Cimol termasuk salah satu camilah khas Indonesia, tepatnya Jawa Barat yang ikonik. Mengapa demikian? Sebab, jajanan ini memiliki tekstur garing di luar tetapi kenyal dan kopong (berongga) di dalamnya.
Oleh karena itu, tidak heran jika banyak yang ingin mengetahui cara membuat cimol kopong anti meledak dan kenyal sendiri di rumah. Nyatanya, hal tersebut tidak mudah dan sering kali gagal karena cimolnya meledak atau teksturnya berubah menjadi keras saat dingin.
Sebenarnya, kunci cimol antigagal terletak pada pembuatan adonan dan teknik menggorengnya. Masih bingung? Tenang! Artikel ini akan menguraikan resep cimol kopong anti meledak yang lezat. Jadi, simak sampai akhir.
Cara Membuat Cimol Kopong Anti Meledak dan Kenyal
Secara umum, cara membuat cimol kopong anti meledak dan kenyal membutuhkan teknik yang benar. Ini bisa jadi mudah bagi sebagian orang dan sebaliknya.
Nah, sebelum mulai memasak, persiapkan bahan-bahan yang diperlukan terlebih dahulu. Perhatikan pula takarannya agar cita rasa dan teksturnya pas. Adapun cara bikin cimol kopong anti meledak beserta bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
1. Bahan Membuat Cimol
Adapun bahan membuat adonan cimol adalah sebagai berikut.
- Tepung tapioka 120 gram dan tapioka 10 gram untuk “larutan/biang”.
- Air 120 ml.
- Bawang putih 2 siung (parut/haluskan).
- Daun bawang 2 batang (iris).
- Garam 1/2 sdt.
- Kaldu bubuk 1 sdt (opsional).
- Lada secukupnya.
Jika kamu tidak memiliki timbangan dapur digital untuk mengukur takaran, maka bisa menggunakan sendok sebagai alternatifnya.
Untuk patokan kasarnya, yaitu 8 sdm munjung tapioka (sisihkan 1 sdm untuk biang) dan 70–80 ml air. Apabila hasil pertama terlalu lembek atau terlalu keras, cukup koreksi sedikit untuk selanjutnya. Jadi, tidak perlu memaksa di tengah jalan dengan menambah banyak tepung/air.
2. Langkah Membuat Adonan Biang
Cara bikin cimol kopong anti meledak dan kenyal bisa diawali dengan membuat adonan yang pas. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.
- Masukkan air dan tapioka yang disisihkan, lalu bumbu (garam/kaldu/lada), bawang putih, serta daun bawang ke panci. Masak di api kecil sambil diaduk hingga berubah menjadi pasta kental. Ini penting sebab proses gelatinisasi pati membuat adonan lebih “menyatu” dan mudah dipulung.
- Ketika biang telah mengental, tuangkan ke wadah berisi tapioka kering. Aduk cepat menggunakan spatula sampai adonan berbutir dan suhu turun menjadi hangat.
- Setelah hangat, pulung dengan tangan sampai bisa dibulatkan. Sebaiknya, jangan menguleninya terlalu lama karena bisa membuat cimol menjadi alot.
- Jika adonan terlalu lengket, taburi tipis tapioka di tangan (bukan menambah banyak ke adonan).
- Kalau terlalu kering sampai retak, tambahkan sedikit air hangat (1–2 sdt terlebih dahulu), lalu pulung lagi agar adonan lentur dan halus, tetapi tidak “becek”.
- Buat bulatan ukuran kecil-sedang (sekitar 1,5–2 cm). Sebaiknya, tidak terlalu besar agar matang merata. Ini juga membantu tekanan uap di dalam tidak “mengumpul” di satu titik.
- Saat bola tidak retak, permukaannya halus, dan tidak menempel berlebihan di jari, artinya adonan siap digoreng.
Baca juga: 5 Resep Klapertart Paling Enak, Mudah Dibuat!
Teknik Menggoreng Cimol Anti Meledak
Menggoreng cimol agar tidak meledak tidak bisa sembarangan. Adapun teknik yang bisa dipraktikkan, yakni:
- Ketika minyak masih dingin atau belum dipanaskan, masukkan cimol ke dalam penggorengan perlahan. Pastikan seluruh cimol terendam.
- Setelah itu, nyalakan api paling kecil.
- Aduk pelan-pelan sejak mulai muncul gelembung.
Teknik ini dinilai efektif mengurangi potensi cimol meletup saat digoreng. Sebab, pendekatan bertahap ini membantu uap keluar perlahan dan bukan mendadak.
Api kompor bisa dinaikkan ke sedang sebentar (1-2 menit) setelah cimol mengembang dan terasa lebih ringan saat diaduk untuk mengeringkan kulit luar.
Kemudian, tiriskan di saringan supaya uap sisa tidak membuat kulit lembap. Jadi, kulit luarnya tetap “kriuk” atau renyah dan taburi bumbu sesuai selera sebelum disajikan.
Baca juga: Resep Seblak Mie yang Enak, Cara Bikinnya Gampang Banget!
Bagaimana Agar Cimol Tetap Kenyal Setelah Dingin?
Tidak bisa dipungkiri bahwa tekstur kenyal pada cimol merupakan hal yang menjadi favorit sebagian besar orang. Agar cimol tidak alot setelah dingin, maka perlu memperhatikan hal ini:
- Jangan overcook di tahap akhir karena kulit luar yang terlalu kering bisa terasa lebih keras.
- Jangan menguleni adonan cimol terlalu lama.
Ketika cimol sudah terlalu dingin, cukup hangatkan sebentar di oven atau air fryer dengan suhu sedang. Selain itu, kamu bisa menumisnya sebentar di wajan tanpa minyak yang banyak hingga hangat kembali.
Agar hasil gorengan tidak berminyak atau lembek, maka usahakan untuk meniriskan dan mengontrol api kompor dengan benar.
Itulah pemaparan informasi mengenai cara membuat cimol kopong anti meledak dan kenyal yang dapat dijadikan sebagai inspirasi. Jadi, tidak perlu bingung lagi.
Dengan resep yang pas, cimol buatanmu tentu tidak akan gagal. Sebagai alternatif, kamu juga bisa menambahkan isian di dalamnya, seperti sosis, keju, atau lainnya.
Namun, jangan terlalu padat agar tidak berpotensi menahan uap. Agar proses memasak cimol lebih maksimal, pastikan kamu memiliki stok bahan, peralatan memadai, dan bumbu untuk taburan rasa.
Jika belum ada, sebaiknya segera lengkapi kebutuhan tersebut dengan membelinya di Shopee. Shopee menyediakan koleksi produk, seperti peralatan dapur dengan kualitas terbaik.
Apalagi, harganya cukup variatif sehingga bisa disesuaikan dengan budget. Tetapi, jangan khawatir boros karena Shopee memberikan penawaran promo, seperti voucher gratis ongkir dan diskon.
Masukkan produk-produk yang kamu butuhkan ke keranjang belanja dan checkout. Jangan lupa bayar belanjaan dengan memilih metode yang tersedia, mulai dari ShopeePay, transfer bank, atau COD.
Yuk, jangan sampai ketinggalan promo spesial dan belanja kebutuhan dapur yang lebih cepat, mudah, sekaligus praktis di Shopee!
Baca juga: 10 Resep Bakwan dan Tips Membuatnya agar Renyah Tahan Lama
