Perhatikan 4 Bahaya Menggoreng Menggunakan Minyak Jelantah

Pikirkan kembali sebelum menggoreng dengan minyak ini.

0
98

Menggoreng makanan telah menjadi bagian dari cara memasak  masyarakat Indonesia. Memang, menggoreng dapat menjadi cara praktis untuk mengolah makanan. Tak heran kalau kebanyakan jenis lauk yang kamu santap digoreng terlebih dahulu. Namun, seringkali seseorang menggoreng dengan minyak yang sama hingga  dua bahkan tiga kali.

Tak jarang, minyak yang telah menghitam pun masih digunakan untuk memasak. Nah, minyak bekas ini disebut juga dengan minyak jelantah. Walau tampak hemat dan menguntungkan, menggoreng dengan minyak jelantah berbahaya bagi kesehatan. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya!

1. Sakit tenggorokan

Risiko pertama menggunakan minyak jelantah adalah sakit tenggorokan. Tentu kamu sering mendengar atau merasakannya sendiri ketika mengkonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak bekas. Penyebab sakit tenggorokan ini tak lain adalah minyak yang telah digunakan berkali-kali. Bakteri di dalam minyak dapat menjadi penyebab rasa gatal pada tenggorokan.

2. Meningkatkan risiko kanker

Minyak bekas yang dipakai lagi menjadi salah satu sumber radikal bebas. Radikal bebas sangat berbahaya bagi tubuh karena akan menyerang sel-sel pada tubuh dan menjadi karsinogen yang menyebabkan kanker.

Dengan menggunakan minyak bekas, radikal bebas tersebut akan terserap ke dalam makanan yang digoreng dan masuk ke dalam tubuh. Semakin sering Sobat Shopee memakai minyak jelantah saat menggoreng, radikal bebas akan semakin banyak menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan mutasi gen. Hal ini menyebabkan sel dalam tubuh jadi lebih rentan berubah jadi sel kanker.

3. Serangan bakteri

Menggunakan minyak jelantah dapat menyebabkan makanan terkontaminasi bakteri. Hal ini karena minyak jelantah adalah salah satu tempat perkembangbiakan bakteri. Salah satu bakteri yang beresiko mengkontaminasi kamu adalah Clostridium botulinum yang merupakan penyebab penyakit botulisme. Untuk itu, sebaiknya hindari menggoreng dengan minyak bekas untuk mencegah infeksi bakteri pada makanan.

4. Risiko obesitas

Dengan menggunakan minyak jelantah untuk menggoreng tanpa disadari kadar kalori dan lemak trans akan terus meningkat. Terlalu banyak makan makanan yang digoreng saja dapat memunculkan risiko obesitas, apalagi menggunakan minyak jelantah. Jika sudah terserang obesitas penyakit serius lain seperti diabetes dan penyakit jantung akan bermunculan.



Ternyata, menggunakan minyak bekas pakai atau jelantah berkali-kali tidak baik untuk kesehatan. Untuk itu tetap perhatikan penggunaan minyak pada makanan dan jangan lupa untuk mengganti minyak yang sudah tidak layak digunakan ya, Sobat Shopee.

Image: money.id

Amirul Asa Bahri

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleAnak Terlalu Lama Menghisap Botol Susu? Ini Akibatnya!
Next article8 Lagu Debut Terbaik K-Pop yang Harus Kamu Dengar