat, mulai dari tempat berhantu hingga sarang iblis. Tapi, apa sih cerita sesungguhnya dari Rumah Gurita ini?

Diketahui pemilik Rumah Gurita ini bernama Frans. Ia adalah kolektor seni. Maka dari itu, selain bentuk atap, kaca jendela rumah ini pun memiliki corak kartu remi yang nyentrik. Dikatakan, banyak patung dan benda-benda seni yang ada di dalam rumah itu. Gurita besar yang menjadi ikon di rumah itu pun disinyalir merupakan hasil eksperimen mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Warga sekitar pun menyangkal kisah mistis seputar rumah ini. Beberapa isu ini berasal dari rumah yang selalu kosong, nomor rumah yang merupakan tiga angka enam dengan pola berbeda

Image source: Hipwee, Netralnews, JadiBerita, IndonesiaKaya, Duniaku, AyoBandung

LV

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous article7 Tanda Kamu Telah Menemukan ‘The One’
Next articleTop 5 Finishing Powder untuk Kulit Flawless