Kehilangan orang tersayang memang bisa membuat seseorang rela melakukan apa saja. Namun, bagaimana jika kesempatan untuk membawa orang tersebut kembali justru membuka pintu bagi sesuatu yang tidak seharusnya hadir? Premis menyeramkan inilah yang menjadi awal teror dalam kisah Putri yang Hidup Kembali. Tak hanya menghadirkan berbagai kejadian mistis, drama ini juga menggambarkan bagaimana rasa kehilangan dapat membuat seseorang sulit membedakan harapan dan kenyataan.
Simak sinopsis Putri yang Hidup Kembali berikut untuk mengetahui awal mula teror yang menghantui Elsa dan keluarganya.
Kisah Putri yang Hidup Kembali bermula ketika Elsa sedang bepergian bersama kekasihnya, Raka. Di tengah perjalanan, Elsa berkali-kali meminta Raka untuk memperlambat laju mobil.
Sayangnya, permintaan tersebut gagal menyelamatkan mereka dari kecelakaan yang kemudian merenggut nyawa Elsa.
Kematian Elsa meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Sang ibu, Sari, belum sanggup menerima kenyataan bahwa putrinya telah tiada. Ia masih berharap Elsa akan pulang, bahkan meyakini bahwa dirinya sempat mendengar suara sang anak memanggilnya.
Begitu juga Budi, ayah Elsa, awalnya menganggap suara tersebut hanya berasal dari mimpi dan kerinduan Sari yang belum mereda.
Namun, Budi sendiri sebenarnya belum sepenuhnya melepaskan Elsa. Ia masih membayar nomor telepon putrinya setiap bulan, seolah menunggu sebuah panggilan yang mustahil datang.
Harapan kecil tersebut memperlihatkan bahwa kedua orang tua Elsa sama-sama terjebak dalam kesedihan, meskipun menunjukkan cara yang berbeda dalam menghadapinya.
Keadaan berubah ketika mereka mendengar tentang seorang dukun tua yang tinggal di pegunungan. Konon, lelaki tersebut memiliki kemampuan untuk membantu mereka bertemu kembali dengan Elsa.
Meski Budi sempat menolak karena menganggapnya sebagai tindakan gila, keinginan untuk memeluk putri mereka sekali lagi akhirnya mengalahkan rasa takut.
Dukun itu memberikan sebuah peringatan: jika Elsa berhasil kembali, mereka harus bersedia menerimanya dalam wujud apa pun. Peringatan tersebut memang terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna mengerikan yang baru dirasakan setelah ritual dimulai.
Di tengah mantra, tangisan, dan seruan untuk memanggil Elsa pulang, ritual itu tidak berjalan sesuai harapan. Meski demikian, sesuatu akhirnya mengikuti mereka kembali ke rumah.
Baca juga: 25 Film Horor Netflix Terbaik dan Terseram, Bikin Merinding!
Sekilas, kepulangan Elsa terlihat seperti jawaban atas doa Sari dan Budi. Putri yang selama ini mereka rindukan akhirnya kembali berdiri di hadapan mereka.
Sari begitu bahagia hingga berusaha mengabaikan rasa tidak nyaman yang selalu muncul, sementara Budi memilih menerima Elsa tanpa mempertanyakan perubahan dalam diri putrinya.
Sayangnya, kebahagiaan tersebut tidak bertahan dengan tenang. Elsa mulai menunjukkan perilaku yang berbeda. Caranya berbicara, menatap, dan merespons orang lain membuat Sari semakin gelisah.
Beberapa kejadian bahkan membuatnya bertanya-tanya apakah sosok yang tinggal bersama mereka benar-benar anak yang selama ini ia kenal.
Kecurigaan warga mulai muncul ketika seekor anjing milik tetangga ditemukan mati. Pemiliknya mengaku melihat Elsa membawa anjing tersebut masuk ke rumah, tetapi Sari langsung membela putrinya.
Baginya, Elsa tidak mungkin melakukan perbuatan kejam seperti itu. Tuduhan tersebut pun berubah menjadi pertengkaran karena tidak ada seorang pun yang mempunyai bukti pasti.
Belum selesai persoalan itu, warga kembali digemparkan oleh serangkaian orang hilang. Pak Rusman tidak pulang setelah berpamitan untuk menjemput istrinya. Tidak lama kemudian, Bu Indah ikut menghilang.
Raka, kekasih Elsa dulu, juga mendadak tidak dapat dihubungi. Waktu menghilangnya mereka yang berdekatan membuat kepulangan Elsa semakin sulit dianggap sebagai kebetulan.
Di sisi lain, Raka menyimpan ketakutannya sendiri. Kabar bahwa Elsa hidup kembali seharusnya membuatnya bahagia, tetapi justru menimbulkan kepanikan. Ada sesuatu tentang malam kecelakaan yang belum terungkap, dan Raka khawatir Elsa masih mengingatnya.
Bagian ini membuat Putri yang Hidup Kembali bukan sekadar tentang teror makhluk gaib, tetapi juga rahasia, rasa bersalah, dan pengkhianatan yang perlahan terungkap.
Sari semakin yakin bahwa ritual yang mereka lakukan telah membawa sesuatu yang salah. Mimpi buruk yang terus menghantuinya terlalu mengganggu dan tidak bisa diabaikan.
Ia pun mendesak Budi agar kembali menemui dukun tua di pegunungan dan mencari tahu siapa yang sebenarnya pulang bersama mereka.
Pencarian jawaban tersebut perlahan mengungkap misteri yang lebih dalam. Ternyata, sang dukun juga mempunyai masa lalu kelam yang berkaitan dengan ritual terlarang dan kehilangan anggota keluarganya.
Dari sinilah pertanyaan utama drama ini semakin kuat, apakah Elsa benar-benar berhasil dihidupkan kembali, atau ada makhluk lain yang hanya menggunakan tubuh dan kenangannya?
Jawabannya tidak mudah ditemukan karena sosok tersebut mengetahui kelemahan emosional setiap orang. Ia dapat berbicara, menangis, dan memanggil Sari serta Budi layaknya Elsa yang mereka kenal.
Kini, ancamannya justru makin besar. Orang tua Elsa harus menghadapi pilihan yang menyakitkan, yakni tetap percaya bahwa Elsa telah kembali atau menerima kenyataan bahwa kerinduan mereka ternyata dimanfaatkan oleh sang dukun. Terlebih, upaya untuk menghentikan ritual tersebut ternyata tidak mudah.
Meski bergenre horor, Putri yang Hidup Kembali juga menghadirkan konflik emosional yang kuat. Teror dalam drama ini tidak hanya muncul dari ritual dan kejadian mistis, tetapi juga dari sulitnya para tokoh menerima kehilangan.
Setiap keputusan lahir dari cinta kepada keluarga, tetapi cinta tersebut perlahan berubah menjadi ketakutan ketika mereka menyadari harga yang harus dibayar.
Lantas, siapakah sosok yang sebenarnya kembali dalam tubuh Elsa? Apa rahasia yang disembunyikan Raka tentang kecelakaan malam itu? Akankah Sari dan Budi mendapatkan kembali putri mereka, atau justru kehilangan lebih banyak hal karena keputusan tersebut?
Temukan jawabannya dengan menyaksikan seluruh episode Putri yang Hidup Kembali di Shopee Drama!
Baca juga: 13 Rekomendasi Film Horor Indonesia Paling Seram Sepanjang Masa
Entertainment