Apa Itu Soft Spoken? Ini Arti, Ciri Ciri, dan Caranya

soft spoken

Belakangan ini, istilah soft spoken semakin sering digunakan di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang berbicara dengan lembut dan tenang. Namun, sebenarnya apa itu soft spoken? Apakah hanya soal suara pelan, atau ada karakter tertentu yang membuat seseorang disebut seperti itu?

Secara umum, soft spoken adalah gaya berbicara yang halus, tidak kasar, dan nyaman didengar. 

Orang dengan karakter ini sering dianggap lebih kalem, sabar, dan mampu menciptakan suasana percakapan yang nyaman. Dalam artikel ini, kamu akan memahami arti, ciri-cirinya, hingga cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Soft Spoken?

Soft spoken adalah gaya berbicara yang lembut, tenang, dan tidak terdengar mengintimidasi. Namun, soft spoken bukan berarti berbicara terlalu pelan atau sulit didengar. 

Istilah ini lebih mengarah pada cara seseorang menyampaikan pesan dengan nada yang halus, pilihan kata yang sopan, dan pembawaan yang nyaman bagi lawan bicara.

Karena itu, ketika banyak orang bertanya apa itu soft spoken, jawaban sederhananya adalah kemampuan berkomunikasi dengan tenang tanpa kehilangan kejelasan dan ketegasan.

Kenapa Orang Soft Spoken Terasa Menenangkan?

Dalam komunikasi, cara berbicara sangat memengaruhi bagaimana pesan diterima. Nada suara, ritme bicara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh bisa membuat seseorang terasa nyaman atau justru tertekan saat berbicara.

Orang soft spoken biasanya memiliki nada bicara yang stabil, ritme yang tidak terburu-buru, dan ekspresi yang tidak menyerang. Hal inilah yang membuat lawan bicara lebih mudah merasa aman, dihargai, dan nyaman saat berkomunikasi.

Baca juga: Apa Itu Dry Text dalam Bahasa Gaul? Ini Penjelasannya

Ciri-Ciri Soft Spoken

Untuk mengenali apakah seseorang memiliki kebiasaan soft spoken, berikut ciri-cirinya:

1. Nada Bicara Tenang

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari orang soft spoken adalah nada bicaranya yang tenang. Mereka tidak mudah meninggikan suara hanya untuk memenangkan percakapan.

Bahkan ketika sedang berbeda pendapat, cara bicara mereka tetap terdengar terukur dan tidak meledak-ledak.

2. Memilih Kata dengan Hati-Hati

Orang soft spoken biasanya berpikir sebelum berbicara. Mereka cenderung menghindari kata-kata yang terlalu tajam, merendahkan, atau memancing konflik.

Cara berbicara seperti ini membuat komunikasi terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kejelasan isi pesan.

3. Menjadi Pendengar yang Baik

Soft spoken bukan hanya soal cara berbicara, tetapi juga kemampuan mendengarkan. Orang dengan karakter ini biasanya memberi perhatian penuh saat orang lain berbicara dan tidak terburu-buru memotong pembicaraan.

Karena merasa didengar, lawan bicara pun cenderung lebih nyaman dan terbuka.

4. Emosi Lebih Terkontrol

Orang soft spoken tetap bisa marah atau kecewa. Bedanya, mereka tidak langsung meluapkan emosi dalam bentuk serangan verbal.

Mereka lebih mampu mengelola nada suara, ekspresi, dan pilihan kata meski sedang berada dalam situasi yang tidak nyaman.

5. Bahasa Tubuh Tidak Mengintimidasi

Selain cara bicara, bahasa tubuh juga berpengaruh. Orang soft spoken biasanya memiliki gestur yang lebih santai dan tidak menunjukkan tekanan berlebihan saat berbicara. Hal ini membuat komunikasi terasa lebih hangat dan tidak menegangkan.

Apakah Soft Spoken Sama dengan Introvert?

Tidak. Soft spoken dan introvert adalah dua hal yang berbeda. Introvert merupakan tipe kepribadian yang lebih nyaman mengisi energi dengan suasana tenang atau waktu sendiri. Sementara itu, soft spoken adalah gaya komunikasi.

Artinya, seseorang bisa saja memiliki kepribadian extrovert tetapi tetap soft spoken. Sebaliknya, ada juga introvert yang terbiasa berbicara dengan tegas dan lugas.

Apakah Soft Spoken Berarti Tidak Tegas?

