freepik.com/@creativaimages
Malam Nisfu Syaban menjadi momen istimewa untuk memperbanyak amalan, salah satunya dengan sholat Tasbih, namun sholat Tasbih bisa dilakukan kapan saja selain di momen Nisfu Syaban. Tata cara sholat Tasbih 4 rakaat 1 salam dan dua rakaat perlu dipahami agar ibadah sunnah ini dapat dikerjakan dengan benar.
Sholat Tasbih dilakukan dengan memperbanyak bacaan tasbih dalam setiap rangkaian gerakannya, karena itu memahami tata cara sholat Tasbih menjadi sangat penting.
Sholat Tasbih merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah saw., diajarkan kepada Sayyidina Abbas r.a. sebagai sarana memohon ampunan kepada Allah Swt., serta memiliki keutamaan besar bagi yang mengamalkannya.
Yuk, simak tata cara sholat Tasbih dan bacaannya di artikel ini agar ibadah malam Nisfu Syaban kamu lebih khusyuk lagi!
Agar sholat Tasbih dapat dikerjakan dengan lebih tenang, penting memahami tata cara sholat Tasbih secara runtut sejak niat hingga salam. Berikut urutan tata cara sholat Tasbih 4 rakaat 1 salam dan 2 rakaat:
Sholat Tasbih diawali dengan niat di dalam hati sesuai jumlah rakaat yang dikerjakan.
Adapun bacaan niat sholat Tasbih 2 rakaat adalah:
أُصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatat-tasbīḥi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat Tasbih dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Sementara itu, jika dikerjakan empat rakaat dengan satu salam, niatnya adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatat-tasbīḥi arba‘a raka‘ātin lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat sholat Tasbih empat rakaat karena Allah Ta‘ala.”
Setelah niat, sholat Tasbih tata cara dimulai dengan berdiri menghadap kiblat sambil mengucapkan takbiratul ihram.
اللهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar
Artinya: “Allah Mahabesar.”
Baca juga: Doa dan Niat Sholat Istikharah, Waktu, Serta Tata Caranya
Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah sebagai doa pembuka sholat. Berikut bacaan doa iftitah yang bisa kamu baca:
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ”
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa’ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: “Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Mahasuci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim.”
Sesudah membaca doa iftitah, tata cara sholat Tasbih 2 rakaat dan 4 rakaat diteruskan dengan membaca Surat Al-Fatihah.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ – 1 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ -2 الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ – 3 مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ – 4 اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ – 5 اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ – 6 صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ – 7
Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina anʼamta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalliin.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
Setelah membaca Al-Fatihah, masih dalam keadaan berdiri, dibaca tasbih berikut sebanyak 15 kali.
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subḥānallāh walḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar.
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.”
Berikutnya, dilanjutkan dengan rukuk. Usai membaca bacaan ruku, tasbih di atas kembali dibaca sebanyak 10 kali. Ketika bangkit dari ruku, berikut bacaannya:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami‘allāhu liman ḥamidah
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Setelah berdiri i‘tidal, tasbih kembali dibaca 10 kali, lalu dilanjutkan membaca:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Rabbanā lakal-ḥamdu mil’as-samāwāti wal-arḍi wa mil’a mā shi’ta min shai’in ba‘du.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, segala puji bagi-Mu sepenuh langit dan bumi serta apa pun yang Engkau kehendaki setelah itu.”
Baca juga: Inilah Doa Sujud Syukur Lengkap dengan Arti dan Tata Cara
Saat sujud, setelah membaca bacaan sujud, tasbih kembali dibaca sebanyak 10 kali. Berikut doa yang bisa dibaca saat sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subḥāna rabbiyal-a‘lā
Artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Setelah membaca doa duduk di antara dua sujud, tasbih kembali dibaca 10 kali. Berikut ini bacaan untuk duduk di antara dua sujud:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Rabbighfir lī warḥamnī wajburnī warfa‘nī warzuqnī wahdinī wa‘āfinī wa‘fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, angkat derajatku, berilah rezeki, petunjuk, kesehatan, dan ampunan.”
Setelah sujud kedua, sebelum berdiri ke rakaat berikutnya, dilakukan duduk istirahah sambil membaca tasbih 10 kali. Selanjutnya, pada duduk tasyahud awal dibaca:
لتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Attahiyyatul mubarakaatush sholawaatuth thayyibatu lillah. Assalamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis salihin. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah.
Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, selawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” (HR. Muslim).
Sebelum salam, dilanjutkan dengan membaca tasyahud akhir, seperti berikut ini:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibrahim wa ‘alaa aali Ibrohim innaka hamidum majiid.
Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia,” (HR. Bukhari).
Sebagai penutup sholat, diucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Assalāmu‘alaikum warahmatullāh
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”
Setelah memahami rangkaian bacaan sholat Tasbih dari awal hingga salam, ibadah ini terasa lebih lengkap jika ditutup dengan doa. Doa setelah sholat Tasbih ini dapat dibaca untuk memohon ampunan, ketenangan hati, dan kebaikan hidup kepada Allah Swt..
اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ. والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Allahumma inna nas aluka taufiqo ahlil huda wa a’mala ahlil yaqiini wa muna shohata ahli taubati wa ‘azma ahli shabri wawajala ahlil khosy yati wa tholaba ahli raghbati wa ta’abbud ahlil wara’i wa ‘irfaana ahlil ‘ilmi hattaa nakhoafaka. Allahumma Innaa nas aluka makhofata tuhjizunaa ‘an ma’aashiika hatta na’mala bithoo’atika subhaana khooliqo nuur. Washolaatu wassalaamu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’in walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.
Artinya: “Ya Allah aku meminta pada-Mu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (pada-Mu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (pada-Mu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara syubhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga aku pun dapat takut kepada Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu sehingga dengan taat pada-Mu aku pun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridhoMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan dimurnikan padaMu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan pada-Mu karena wujudnya prasangka baik kepada-Mu. Mahasuci Allah Sang Pencipta Cahaya.”
Itulah penjelasan lengkap mengenai tata cara sholat Tasbih 4 rakaat 1 salam maupun 2 rakaat yang bisa diamalkan pada malam Nisfu Syaban agar ibadah lebih tertata dan khusyuk.
Jika kamu ingin menyiapkan perlengkapan pendukung ibadah, seperti tasbih, sajadah, mukena, atau buku doa harian, semuanya bisa kamu temukan dengan mudah di Shopee.
Pilihannya lengkap, banyak produk dari toko lokal, harganya terjangkau, serta tersedia promo menarik dan voucher gratis ongkir. Metode pembayarannya juga praktis, mulai dari COD, transfer bank, hingga ShopeePay.
Jadi, yuk lengkapi kebutuhan ibadahmu sekarang juga di Shopee dan lakukan sholat Tasbih dengan lebih nyaman!
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tahajud: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Fun Read