Selain Terapkan Protokol Kesehatan, Ini Cara Pelaku Wisata Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

Berikut cara pelaku wisata hadapi adaptasi kebiasaan baru

1
1171
adaptasi kebiasaan baru
Sumber foto: suarakarya.id

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan dengan ketat menjadi kunci utama untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru di industri pariwisata.

“Adaptasi yang cepat ini adalah bentuk upaya untuk mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelaku usaha parekraf dan masyarakat,” ujar Tenaga Ahli Menteri Bidang Regulasi Kemenparekraf Santi Paramita, seperti yang diberitakan Kontan.co.id, Kamis (23/7/2020).

Santi mengemukakan bahwa sangat dibutuhkan kreativitas dan adaptasi yang cepat dari pelaku usaha pariwisata ekonomi kreatif (parekraf) dan konsumen untuk menjalankan wisata yang aman dari penyebaran virus corona. Kemenparekraf telah meluncurkan handbook panduan protokol kesehatan serta memberikan jaminan kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di era adaptasi kebiasaan baru.

Ratusan pekerja dan pelaku usaha parekraf di pantai Likupang Sulawesi Utara telah melakukan aksi bersih-bersih di sekitar pantai sebagai langkah mempersiapkan diri untuk kembali beroperasional.

Seperti yang kita ketahui, tempat wisata sudah beroperasi kembali guna memulihkan ekonomi pariwisata dan menerapkan protokol kesehatan yang harus kita ikuti seperti jaga jarak, disiplin cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan selalu siapkan hand sanitizer pribadi. Yuk, hadapi adaptasi kebiasaan baru dengan membeli perlengkapannya di sini!

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

1 COMMENT

  1. Virus tuh ada d udara, mao dbersiin berapa kali pun kg bakal hilang. Cara yg efektif adalah lockdown semua terutama karena d luar tmpt wisata aja org masih ngga pake masker atau masker dbuka buka. Org yg ngga pk masker atau masker dbuka buka juga mesti dihukum berat. Dbilangin ngga bisa, didenda ngga bisa. Bilang gmn cari duit tapi punya anak banyak banyak. Makan d restoran aja masker dbuka buat ngobrol, 1 restoran menampung banyak. Buntutnya wisatawan juga ngga bisa mengunjungi negara ini, tenaga medis kerepotan jadi susah temuin vaksin, dll. Kalo kasus corona uda 1 jt lebih semoga berhasil buka usaha apapun.

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleKembali Jadi Sorotan, Kedekatan SinB GFriend dan Moonbin ASTRO Bikin Gemas!
Next articleHadapi Adaptasi Kebiasaan Baru, Gubernur Jawa Timur Minta Bank Jatim Siapkan Strategi