Banyak orang mengira soft spoken identik dengan sifat pasif atau terlalu mengalah. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Orang soft spoken tetap bisa menyampaikan pendapat dengan jelas dan tegas. Perbedaannya  hanya terletak pada cara penyampaiannya yang lebih tenang dan tidak menyerang.

Karena itu, gaya komunikasi soft spoken sebenarnya lebih dekat dengan komunikasi asertif, yaitu mampu menyampaikan pendapat tanpa merendahkan orang lain.

Cara Menjadi Soft Spoken

Jika kamu tertarik menjadi pribadi yang soft spoken, kamu bisa memulainya dengan beberapa cara di bawah ini:

1. Atur Tempo Bicara

Kalau ingin terdengar lebih lembut, jangan fokus mengecilkan suara. Yang lebih penting adalah mengatur ritme bicara agar tidak terlalu cepat atau tergesa-gesa. Berikan jeda di beberapa bagian penting agar lawan bicara lebih mudah memahami pesanmu.

2. Pilih Kata yang Lebih Nyaman Didengar

Saat ingin mengkritik atau menolak sesuatu, coba gunakan kalimat yang lebih tenang dan tidak menyerang. Contohnya, daripada berkata:

 “Kamu selalu bikin suasana jadi ribet.”

Lebih baik gunakan:

 “Aku merasa situasinya jadi lebih sulit kalau kita saling memotong pembicaraan.”

3. Latih Active Listening

Belajar mendengarkan dengan fokus juga menjadi bagian penting dari soft spoken. Mulaikah kebiasaan untuk membiarkan lawan bicara menyelesaikan kalimatnya terlebih dahulu sebelum merespons. Setelah itu, coba pahami inti pembicaraannya sebelum memberikan tanggapan.

4. Kelola Emosi Sebelum Merespons

Saat emosi sedang tinggi, nada bicara biasanya ikut berubah menjadi lebih tajam atau cepat. Karena itu, biasakan memberi jeda sejenak sebelum menjawab sesuatu, ya. Tarik napas, tenangkan diri, lalu sampaikan pendapat dengan lebih terkontrol.

5. Selaraskan Nada dan Bahasa Tubuh

Kata-kata yang sopan bisa tetap terdengar menyudutkan jika disampaikan dengan nada sinis atau ekspresi yang tajam. Jadi, kalau kami ingin terlihat soft spoken secara alami, perhatikan juga ekspresi wajah, kontak mata, dan posisi tubuh saat berbicara.

6. Mulai dari Kebiasaan Kecil

Kamu tidak perlu langsung berubah total dalam satu hari. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti membalas chat dengan lebih tenang, mengurangi nada tinggi saat kesal, atau belajar menyampaikan keberatan tanpa membentak.

Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten biasanya lebih efektif membentuk gaya komunikasi yang lembut dan nyaman.

Contoh Soft Spoken dalam Kehidupan Sehari-Hari

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Saat teman datang terlambat, orang yang agresif mungkin berkata:
“Kamu memang nggak pernah bisa tepat waktu.”

Sementara itu, orang soft spoken tetap bisa tegas dengan mengatakan:
“Aku butuh kamu kasih kabar lebih awal kalau akan telat supaya rencananya lebih jelas.”

Pesannya tetap tersampaikan, tetapi cara penyampaiannya lebih tenang dan mudah diterima.

Nah, itu dia penjelasan dari apa itu soft spoken. Cara berbicara seperti ini bisa membuat percakapan terasa lebih hangat, membantu mengurangi konflik, dan membuat orang lain merasa lebih dihargai.

Selain menjaga komunikasi tetap nyaman, kamu juga bisa menciptakan suasana hati yang lebih baik dengan memenuhi kebutuhan dan hal-hal favoritmu. Mulai dari buku pengembangan diri, skincare, perlengkapan kerja, hingga berbagai kebutuhan harian lainnya bisa kamu temukan dengan mudah di Shopee.

Biar belanja makin seru, Shopee juga menghadirkan banyak promo menarik, seperti gratis ongkir, voucher cashback, dan penawaran spesial lainnya. 

Cara bayarnya juga mudah dan sangat bervariasi, mulai dari ShopeePay, SPayLater, COD, hingga transfer bank. Jadi, kamu bisa belanja dengan lebih nyaman sekaligus hemat, deh. Yuk, cek berbagai produk di Shopee sekarang juga!

Baca juga: Arti Velocity Bahasa Gaul, Tren Viral yang Bikin FYP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *