Selama PSBB Masa Transisi DKI, 153 Pasar Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Anies Baswedan akan memberlakukan sistem ganjil genap untuk 153 pasar tradisional mulai 15 Juni

3
5058
psbb transisi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa mulai tanggal 15 Juni akan diberlakukan sistem ganjil genap untuk 153 pasar tradisional yang terdiri dari 122 pasar pangan dan 31 pasar non-pangan. Sistem ini akan berlaku selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Sistem ganjil genap ini akan bekerja sesuai nomor kios para pedagang. Hal ini demi membatasi jumlah pedagang serta interaksi dengan para pembeli. “Kios nomor ganjil beroperasi hari ganjil. Kios nomor genap beroperasi hari tanggal genap. Dengan cara seperti itu kapasitasnya bisa terkendali.” ucapnya.

Arief Nasrudin, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, menambahkan bahwa sistem ganjil genap ini berlaku untuk semua pasar yang beroperasi di bawah Perumda Pasar Jaya. Para pedagang dan masyarakat harus menjaga jarak saat berada di pasar tradisional serta para pedagang harus menggunakan pelindung wajah (face shield) dan masker.

Semoga diterapkannya sistem ganjil genap di pasar tradisional selama PSBB transisi dapat membantu menekan penularan virus corona di tanah air. Jika terpaksa pergi keluar rumah, selalu ingat untuk menjaga jarak dan memakai masker serta rajin membersihkan dengan hand sanitizer atau sabun dan air mengalir. Yuk, belanja dari rumah untuk keperluan sehari-hari, termasuk penangkal virus corona di sini.

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

3 COMMENTS

  1. Memang pasar/toko/mall perlu mulai dibuka krn banyak jg org yg mata pencahariannya murni dr berjualan begitu. Tp memang harus extra hati2 terkait aga jarak, dan kaga kebersihan. Mungkin sudah saatnya juga pasar yang terlalu sesak direnovasi sehingga tidak terlalu sumpek. Kebiasaan jelek berdempetan dan bersenggolan dengan orang lain di tempat umum hrs ditinggalkan. Di negara maju org sudah lebih umum menghargai yg namanya "private space" ketika di tempat umum. Sama hal nya di bus/kereta dan mall, juga peelu dibiasakan jgn tll dekat sm org lain ketika sedang antri, jalan, duduk, dsb. No-Touch Sensor di tempat umum utk pintu, kran air, toilet jg bagus utk jd kebiasaaan sehari2.
  2. Baca berita Corona udh ga asik lagi. Logika aja, gmn tuh Corona ga mau nambah, kita di suruh tinggal di rmh, tapi di terapin new normal, mall di buka, tapi kita di hrs jaga jarak..
    • Nah, kalo gitu berarti jd ujian buat KESADARAN diri sendiri mbak. Mau mall dibuka, kalo orgnya SADAR DIRI ya tetep stay home. Mau mall tutup, kalo orgnya GAK SADAR DIRI, ya tetep aja ngumpul2 kayak yg main sepeda di GBK brp minggu lalu. Sama kayak prinsip "kalo udh kenyang, mau ada 10 makanan di meja ya ttp ga dimakan". Kalo udah kenyang tp tetep makan apa yg ada di meja mah namanya rakusss ?

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous article5 Inspirasi Fashion dari Kim Doyeon ‘Weki Meki’ untuk Kamu Pemilik Tubuh Tinggi
Next articleCatat! Ini Aturan New Normal Saat Isi BBM di SPBU Pertamina