Semprot Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tidak Efektif Matikan Virus Corona

disinfektan
Sejak merebaknya virus corona di Indonesia, cairan disinfektan banyak digunakan oleh masyarakat. Disinfektan ini sering digunakan masyarakat untuk sterilisasi tubuh dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh tubuh ketika ingin masuk ke suatu tempat seperti komplek perumahan, pasar hingga gedung.
Wiku Adisasmito, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penangan Covid-19, mengatakan bahwa cairan disinfektan hanya ampuh untuk membunuh virus yang menempel pada benda mati, seperti: lantai, gagang pintu atau peralatan medis.
Wiku mengatakan “Sifatnya hanya sementara. Disinfektan ini adalah senyawa kimia yang digunakan di dalam proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme, virus, bakteri pada obyek permukaan benda mati”
Dibandingkan dengan menyemprotkan seluruh tubuh dengan cairan ini, Wiku menyarankan cara yang lebih efektif untuk masyarakat, yaitu rajin mencuci tangan. Selain itu, ia juga menyarankan untuk menghindari memegang bagian wajah dan langsung mandi setelah keluar dari rumah.
Di saat seperti ini memang cara paling efektif untuk terhindar dari virus Corona adalah dengan menjaga kebersihan diri. Ayo, tetap di rumah dan #BelanjaDariRumah aja!

23 thoughts on “Semprot Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tidak Efektif Matikan Virus Corona

  1. Berpikir cerdas bos…
    Segala sesuatu itu di dunia ini
    Ada dua
    1 dampak (akibatnya)
    2.manfaat dan keuntungan nya…
    – klw lbih bnyak dampak dan kerugian besar dri manfaat nya @ jgn di kerjkan bos…
    -tpi klw lbih besar manfaat dan keuntnganya ya.. dri dampak nya.. apah salah nya kita kerjakan.. yng pting itu bgian dri usaha ihtiar kita sma2 hargai itu…usaha iktiar kurang malaj ngeyel
    klw smpai smpai kena…. klw msih hidup bnyak yng repot..
    Terutama keluarga tenaga medis msyarakat.pemerintahan…. klw meningal… tenaga kesehatan repot baru kluarga dan semua orang repot… baik klw jasad nya bs menhilang bos….

  2. Benar itu yg dikatakan admin, sangat dilarang itu karena tidak membunuh virus, contoh :

    Virus ada didalam saku krn tangan masuk ke saku, virus ada menempel di hp dalam kantomg, ada di lembarang uang dalam dompet, tab dalam tas dll…

    Belum lagi orang yg disemprot mengidap alergi, bisa gatal2, merah kulit, sesak nafas dan mungkin bisa menyebabkan kematian

    Bahkan bila disinfectan itu mengandung zat berbahaya misalkan peroksida, acid, dll

    Bayangkan seorang kurir harus kirim surat ke 50 gedung per hari, dia harus disemprot 50x, bisa2 seminggu kemudian orang itu yg mati, bukan virusnya… Virusnya msh ada di benda2 yg dibawa orang yg lewat penyemprotan itu…

    Tolong jangan salah kaprah akhirnya bisa membunuh orang lain gara2 penyemprotan yang salah kaprah seperti itu, lebih baik disinfectan digunakan untuk benda mati teritama yg sering disentuh manusia, misalkan gagang pintu, meja, kursi, gagang telfon, dll…

      1. Asal dalam lemari gk dibuka selama 12 jam, v.corona bisa mati dgn sendirinya khn ¿ ..
        Kecuali sudah masuk dalam tubuh..
        Pernah dengar beritanya gitu sich ?

  3. Alih-Alih Sterilkan Tubuh dari Covid-19, Penggunaan Bilik Desinfeksi Justru Membahayakan Kesehatan

    https://health.grid.id/read/352080685/alih-alih-sterilkan-tubuh-dari-covid-19-penggunaan-bilik-desinfeksi-justru-membahayakan-kesehatan

    Menurut WHO, bilik yang berisikan cairan desinfektan seperti alkohol, clorin, H2O2 justru membahayakan manusia hingga dua tahun ke depan (karsinogenik), dan sampai saat ini tidak ada cairan apapun yg direkomendasikan.

    Meskipun virus corona (Covid-19) tersebar, melakukan disinfeksi kota dan masyarakat bukan cara yang efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sehingga praktek penyemprotan desinfektan yang meluas dengan alkohol di udara, di jalan, kendaraan, maupun pada manusia perlu dihindari karena kandungan dalam deinfektan berpotensi membahayakan manusia.

    Tak hanya itu, RS Harapan Kita, Jakarta, juga merujuk pada WHO yang tidak menganjurkan penggunaan bilik desinfeksi untuk mensterilkan tubuh dari penyebaran Covid-19.

    Senada dengan RS Harapan Kita, komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSCM juga tidak menganjurkan menggunakan bilik desinfeksi karena tidak sesuai dengan pedoman WHO.

    Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (PERDALIN) bersama dengan Kementerian Kesehatan, juga diketahui telah membahas terkait hal ini, sehingga materi regulasi akan segera dikeluarkan.

    Dengan demikian, untuk melakukan pencegahan Covid-19 dan tetap menjaga agar tubuh senantiasa steril, kita cukup mencuci tangan dan menggunakan masker.

