mall inline badge
KPG - Politik dan Ideologi PDI Perjuangan 1987-1999
Belum ada penilaian
Jaminan Shopee Mall
7 Hr Pengembalian
Untuk menjamin kepuasanmu, Shopee Mall memperpanjang waktu pengembalian barang (7 hari setelah barang diterima). Kamu dapat melakukan pengembalian secara praktis dan gratis* (melalui J&T Express atau Indopaket (Indomaret) dengan resi yang diberikan oleh Shopee). Seluruh dana akan dikembalikan kepadamu jika pengajuan memenuhi Syarat & Ketentuan (pengembalian karena produk tidak original, rusak, cacat, atau salah).
100% Ori
Shopee menjamin bahwa produk yang terdaftar di Shopee Mall adalah 100% original. Jika produk dari Shopee Mall yang kamu terima bukan produk original, Shopee akan mengembalikan dua kali dari jumlah harga produk yang kamu bayarkan untuk produk tersebut.
Gratis Ongkir
Nikmati Gratis Ongkir spesial pada semua produk Shopee Mall dengan min. belanja lebih rendah.
Lanjutkan Belanja
7 Hr Pengembalian7 Hr Pengembalian
100% Ori100% Ori
Gratis OngkirGratis Ongkir
COD (Bayar di Tempat)
Gratis Ongkir
Ongkos Kirim:
Rp0
Spesifikasi
Merek,Impor/Lokal
Deskripsi

PDI Perjuangan didirikan bukan hanya untuk menjadi mesin pemilu, sekadar pelengkap praktik demokrasi. Lebih daripada itu, PDI Perjuangan merupakan partai politik yang terlibat dalam aktivitas sosial di masyarakat sebagai cara untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan Pancasila, serta menghidupkan ajaran Bung Karno dalam semangat satu Indonesia. PDI Perjuangan mengadopsi posisi sebagai partai wong cilik yang menjadi tumpuan harapan rakyat kecil untuk Indonesia yang lebih baik. PDI Perjuangan tidak membedakan dikotomi sebagai partai kader atau partai massa. Predikat-predikat ini kerap menjadi dilema bagi PDI Perjuangan ketika berhadapan dengan abnormalitas dan pragmatisme politik Indonesia pasca-Reformasi 1998 yang masih berlangsung hingga sekarang. Buku ini adalah jilid pertama dari tiga buku yang direncanakan. Jilid pertama, dengan subjudul “Penemuan dan Kemenangan”, mencakup periode 1987–1999. Jilid kedua, dengan subjudul “Memerintah dan Beroposisi”, mencakup periode 2000–2009. Jilid ketiga, dengan subjudul “Mengawal Indonesia Maju”, mencakup periode 2010–2019. Profil Penulis: DJAROT Saiful Hidayat lahir di Magelang, 6 Juni 1962. Saat ini dia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), serta Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2019– 2024, sekaligus juga pengurus Sekolah Kader Partai PDI Perjuangan. Djarot menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) di Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, dan pascasarjana (S-2) bidang Kebijakan Publik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sebelum berkarir dalam politik sebagai kader dan politisi PDI Perjuangan (sebelumnya PDI), dia menjadi dosen pada Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya (1987–1999). Selama menjadi dosen di Untag Surabaya, dia pernah menduduki jabatan struktural sebagai Dekan FISIP dan Wakil Rektor I Bidang Akademik. Kariernya sebagai politisi meliputi Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur (1999–2000); Wali Kota Blitar (2000–2010, dua periode); anggota DPR-RI (2014, dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VI); Wakil Gubernur DKI Jakarta (2014–2017); Gubernur DKI Jakarta (15 Juni–15 Oktober 2017, yang tidak dipilih oleh DPRD maupun pemilih melalui pilkada); dan anggota DPR-RI (2019–2024, dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara III). Selama menjabat Wali Kota Blitar, Djarot dikenal sebagai pimpinan daerah yang berhasil dan secara baik meletakkan prinsip-prinsip good governance melalui kontrak komitmen dengan rakyat. Banyak penghargaan di bidang pemerintahan daerah dia dapatkan semasa menjadi Wali Kota Blitar, terutama atas terobosan kebijakan publik yang menguatkan kapasitas dan optimalisasi pembangunan daerah. ENDI Haryono lahir di Pati (Jawa Tengah), 18 Februari 1965. Saat ini dia bekerja sebagai dosen pada Program Studi Hubungan Internasional sekaligus Dekan Fakultas Humaniora, President University, Cikarang. Endi menyelesaikan pendidikan S1 hingga S3 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pengalaman kerjanya meliputi wartawan Bernas (1991–1996); dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta (1995–2010); research fellow Universiti Kebangsaan Malaysia (2009); dosen Universiti Utara Malaysia, Kedah (2010–2012); dan dosen Program Master Ilmu Politik UGM (2013–2014). Selain mengajar dan menulis, Endi adalah editor dan penerjemah buku. Buku-bukunya yang telah terbit yaitu Kematian Sosialisme di Eropa: Refleksi Revolusi Tahun 1989 (1992; terjemahan atas Ralf Dahrendorf, Reflections on the Revolution in Europe); ICMI dan Perjuangan Menuju Kelas Menengah (1995; terjemahan atas Robert Hefner, Islam, State and Civil Society); Teori Pembangunan dari Kiri ke Kanan (1997; terjemahan atas Kevin P. Clements, From Right to Left in Development Theories); Politik Muslim (1998; terjemahan atas Dale F. Eickelman dan James Piscatori, Muslim Politics); Hantu Digoel (2001; terjemahan atas Takashi Shiraishi, The Phantom World of Digul); Political Man (2007; terjemahan atas SM Lipset, Political Man); Dilema Mahathir: Kebijakan Ekonomi Politik Malaysia dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Asia (2010); Demokrasi dan Disrupsi Identitas: Pengalaman Pemilu Indonesia 2019 (2019, sebagai koeditor); Pembangunan, Demokrasi dan Pemerintahan Kuat (2019); Semesta Tan Malaka (2020; terjemahan atas Rudolf Mrázek, Tan Malaka); dan Jalan Menuju Indonesia Maju: Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan dalam Kepemimpinan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (2022, sebagai koeditor). Aktivitas Endi terkait PDI Perjuangan meliputi anggota Promeg dan anggota Tim Asistensi PDI (Perjuangan) Yogyakarta (1993–1999); guru Kader Nasional I (2001); 3. Tenaga Ahli Dewan Perwakilan Rakyat (2007–2009); koeditor Laporan kepada Rakyat Fraksi Oposisi DPR-RI (2007–2008).

Chat Sekarang
Masukkan Keranjang
Beli Sekarang