Membedakan Perasaan “In Love” atau “In Attachment” Dalam Menjalin Hubungan

“Love” atau “Attachment” akan memberikan representasi berbeda dalam seseorang menjalani hubungan. Saat menjalani hubungan tentu kita sudah saling berkomitmen terhadap satu sama lain, tetapi apakah kalian tahu perbedaan antara cinta (love) dan bergantung (attachment) dalam menjalani hubungan?

Seiring berjalannya waktu, kita akan saling mengenal pasangan kita, mulai dari yang awalnya malu-malu, kini sudah biasa, bahkan tak jarang kita cenderung berubah menjadi posesif atau berlebihan dalam bersikap, atau mungkin kita makin merasa bahwa pasangan kita berubah tidak seperti yang dulu?

Mungkin tidak semua dari kalian mengetahui bahwa ada perbedaan antara cinta (love) atau bergantung (attachment) dalam sebuah hubungan. Dimana hal ini terkadang membuat kita selalu akan menggarisbawahi “ini semua aku lakukan karena aku cinta sama kamu”, dan dapat berujung menjadi toxic relationship.

Pernah dengar pepatah “If you love something, set it free, if it’s comeback to you then it’s destined for you, but if it’s not, it doesn’t.

Bagaimana mengenali hubungan yang salah satu pasangannya mengalami ketergantungan? Perasaan ketergantungan akan selalu membuat kita merasa perlu untuk berada di dekat pasangan, kita merasa bahwa kita dibutuhkan olehnya, kita merasa bahwa kita mampu membantunya berubah menjadi lebih baik apapun yang terjadi, padahal kita hanya memenuhi hasrat kita untuk menjadi sosok yang “dibutuhkan”. Kita akan menjadi sosok yang “self centered” karena kita akan cenderung fokus terhadap perasaan kita sendiri yang akan menuntut untuk pasangan membahagiakan kita apapun yang terjadi.

Lalu bagaimana dengan cinta itu sendiri? Secara praktis, kita tetap menjalani hubungan bersama pasangan dan saling membuat hebat satu sama lain adalah sebuah keharusan. Namun, cinta tidak akan menuntut pasangan untuk hanya mengerti kita, cinta tidak akan menuntut 24/7 waktu dari pasangan hanya untuk kita, cinta akan membiarkan pasangan dapat berkembang baik tanpa kita. Karena cinta tidak mengekang, namun cinta itu membebaskan dan cinta akan selalu tahu kemana ia akan pulang setelah ia pergi.

Ketika berpisah, pasangan yang sudah terlanjur dengan ketergantungan akan sangat susah untuk menerima kenyataan, bahkan mungkin akan mati-matian bertahan dalam hubungan yang mulai toxic dan penuh dengan sakit hati. Ketergantungan lah yang membuat kita tidak terima dengan bagaimana orang membuat kita merasakan perasaan terbuang, kembali ke sifat attachment yang membuat kita menjadi self centered bahwa sangat penting bagaimana orang lain membuat “so it’s important how people make me feel“.

Namun jika itu cinta, maka hubungan tersebut setidaknya akan saling mendewasakan satu sama lain, penuh kasih sayang, komunikatif, dan saling pengertian.

Nah, jadi kira-kira apakah kalian mulai memasuki salah satu fase hubungan di atas?

Fithriyyah

One thought on “Membedakan Perasaan “In Love” atau “In Attachment” Dalam Menjalin Hubungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *