Pernah mendengar istilah second choice? Penasaran, apa sebenarnya arti second choice dalam bahasa gaul maupun dalam hubungan? Secara sederhana, second choice merujuk pada pilihan kedua atau cadangan yang ditemukan saat pilihan utama tidak ada.
Fenomena second choice cukup umum terjadi dalam percintaan atau pertemanan, di mana seseorang kerap dihubungi hanya saat pasangannya merasa kesepian atau membutuhkan opsi cadangan. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari kebiasaan buruk ini dapat merusak hubungan asmara.
Jika kamu merasa tidak lagi menjadi prioritas, jangan abaikan instingmu. Simak ulasan lengkap mengenai ciri-ciri hingga cara tepat menghadapinya berikut ini!
Apa Itu Second Choice?
Secara harfiah, second choice berarti pilihan kedua. Dalam hubungan, baik percintaan, pertemanan, maupun pekerjaan, istilah ini menggambarkan kondisi ketika kamu bukan menjadi prioritas utama, melainkan sekadar opsi cadangan atau pengisi kekosongan.
Biasanya, situasi di mana seseorang menjadi second choice sering muncul ketika seseorang baru saja putus cinta namun belum sepenuhnya move on dari mantannya.
Pasangan baru yang ia temui pun akhirnya cuma dijadikan “pelampiasan” atau pilihan kedua. Perasaan menjadi cadangan ini bisa dipicu oleh sikap pasangan, masalah internal pada diri sendiri, atau gabungan keduanya.
Second choice artinya dalam bahasa gaul adalah kamu mungkin sering dijadikan tempat curhat saat dia sedang ada masalah dengan pasangannya, atau baru diajak jalan saat rencana utamanya bersama orang lain batal.
Meski rasanya menyakitkan, menyadari posisimu sebagai second choice itu sangat penting agar kamu bisa memutuskan apakah hubungan tersebut masih layak dipertahankan atau tidak.
Ciri-Ciri Kamu adalah Second Choice
Banyak orang sering kali tidak menyadari bahwa mereka hanya dijadikan pilihan kedua. Kalau kamu mulai merasa ada yang janggal, beberapa ciri berikut bisa menjadi tanda buat kamu:
- Datang dan pergi seenaknya saat butuh saja: Dia cuma hadir waktu lagi sedih, ada masalah, atau butuh bantuan, lalu mendadak hilang saat keadaannya sedang baik-baik saja.
- Minim usaha dan perlakuan spesial: Saat kamu terus memberikan yang terbaik, dia justru terkesan enggan mengeluarkan effort balik, seperti jarang mengajak jalan atau sekadar ngobrol secara intens.
- Sering membicarakan orang lain di depanmu: Dia tak ragu membahas mantan, gebetan, atau orang yang disukainya, bahkan sampai meminta pendapatmu, yang menandakan fokus hatinya ada pada orang lain.
- Hubungan terasa disembunyikan: Kamu tidak pernah diperkenalkan kepada teman-teman dekat atau keluarganya sehingga keberadaanmu seolah menjadi rahasia.
- Kamu terus bersaing dengan nama lain: Meski merasa sudah cukup dekat, kamu selalu kalah prioritas dari satu nama yang kerap dia sebut dan pikirkan secara emosional.
Baca juga: Ingin Menciptakan Hubungan yang Langgeng? Simak TipCsnya!
Dampak Second Choice dalam Hubungan
Berada di posisi second choice tentu bukanlah hal yang menyenangkan. Selain memicu rasa tidak nyaman akibat terjebak dalam ketidakpastian, situasi ini ternyata berdampak cukup serius pada kesehatan emosional dan kualitas hubunganmu.
Tak sekadar memunculkan rasa sedih, dijadikan pilihan kedua juga dapat memengaruhi kondisi psikologis secara keseluruhan, seperti:
- Mengikis rasa percaya diri: Kamu jadi rentan merasa tidak dihargai dan tidak diakui, yang perlahan merusak self–esteem serta membuatmu merasa tak cukup berharga.
