Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Aktif dalam Penyaluran Bansos

19
1259

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa kepala daerah memiliki peran penting dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak virus corona, maka ia mengimbau mereka untuk lebih aktif mengawasi penyaluran bansos agar lebih tepat sasaran.

Namun, Tito mengakui bahwa penyaluran bansos tidak mudah karena harus didistribusikan kepada warga yang jumlahnya sangat banyak. Terlebih lagi, pemerintah daerah dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa juga memberikan bantuan sesuai kemampuannya.

Dengan ini, ia menjelaskan bahwa Kemendagri telah mengupayakan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dengan mengadakan koordinasi melalui konferensi video. Koordinasi juga menyertai aparat pengawas dan penegakan hukum seperti KPK, Kejaksaan, Bareskim Polri, BPK, BPKP hingga LKKP.

Sinergi ini diperlukan agar data hingga pengaturan waktu penyaluran bansos antara pusat dan daerah bisa berjalan terpadu.

“Namun, keberhasilan eksekusi penyaluran bantuan ini sangat ditentukan oleh kemampuan manajemen dan kualitas kepemimpinan kepala daerah sebagai pemegang otoritas daerah yang lebih paham situasi daerahnya masing-masing,” Tito menegaskan.

Dengan adanya upaya pemerintah untuk melakukan koordinasi bansos yang lebih baik lagi, diharapkan penyaluran bantuan sosial kepada warga yang terdampak virus corona bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran. Mari dukung upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona dengan tetap di rumah saja. Patuhi aturan memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan menggunakan sabun. Lengkapi kebutuhan penangkal virus corona di sini.

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

19 COMMENTS

  1. Saya binggung dengan pencairan bansos untuk masyarakat yg terdampak covid-19 ini. Sudah jelas penjelasan dr pemerintah yg mendapatkan adalah masyarakat yg tidak mempunyai/mendapatkan penghasilan karena terdampak covid-19 dan yg tidak mendapat bantuan PKH, BLT atau bantuan lain tetapi penyalurannya ini malah mengacu pada data tahun 2017. Yg didepan mata tidak terlihat yg disebrang lautan terlihat jelas. Semoga semuanya sehat selalu untuk masyarakat yg terdampak ataupun (pemerintah pada umumnya supaya dapat melakukan pendataan kembali sesuai dengan realita yg ada)
  2. Saya belum mendapatkan bantuan pdahal saya sangat membutuhkan...sedangkan orang yg punya rumah, kendaraan sudah mapan dan deket sma aparat desa pda mendapatkan bantuan....sungguh tidak adil... alangkah baiknya dinsos harus trun langsung mendatanya. Trima kasih
  3. BANSOS sungguh bikin sakit jiwa, orang kaya yg serba kecukupan rumah mewah mobil punya kenapa harus dapat sedangkan saya sama rt setempat cuma diminta data saja bansos nya malah orang kaya yg mendapatkan, indonesia sungguh tdk adil,
  4. aktif untuk membantu mereka yg kaya2, yg miskin di biarkan, layanan pengaduan bansos pun tak jadi solusi. yg kaya makin kaya yg miskin makin miskin.
  5. sebagai masukan dari rakyat kecil, untuk kedepan dan mulai sekarang lebih baik dinas sosial yg mendata langsung ke rumah rumah, jangan melihat data yg di setorkan aparat, karena KKN itu tetap di akar rumput tdk bisa dianggap remeh, apalagi penerima PKH bikin sakit hati orang yg bener bener miskin
  6. Didesa saya tdk tepat sasaran yg dapet mlh yg kaya2 dan orang2 terdekat perangkat desa
  7. Mohon maaafff, untuk ktitikan nya dri masyarakat. Untuk bantuan dana pemerintah yg diberitakan ditv tdk terealisasikan didesa saya.. Tidak ada bantuan sama sekali secara merata, hingga sekarang. Harap dri pihak pemerintah mengecek kembali arus keluarnya dana yg diberikan peerintah, untuk kesejahteraan brsama, ditanya tidak ad bantuan dan sama sekali hrap dicek ya para anggota dewan

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleAnies Baswedan Resmi Larang Mudik Lokal
Next articlePanen THR dengan Shopee Tanam! Ini tipsnya supaya THRmu Subur