Apa Itu Dejavu? Ini Penyebab dan Penjelasan Logisnya!

Memahami apa itu dejavu

Pernah merasa suatu kejadian terasa sangat familiar, padahal baru pertama kali mengalaminya? Fenomena ini dikenal sebagai dejavu. 

Jika kamu masih penasaran apa itu dejavu, kondisi ini merupakan perasaan seolah-olah pernah melihat atau mengalami suatu momen sebelumnya, meski kenyataannya belum pernah terjadi sebelumnya. 

Istilah dejavu sendiri berasal dari bahasa Prancis yang berarti “pernah melihat”. Dejavu termasuk hal yang umum dialami banyak orang, terutama usia muda. 

Meski biasanya normal terjadi, dalam beberapa kondisi fenomena ini juga bisa menyerupai gejala gangguan medis tertentu. 

Lalu, sebenarnya apa penyebab dejavu dan bagaimana penjelasan logis di baliknya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!

Apa Itu Dejavu?

Dejavu adalah kondisi ketika kamu merasa suatu kejadian, tempat, atau situasi terasa sangat familiar, seolah-olah pernah mengalaminya sebelumnya, padahal itu sebenarnya pengalaman pertama. 

Istilah  dejavu atau déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti “pernah melihat” dan pertama kali diperkenalkan oleh psikolog asal Prancis, Émile Boirac, pada tahun 1876.

Fenomena ini biasanya muncul secara tiba-tiba, berlangsung singkat sekitar 10–30 detik, dan tidak bisa diprediksi kapan datangnya. 

Dejavu juga bisa terjadi kapan saja, misalnya saat berada di tempat baru, memulai percakapan, atau melakukan aktivitas sehari-hari. 

Bahkan, sebagian orang merasa bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya karena situasinya terasa sangat familiar.

Dejavu termasuk pengalaman yang cukup umum dan lebih sering dialami oleh usia muda, terutama sekitar 15–25 tahun. 

Meski kerap dikaitkan dengan hal mistis, fenomena ini sebenarnya dapat dijelaskan secara ilmiah dan telah banyak diteliti oleh para ahli.

Baca juga: Ini 8 Arti Mimpi Hamil, Apakah Kamu Akan Mendapat Keberuntungan?

Teori Penyebab Dejavu

Banyak orang mengira dejavu berkaitan dengan hal mistis. Padahal, ada beberapa teori yang menjelaskan fenomena ini secara logis dan ilmiah. Berikut beberapa teori penyebab dejavu yang paling sering dibahas:

1. Memory Recall

Menurut teori ini, dejavu berkaitan dengan cara otak menyimpan dan memunculkan kembali ingatan.

Fenomena ini bisa muncul saat seseorang mengalami situasi yang mirip dengan pengalaman lama, tetapi tidak benar-benar mengingat kapan hal itu terjadi. 

Misalnya, ketika kembali mengunjungi tempat yang pernah didatangi saat kecil, tempat tersebut bisa terasa sangat familiar.

2. Gangguan di Lobus Otak

Beberapa penelitian juga mengaitkan dejavu dengan gangguan pada lobus temporal, yaitu bagian otak yang berfungsi menyimpan memori. 

Studi menunjukkan bahwa aktivitas gelombang otak saat seseorang mengalami dejavu memiliki kemiripan dengan aktivitas otak pasien epilepsi.

3. Gangguan Listrik Otak

Teori berikutnya menyebutkan bahwa dejavu terjadi karena adanya gangguan kecil pada aliran listrik di otak. Kondisi ini membuat otak memproses informasi dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya. 

Aktivitas tersebut disebut mirip dengan pola listrik otak pada penderita epilepsi, tetapi hanya berlangsung sementara dan tidak mengganggu fungsi otak secara keseluruhan.

4. Split Perception (Persepsi Terbelah)

Teori ini menjelaskan bahwa dejavu dapat terjadi ketika seseorang melihat suatu objek atau situasi pada dua waktu yang berbeda. 

Saat pertama kali melihatnya, otak mungkin kurang fokus sehingga informasi tersebut tersimpan tanpa disadari. 

Ketika melihat hal yang sama lagi di lain waktu, otak akan merasa bahwa situasi tersebut sudah pernah dialami sebelumnya.

Orang yang Berisiko Mengalami Dejavu

Menurut Jean Khoury, MD, seorang ahli saraf dari Cleveland Clinic, dejavu merupakan fenomena normal yang bisa dialami orang sehat beberapa kali dalam setahun. 