- Terjebak dalam ketidakpastian: Muncul keraguan terus-menerus tentang status dan masa depan hubungan, membuatmu mempertanyakan apakah dia tulus atau sekadar menjadikannya sebagai opsi cadangan.
- Memicu kesepian dan isolasi emosional: Saat dia lebih mementingkan orang lain, kamu akan merasa sendirian dan kehilangan dukungan emosional yang seharusnya kamu dapatkan dari pasangan.
- Menimbulkan stres dan kecemasan berlebih: Pikiranmu jadi mudah lelah karena terus berspekulasi dan cemas apakah kamu benar-benar dicintai dan diinginkan atau tidak.
- Merusak kepercayaan dan keterbukaan: Kamu jadi makin enggan membuka diri atau jujur soal perasaan karena ragu apakah kamu akan diprioritaskan olehnya.
- Menciptakan hubungan yang tidak seimbang: Ketimpangan peran ini memicu konflik serta ketegangan berkepanjangan yang merugikan kesejahteraan emosional kedua pihak.
- Kehilangan energi dan motivasi: Kamu jadi malas berjuang dan enggan menginvestasikan waktu serta energi untuk hubungan yang tidak memperlakukanmu dengan adil.
- Berisiko memicu depresi: Dalam jangka panjang, tumpukan stres dan rasa tertekan ini bahkan bisa membuat seseorang membutuhkan bantuan tenaga profesional untuk memulihkan kondisi mentalnya.
Baca juga: Apa Arti HTS? Ini Definisi, Penyebab, dan Tips Menghadapinya!
Terjebak Jadi Second Choice? Ini Langkah yang Bisa Kamu Ambil
Saat menyadari kamu hanya dijadikan second choice, jangan berkecil hati. Ini saatnya kamu mengambil kendali untuk melindungi perasaan dan harga dirimu lewat beberapa langkah berikut:
- Jujur dan akui perasaanmu: Berhentilah menyangkal kenyataan demi bertahan di zona nyaman. Mengakui bahwa kamu terluka adalah langkah awal untuk pulih.
- Komunikasikan secara terbuka: Coba ajak dia bicara baik-baik untuk menyampaikan apa yang kamu rasakan sekaligus memperjelas posisimu dalam hidupnya karena bisa jadi dia tidak sadar tindakannya menyakitimu.
- Tegaskan batasan diri: Lindungi kesehatan mentalmu dengan menetapkan batasan yang jelas agar kamu tidak terus-menerus dimanfaatkan secara emosional.
- Alihkan fokus untuk berkembang: Dibandingkan dengan terus memikirkan orang yang tidak memprioritaskanmu, lebih baik investasikan waktu untuk mencintai diri sendiri, melakukan hobi, dan membangun kembali rasa percaya dirimu.
Menjadi second choice memang situasi yang melelahkan karena kamu terus berjuang untuk seseorang yang tak pernah menempatkanmu sebagai prioritas. Namun, selalu ingat bahwa kamu sangat berharga dan tidak pantas hanya dijadikan cadangan. Kamu berhak untuk diprioritaskan dan mendapatkan yang terbaik!
Daripada terus menguras energi untuk orang yang salah, ini saatnya kamu fokus memanjakan dan mencintai diri sendiri. Mulai dari beli camilan favorit, perlengkapan hobi, hingga perawatan tubuh, kamu bisa menemukan segalanya dengan mudah di Shopee.
Belanja berbagai kebutuhan self care di Shopee juga lebih hemat berkat banjir promo menarik setiap hari, seperti gratis ongkir, voucher diskon, dan cashback yang bikin belanja makin hemat. Proses pembayarannya pun sangat fleksibel karena metodenya beragam, mulai dari ShopeePay, COD, transfer bank, hingga SPayLater.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, saatnya memprioritaskan dirimu dan mulai belanja di Shopee sekarang!
Baca juga: Apa Itu Effort? Ini Pengertian, Jenis, & Cara Menunjukkannya
