Membuat Makanan Bayi Sendiri? Perhatikan Hal Penting Ini, Ya, Moms!

 Tahu cara pengolahan yang benar supaya si kecil mendapatkan gizi yang optimal 

0
300
Membuat MPASI untuk bayi
Sumber: mindyourfitness.in

Selamat Moms, akhirnya si kecil sudah menginjak usia 6 bulan. Ia yang dulu hanya meminum ASI, kini sudah bisa diberikan makanan tambahan lain. Supaya bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, MPASI haruslah diolah sebaik mungkin. Nah, buat Moms yang belum pernah membuat MPASI sendiri, jangan khawatir! Catat hal-hal penting ini agar kandungan di dalam makanan tidak hilang karena diolah dengan tepat.

Pilih bahan makanan berkualitas

Moms, berkualitas nggak harus selalu mahal, ya. Yang terpenting bahan yang digunakan untuk makanan bayi adalah bahan yang segar. Itulah mengapa belanja sedikit tapi sering lebih baik, dibandingkan membeli langsung dalam jumlah yang banyak. Hal ini karena penyimpanan yang terlalu lama akan membuat kualitas dari bahan makanan semakin menurun. Selain itu, bahan seperti telur sebaiknya disajikan dalam keadaan yang matang, terutama untuk campuran MPASI.

Tekstur sesuai dengan usia

perhatikan tekstur makanan bayi
Sumber:nurturelife.com

Bayi baru mulai belajar makan makanan yang padat, Moms. Untuk itu, dalam mengenalkannya Moms tidak boleh terburu-buru. Mulailah dengan membuat makanan yang dihaluskan untuk bayi berusia 6 bulan. Lalu, perlahan Moms bisa menaikkan tekstur dari MPASI-nya. Bayi 9 bulan sudah bisa diberikan makanan lembek tapi lebih bertekstur seperti bubur. Tekstur ini akan merangsang pertumbuhan gigi, serta melatih otot-otot mulut bayi. Barulah di usia 1 tahun, si kecil bisa mengonsumsi makanan yang biasa disajikan untuk anggota keluarga yang lain.

Tidak perlu ditambahkan gula dan garam

Sama halnya dengan tekstur, bayi masih berada dalam tahap mengenal berbagai macam rasa dari makanan, seperti sayur dan buah. Oleh karena itu, Moms sebaiknya tidak memberikan gula dan garam yang berlebihan pada menu MPASI. Akan lebih baik jika MPASI dibiarkan dengan rasa natural dari bahan makananya. Jika tidak, si kecil akan menjadi terbiasa dengan rasa manis dan gurih. Ia pun akan menolak makanan yang terasa lebih hambar.

Perhatikan suhu

Perhatikan suhu MPASI
Sumber: arabnews.com

Tahukah Moms jika lidah bayi cenderung lebih sensitif dari orang dewasa? Untuk itu, Moms perlu memberikan perhatian lebih pada MPASI yang akan disajikan. Pastikan makanan bayi memiliki suhu yang tidak terlalu dingin atau panas. Kalau baru selesai dimasak, sebaiknya biarkan selama beberapa menit agar uap panas hilang. Tapi, jangan juga meniup makanannya ya, Moms, karena bakteri pada mulut bisa saja berpindah saat Moms meniupnya.

Memasak dalam porsi kecil

Moms, lambung yang dimiliki bayi tentu berukuran lebih kecil dibandingkan lambung orang dewasa. Itu sebabnya, bayi menjadi lebih mudah untuk kenyang. Hal inilah yang harus menjadi perhatian Moms. Berikan MPASI dengan porsi kecil, lalu ditambahkan secara perlahan menyesuaikan dengan usianya.  Porsi makanan bayi 6 bulan adalah sekitar 2 sampai 3 sendok makan menurut badan kesehatan dunia atau WHO. Kemudian, memasuki usia 7 bulan bayi sudah bisa diberikan makanan dengan porsi sekitar setengah dari mangkok berukuran 250 ml. Jadi, porsinya yang wajar saja ya, supaya bayi nggak kekenyangan.

Nah, supaya nggak bingung, ada baiknya jika Moms membuat perencanaan menu di awal. Buat daftar menu MPASI untuk 1 minggu ke depan, lalu tempel di dapur supaya lebih mudah untuk melihatnya. Tandai menu mana yang belum sempat dibuat dan jadikan itu sebagai menu makanan bayi selanjutnya.

Nggak tahu harus cari referensi menu makanan untuk buah hati di mana, Moms? Yuk, segera kunjungi Shopee Moms Club! Ada beragam menu MPASI yang sehat juga lezat, dijamin jadi kesukaan si kecil, deh! Kalau belum punya bahannya, belanja saja di #ShopeeDariRumah. Mudah dan nggak ribet kan?

 

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleSi Kecil Rebutan Mainan? Begini Tipsnya Agar Balita Mau Berbagi, Moms
Next articleWaspada Resiko Penyebaran Besar Virus Corona Selama New Normal