Ibu Hamil Jangan Sepelekan Gejala Ini! Bisa Jadi Termasuk Tanda Bahaya Kehamilan

Demi kesehatan dan keselamatan sang bayi

0
6512

Saat hamil pasti ada saja keluhannya, seperti mual, pusing, bahkan sampai muntah. Namun, jangan pernah sepelekan ketidaknyamanan tersebut. Bisa jadi apa yang saat ini dirasakan sebenarnya membahayakan kehamilan.

 

Pendarahan

Di awal kehamilan, pendarahan atau flek sering terjadi karena adanya implantasi (penempelan janin).  Bila flek terjadi secara terus menerus dan menimbulkan rasa nyeri yang hebat, hal ini dapat menjadi salah satu tanda bahaya. Selain itu, bila di trimester ke tiga (di atas 28 minggu) terdapat keluar darah, baik berwarna merah segar atau  hitam, disertai rasa sakit ataupun tidak, segeralah melakukan pemeriksaan. Dikhawatirkan terjadi abrupsio plasenta  (plasenta terlepas dari dinding rahim) dan plasenta previa (kelainan letak ari-ari).

Mual dan Muntah Terus Menerus

Mual dan muntah di trimester awal (di bawah 12 minggu) sering kali terjadi akibat perubahan hormonal. Ketika mual dan muntah terus berlanjut hingga Bunda kehilangan nafsu makan, hingga mengalami dehidrasi, hal ini bisa saja Bunda mengalami hiperemesis gravidarum.

Demam

Bila ibu hamil mengalami peningkatan suhu di atas 37,5 derajat celcius, bahkan suhu tubuh mencapai 39 derajat celcius selama beberapa waktu, kondisi ini ternyata bisa membahayakan kehamilan Bunda.

Berat Badan Tidak Naik

Sudah hal yang wajar bila ibu hamil mengalami peningkatan berat badan saat hamil. Bila berat badan Bunda tidak mengalami peningkatan sama sekali saat memasuki bulan ke empat, bisa jadi hal ini merupakan pertanda bahwa pertumbuhan janin terganggu.

Gerakan Janin Berkurang

Di minggu ke 16 hingga 20,, Bunda sudah dapat merasakan gerakan pertama si kecil. Gerakan janin merupakan tanda bahwa si kecil sehat dan aktif. Jika tiba-tiba saja Bunda merasakan gerakan janin berkurang dari biasanya atau bahkan tidak merasakan pergerakannya, maka hal ini harus diwaspadai.

Bengkak di Bagian Tubuh Disertai Pusing

Kalau kaki bengkak karena aktivitas atau terlalu lama duduk, ini biasa terjadi dan untuk mengatasinya hanya perlu diistirahatkan. Sedangkan bila terdapat pembengkakan di daerah wajah dan juga tangan, disertai pusing atau sakit kepala yang hebat hingga membuat penglihatan Bunda sampai kabur, bisa jadi gejala tersebut mengarah pada komplikasi saat kehamilan yaitu preeklamsia.

Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Ketuban pecah sebelum ada tanda-tanda atau terjadi persalinan merupakan masalah krusial yang dapat mengancam kondisi janin. Bila ada cairan seperti air yang tiba-tiba keluar saat usia kehamilan masih di bawah 37 minggu, bisa jadi itu adalah ketuban yang sudah pecah terlebih dahulu.

Kelainan Letak Janin

Pada trimester awal dan kedua, janin masih terus berputar. Hingga memasuki trimester akhir, janin masih bisa berputar meski pergerakannya semakin terbatas karena ukurannya yang semakin membesar. Bila menjelang persalinan tiba posisi kepala janin masih belum masuk pintu bawah panggul, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Adapun bentuk kelainan letak janin di antaranya adalah letak sungsang (kepala janin di bagian atas rahim) dan letak lintang (letak janin melintang di dalam rahim)

Memiliki Penyakit Tertentu

Penyakit ibu saat hamil sangat berpengaruh pada kondisi dan perkembangan janin. Perlu diwaspadai bila ibu hamil memiliki penyakit seperti penyakit jantung, anemia, TBC, malaria, infeksi saluran kemih dan penyakit serius lainnya.

Image source: Public Domain Pictures

Insiwi Dela Yesa

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous article6 Model Rambut Hits yang Sesuai dengan Bentuk Wajahmu
Next articleTiba-tiba Anak Malas Sekolah? Bisa Jadi Hal Ini Penyebabnya!