Kemenkes Ganti Istilah Status Pasien Corona, Berikut Penjelasan dari Jubir Pemerintah

Simak penjelasan mengenai istilah baru kasus corona

3
2158
istilah pasien corona
Sumber foto: tempo.co

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto mengumumkan bahwa ada perubahan istilah penyebutan orang yg terkonfirmasi Positif, Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG). Istilah tersebut diubah menjadi kasus Konfirmasi, Suspek, Probable, dan Kontak Erat.

“Kita tidak lagi menggunakan definisi operasional yang ada direvisi 4 dengan istilah Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan kasus Konfirmasi. Kita akan ubah menjadi kasus Suspek, kasus Probable. Kemudian kita juga akan mendefinisikan tentang kasus Konfirmasi, kemudian Kontak Erat,” jelas Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Selasa, (14/7/2020).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Berikut penjelasan mengenai istilah baru kasus corona.

Kasus Suspek

Yurianto mengatakan ada tiga kriteria yang masuk ke dalam kasus ini.

Pertama, kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). “Di mana di dalam riwayat penyakitnya dalam 14 hari sebelum sakit, individu berasal atau tinggal di daerah yang sudah terjadi local transmision atau penularan lokal,” ujar Yurianto.

Kedua, orang yang dalam 14 hari terakhir pernah kontak dekat dengan kasus yang terkonfirmasi positif atau kontak dengan kasus Probable.

Ketiga, jika terdapat kasus ISPA yang harus dirawat di rumah sakit dan diduga bukan corona, maka kasus ini dimasukkan ke kategori Suspek.

Kasus Probable

Kasus Probable adalah penderita dengan ISPA dan diyakini bahwa kondisi tersebut karena virus corona.

“Itu bisa kita dapatkan dari gambaran rontgen paru misalnya, kita dapatkan dari hasil pemeriksaan laboratorium darah misalnya,” jelas Yurianto.

Kasus Kontak Erat

Yurianto mengatakan bahwa kondisi ini terjadi ketika melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif atau orang yang masuk kategori kasus Probable.

Kasus Konfirmasi

Orang yang masuk dalam kategori ini adalah orang yang sudah dinyatakan positif melalui konfirmasi real time PCR.

Selain mengumumkan perubahan istilah pasien corona, Yurianto juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti gunakan masker dan face shield, cuci tangan dengan sabun, sediakan hand sanitizer, serta lakukan pola hidup bersih dan sehat. Yuk, hadapi corona dengan perlengkapan ini!

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

3 COMMENTS

  1. Ini akan semakin membingungkan masyarakat saja. Saran saya gunakan istilah yg sudah ada saja dengan penjelasan tambahan.
    • Wong istilahnya saja sudah berubah yaaaa Jelasnya sudah bingung mau di bikin apalagi....cobalah klw riel apluod yang sudah sembuh itu bagaimana kog bisa sembuh .....jgn melulu yang sakit terus di tambah tambah.sudah bosen dgernya......

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleIngin Terlihat Awet Muda? Simak Tips Fashion Pria Berikut!
Next articleIstilah New Normal Direvisi Pemerintah Menjadi Adaptasi Kebiasaan Baru