Kondisi ini lebih sering terjadi pada usia 15–25 tahun dan biasanya akan semakin jarang seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, beberapa orang juga dianggap lebih rentan mengalami dejavu, di antaranya:

  • Memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
  • Berpendapatan tinggi.
  • Lebih sering traveling atau bepergian.
  • Mampu mengingat mimpi dengan baik.
  • Memiliki pola pikir yang terbuka dan luas.

Baca juga: Doa Mimpi Buruk: Bacaan, Arti, Anjuran, dan Sunnahnya!

Hubungan Dejavu dengan Kesehatan Otak

Secara medis, dejavu berkaitan dengan lobus temporal, yaitu bagian otak yang berperan dalam memproses memori dan sensorik. 

Saat bagian ini terlalu aktif atau mengalami gangguan listrik saraf ringan, muncul sensasi seolah-olah seseorang pernah mengalami kejadian yang sama sebelumnya.

Dalam beberapa kasus, dejavu juga bisa menjadi tanda awal atau aura sebelum munculnya gangguan saraf yang lebih serius. 

Oleh karena itu, penting untuk membedakan dejavu normal dan dejavu patologis. Dejavu normal biasanya terjadi sesekali dan secara acak, sedangkan dejavu patologis lebih sering muncul dan dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Apakah Dejavu Bisa Menyebabkan Masalah Kesehatan?

Pada umumnya, dejavu adalah fenomena normal dan tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu, seperti stres, kelelahan, migrain, gangguan depersonalisasi, hingga epilepsi lobus temporal. 

Pada usia lanjut, dejavu yang terjadi terus-menerus juga dapat dikaitkan dengan demensia frontotemporal. Meski tergolong jarang, sebaiknya segera periksa ke dokter jika dejavu muncul terlalu sering atau disertai gejala berikut:

  • Terjadi beberapa kali dalam sebulan atau lebih sering daripada biasanya.
  • Kejang atau hilang kesadaran.
  • Kebingungan dan perubahan perilaku.
  • Gerakan mengunyah tanpa sadar.
  • Jantung berdebar kencang.
  • Muncul rasa takut berlebihan.
  • Mengalami ingatan atau visual yang tidak normal.

Jika dejavu terjadi bersamaan dengan gejala tersebut, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf tertentu. Namun, kamu tidak perlu panik jika hanya sesekali mengalaminya.

Tips Mengelola Dejavu

Dejavu bukan penyakit dan umumnya tidak berbahaya, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. 

Fenomena ini juga jarang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan belum ditemukan cara khusus untuk mencegah atau mengobatinya.

Meski begitu, jika dejavu terasa cukup mengganggu, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Mencatat kapan dejavu terjadi, beserta situasi dan perasaan yang dirasakan, untuk membantu mengenali pola tertentu.
  • Mengelola stres dengan melakukan aktivitas relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Tidur yang cukup karena kurang tidur dapat memengaruhi fungsi otak dan memicu dejavu.
  • Fokus pada kondisi sekitar saat dejavu terjadi agar lebih mudah membedakan rasa familiar dengan situasi yang sebenarnya.

Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu dejavu, mulai dari pengertian, penyebab, hingga kaitannya dengan kesehatan otak. 

Meski sering terasa aneh dan membingungkan, dejavu sebenarnya merupakan fenomena yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya.

Seperti yang sudah disebutkan, tips mengelola dejavu salah satunya adalah mengelola stres, misalnya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidur cukup atau melakukan aktivitas relaksasi yang membantu menjaga kesehatan otak.

Nah, kalau kamu sedang mencari berbagai kebutuhan untuk mendukung gaya hidup sehat dan nyaman sehari-hari, semuanya bisa kamu temukan dengan mudah di Shopee. 

Mulai dari aromaterapi, alat relaksasi, vitamin, hingga perlengkapan tidur tersedia dengan banyak pilihan menarik dan harga yang terjangkau.

Belanja di Shopee juga makin praktis berkat promo gratis ongkir, voucher cashback, serta metode pembayaran yang fleksibel, mulai dari ShopeePay, COD, virtual account, hingga transfer bank. Yuk, temukan kebutuhan favoritmu di Shopee sekarang juga!

Baca juga: Kamu Sering Banget Kelupaan Mimpi Abis Bangun? Cari Tahu Penyebabnya Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *