Mengubur Ari-ari Bayi, Hanya Sekadar Mitos atau Keperluan Medis?

Bunda pasti sudah sering mendengar tentang aturan mengubur ari-ari bayi setelah dilahirkan. Sebagian melakukannya karena tradisi dan kepercayaan, sementara sebagian lainnya mungkin hanya mengikuti perintah orang tua. Sebenarnya apakah mengubur ari-ari ini hanya mitos atau memang sudah ditentukan dalam dunia medis? Untuk mengetahui lebih lanjut, Bunda bisa membaca ulasannya berikut ini.

HANYA MITOS KAH?

Image result for baby placenta illustration

Mengubur ari-ari bayi yang baru saja dilahirkan sangat umum dilakukan oleh banyak orang. Ari-ari bayi memang begitu dihormati karena perannya yang krusial, yakni sebagai penyalur oksigen, makanan, dan nutrisi satu-satunya selama bayi berada di dalam kandungan. Bayi tidak akan bisa bertahan hidup jika tidak ada ari-ari, bahkan ari-ari juga disebut sebagai saudara bayi.

Metode penguburannya pun berbeda di setiap daerah dan kepercayaan. Seperti pada adat Jawa, ari-ari dikubur di dalam tanah bersama dengan barang yang menjadi simbol harapan, semua prosesnya pun dilakukan oleh laki-laki. Sementara pada adat Bali, ari-ari dikubur dengan memasukkannya ke dalam batok kelapa.

PANDANGAN MEDIS

Related image

Secara medis, penguburan ari-ari memang dianjurkan. Hal ini karena ari-ari merupakan organ tubuh yang tidak bisa dibuang secara sembarangan. Ari-ari akan langsung membusuk jika dibiarkan saja, sehingga dikhawatirkan ari-ari dapat menyebarkan bakteri dan bisa berbahaya bila dikonsumsi oleh hewan liar jika tidak dikubur.

Image: Cosmo Mom, CTV News, Medical News Today

AM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *