Makna Dibalik 4 Kain Tradisional Indonesia Yang Memukau Dunia

Kain kreasi nusantara memang menjadi bagian dari identitas dan salah satu warisan budaya Indonesia. Beragamnya motif dari setiap daerah serta warna cantik yang melekat di setiap helainya membuat kain tradisional Indonesia tak hanya diminati oleh warga lokal, namun juga dilirik oleh mata mancanegara. Sobat Shopee, tau nggak sih kalau ternyata dibalik indahnya corak kain Indonesia tersirat makna di dalamnya? Yuk cari tahu di bawah ini!

1. Kain Tenun Sumba

Source: etniknusantara

Motif pada kain tenun Sumba umumnya dipenuhi oleh corak hewan yang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Sumba. Motif kuda pada kain Sumba menggambarkan kepemimpinan dan kejantanan, sedangkan motif ayam merujuk kepada kehidupan wanita Sumba yang senantiasa mendampingi anaknya dalam berumah tangga. Selain itu motif buaya dan kura-kura melambangkan seorang raja dan istri raja. Memang, pada zaman dahulu motif tenun ini dipakai sesuai dengan status sosial masyarakat Sumba. Ciri khas tenun Sumba asli terletak pada dua warna khasnya yaitu, merah dan biru tua. Jadi jika kamu menemukan tenun sumba dengan warna yang berbeda, mungkin saja tenun itu merupakan hasil modernisasi.

2. Kain Dayak

Ternyata dibalik indahnya kain tenun Dayak terdapat makna simbolik dan nilai kepercayaan para penenun Dayak dalam proses pembuatannya lho. Salah satu ciri khasnya adalah motif manusia pada tenun Dayak yang dikenal dengan sebutan “Mansia”. Selain itu ada juga motif naga yang melambangkan kecantikan seorang wanita, dan juga motif pakis yang menggambarkan rezeki dan kebaikan dari para dewa. Konon katanya, warna hitam pada kain tenun Dayak menunjukkan kalau pemakainya memiliki kemampuan dalam menolak sihir jahat. Ada juga kepercayaan bahwa penenun harus mendapatkan mimpi dulu sebelum mulai membuat kainnya. Kalau nggak dapat mimpi, para penenun bisa dapat halangan yang membuatnya tidak bisa menyelesaikan kain tenun Dayak. Wah ajaib ya?

3. Kain Ulos

Source: etniknusantara

Kalian yang orang Batak, pasti sudah nggak asing lagi nih sama kain yang satu ini. Yap! Kain ulos merupakan kain tenun khas Batak yang menggambarkan simbol restu, kasih sayang, dan juga identitas suku Batak. Kain yang berarti selimut ini, dulunya digunakan nenek moyang suku Batak sebagai penghangat tubuh saat tinggal di dataran tinggi. Dalam budaya Batak, terdapat aturan pemberian kain ulos yang harus dipatuhi masyarakatnya. Kain Ulos harus diberikan oleh orang yang lebih tua, misalnya dari orangtua untuk anak sebagai bentuk kasih sayang. Sebaliknya, anak tidak diperbolehkan untuk memberikan kain ulos kepada sang orang tua.

4. Kain Lurik

Kain yang satu ini berasal dari Jawa, dari kata “Lorek” yang berarti garis-garis. Kain ini memilik corak yang dianggap sakral dalam melambangkan sebuah harapan saat upacara tertentu. Misalnya, corak kluwung dengan tampilan garis lebar dan beraneka warna memiliki makna untuk menolak bala. Motif ini biasa dikenakan untuk upacara Mitoni, yaitu upacara tujuh bulan kehamilan dengan harapan sang anak yang terkandung bisa terlahir dengan selamat dan terhindar dari maut. 

Temukan beragam produk dengan motif khas nusantara di Shopee

Main Image: matorurrozaqsampang/flickr

RR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *