Tradisi Perayaan Idul Adha di 6 Daerah di Indonesia

Sudahkah Sobat Shopee ketahui 6 tradisi Idul Adha di Indonesia ini?

0
119

Idul Adha atau lebih dikenal dengan sebutan Lebaran Haji atau Lebaran Kurban adalah Hari Raya suci dalam agama Islam. Karena berlangsung barangan dengan prosesi Haji di Tanah Suci Mekkah, lahirlah istilah Lebaran Haji. Dan karena dilakukannya pengorbanan simbolis berupa persembelihan hewan kurban, hari ini juga dikenal dengan sebutan Lebaran Kurban.

Berbeda dengan di Indonesia di mana Idul Fitri merupakan hari untuk berkumpul dengan sanak saudara, di berbagai negara Timur Tengah maupun Afrika, justru Idul Adha menjadi momen tersebut. Walau kemeriahan Idul Adha tak terlalu terasa di Indonesia, kecuali di masjid-masjid yang melakukan pemotongan dan pembagian daging kurban, ada beberapa daerah di nusantara yang merayakan Idul Adha dengan caranya sendiri.

Selain menyembelih hewan kurban, beberapa daerah di Indonesia memiliki cara unik tersendiri untuk memperingati Hari Raya Idul Adha, berikut di antaranya.

 

  1. Mepe Kasur – Banyuwangi

Jika Sobat Shopee berkunjung ke Banyuwangi, lebih tepatnya daerah masyarkat Using pada Idul Adha, akan disambut oleh pemandangan yang cukup unik sepanjang jalan, yaitu banyaknya kasur yang dijemur di depan rumah warga. Ini adalah tradisi yang dikenal sebagai Mepe Kasur, dimana dipercaya bahwa dijemurnya kasur pada Idul Adha menjauhkan penghuni rumah dari penyakit dan berbagi hal buruk lainnya.

 

  1. Toron – Madura

Jika Idul Fitri merupakan momen untuk mudik ke kampung halaman bagi sebagian besar orang, bagi warga Madura justru Idul Adha adalah saat tersebut. Tradisi yang dikenal dengan istilah Toron, layakya Idul Fitri di mana saudara saling berkunjung dan berkumpul, hanya dilakukan pada Idul Adha.

 

  1. Kaul Negeri dan Abda’u – Maluku Tengah

Bagi Masyarakat Negeri Tulehu di Maluku Tengah, setelah melaksanakan Sholat Idul Adha, mereka melakukan perayaan kaul negeri dan abda’u. Dalam tradisi adat ini, para pemuka agama menggendong tiga kambing dengan kain, layaknya menggendong anak kecil, dan diarak keliling desa sambil diiringi alunan takbir dan selawat menuju masjid. Sesampai di masjid, ketiga kambing tersebut akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Sementara itu, abda’u merupakan tradisi merebut bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh ribuan pemuda di Desa Tulehu, Ambon. Tradisi ini menjadi sebuah bentuk ketulusan menerima Islam sebagai agama yang harus dijaga. Selain itu, abda’u diselenggarakan untuk mempererat hubungan persaudaraan antarpemuda.

 

  1. Grebeg Gunungan – Yogyakarta

Sobat Shopee mungkin lebih akrab dengan Grebeg Syawal yang dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri karena pemberitaannya tiap tahun. Ternyata tradisi Grebeg Gunungan juga dilakukan pada Idul Adha. Hampir sama dengan Grebeg Syawal, di mana tiga buah gunungan (pareden) berisi aneka ragam makanan dan hasil bumi diarak dari Keraton menuju masjid untuk diberkati dengan pembacaan doa. Momen paling seru dari Grebeg Gunungan terjadi ketika warga

 memperebutkan ketiga gunungan dengan penuh semangat. Dipercaya bahwa makanan yang berhasil diambil dari gunungan bisa mendatangkan rezeki.

 

  1. Apitan – Semarang

Hampir menyerupai Grebeg Gunungan di Yogyakarta, namun di Semarang warga mengarak gunungan yang dibuat dari berbagai hasil bumi seperti padi, cabe, terong, dan lainnya. Tradisi Apitan dilakukan warga Semarang sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Gunungan yang menjadi rebutan warga ini dipercaya bisa mendatangkan berkah. Masyarakat setempat percaya bahwa hasil bumi yang mereka berhasil peroleh dari gunungan akan membawa berkah bagi mereka.

 

  1. Manten Sapi – Pasuruan

Di daerah Pasuruan sebelum menyembelih sapi disembelih, dilakukan sebuah tradisi di mana sapi-sapi warga yang hendak dijadikan kurban didandani secantik mungkin layaknya pengantin. Untuk membuatnya lebih cantik, sapi-sapi dihias kalung bunga tujuh rupa, lalu dibalut dengan kain kafan, serban, dan sajadah. Semua sapi yang sudah didandani akan diarak oleh ratusan warga menuju masjid setempat untuk diserahkan kepada panitia kurban.