    Selain itu, bagi para tenaga medis selaku pihak yang merawat pasien Covid-19 secara langsung, maka dianjurkan untuk mandi dengan bersih dan mengganti pakaian yang bersih.(*)

  4. lah kan emang iya min, itu mksdnya kalo mau masuk komplek/pasar/gedung dll disiram desinfektan biar yg di bajunya mati virus nya kaliiiiiii bukan buat nyembuhin wkwkwkwk duuuh malah pengen ngakak deh baca ginian, nyesel udh ngeluangin waktu buat baca eh ternyata gitu doang

    1. Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk memberikan nasihat tentang penanganan virus Corona. Ahad tadi, Kami bertemu di sebuah minimarket di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta. Sambil ngopi, dia menyapa saya di sela-sela membaca buku tebal protokol penanganan corona Wuhan. Dokter hewan yang selama 20 tahun meneliti virus ini mengatakan berbagai pandangannya yang unik tentang virus corona.

      —-

      – Apa sebenarnya virus corona ini dan bagaimana asal mulanya?

      – Ini virus lama. Bahkan sebelum Yesus. 200 tahun sebelum masehi udah ada corona. Virus corona ini jumlahnya banyak. Setiap virus corona itu spesifik ke spesies tertentu.Ada yang buat kelelalawar, ya (menjangkiti) kelelawar aja. Ada yang buat manusia, ya manusia aja. Ada yang buat anjing, ya anjing aja.

      – Bagaimana spefifikasinya, bagaimana membedakannya?

      – Pernah lihat gambar virusnya. Virusnya bulat, ujungnya beda-beda. Duri-durinya itu (yang berbeda). Ada yang buat manusia, ya buat manusia doang. Ada yang buat kelelawar ya, kelelawar doang.

      – Jadi gak mungkin kalau dibilang makan kelelawar jadi dijangkiti virus corona?

      – Gak. Tapi kalau saya ditanya, apakah corona sama dengan covid 19 ya mirip bentuknya. Tapi kalau dari kelelawar bisa nempel ke manusia, ya jawabannya gak.

      – Berarti bukan dari kelelawar?

      – Bukan. Murni dari manusia, WHO aja bilang itu murni dari manusia.

      – Kalau dari manusia, pasti ada penyebar pertamanya…

      – Ya, penyebar pertamanya dari Wuhan sana, kenapa dia bisa muncul dari sana dan nyebar banyak, ya kita gak ngerti. Spekulasinya banyak. Cuma kalau saya ditanya sebagai orang yang sudah lama maen sama virus, apakah itu bisa dibikin supaya bisa nyebar cepat dan bisa nempel ke manusia, ya saya bilang bisa dibikin.

      – Lewat intervensi para ilmuwan?

      – Bisa. Gak akan sulit. Kalau orang yang biasa maenan virus, itu bisa. Cuma sekarang gak ada gunanya lagi kita membahas itu, wong virusnya sudah nyebar.

      – Lalu bagaimana cara menangani penyebaran virus corona yang sangat cepat ini?

      – Virusnya pake sabun hancur, pake bayclean hancur. Pake sunlight cuci piring hancur. Pakai deterjen untuk cuci baju hancur. Pakai yang buat ngepel lantai hancur.

      – Pakai cairan disinfektan yang biasa disemprot itu? Cairan itu untuk membersihkan virus atau mencegahnya?

      – Itu sama kayak kita ngepel lantai. Lantai kita pel, udah bersih kan? Nah terus ada yang datang, ya kotor lagi. Jadi
      kalau ada orang yang gejala flu, ya baiknya di rumah aja. Supaya gak ngotorin yang lain. Ntar, seminggu dua minggu dia sembuh sendiri kok dengan antibodi tubuh manusia. Setelah sembuh baru keluar.

      – Kalau keluar, apakah sudah kebal dari corona?

      – Gak. tetap bisa kena lagi. Kalau sudah kena pertama, sakit dulu seminggu. Kebal dalam waktu dua minggu. Nah kalau keluar rumah setelah itu, bisa kena lagi cuma anti bodinya sudah cepat. Bukan tujuh hari lagi, langsung sehari antibodi keluar, virusnya hilang. Karena kita udah pernah kena. Sama kayak vaksin cacar. Gak tiap bulan divaksin kan? sekali seumur hidup aja. Tujuan vaksinasi kan untuk ngenalin virus, pas sewaktu-waktu ada, langsung ngeluarin antibodi. Cara paling tepat untuk ngeluarin anti bodi ya makan vitamin E.

      – Kalau demikian mudahnya virus ini hancur, kenapa banyak yang meninggal, contohnya di Italia…

      – Kasusnya berbeda, di Italia yang meninggal itu banyak orang tua. Mereka biasanya sudah punya penyakit bawaan. Di Wuhan sekarang kan semua sembuh, bagaimana sembuhnya? ya pakai vitamin E, emang mau pakai apaan? Wong vaksin dan obatnya belum ada.

      – Sebenarnya sejak kapan virus ini masuk Indonesia?

      – Saya mengira virus ini bukan masuk pada bulan Maret. ke Indonesia, februari dia udah ada. Cuma gak kedetect. Yang kedetect baru di depok. Yang pasien 1, 2 3 itu. Akhirnya sembuh. Kalau menurut saya di populasi yang banyak kayak ini, bulan Februari udah masuk. Coba ingat-ingat lagi, apakah di bulan Februari kita pernah demam? Tanya aja sama teman-teman, ada yang kena flu biasa, biasa ada yang agak parah. Tapi kan sembuh sendiri, lima hari. Dugaan saya, ya itu covid.

      – Apakah dengan penyebaran virus ini pemerintah perlu melakukan lockdown?

      – Saya kira, gak perlu. Ngapain.

      – Bagaimana dengan Wuhan yang sukses meratakan kurva penderita covid 19 dengan melakukan lockdown?

      – Yang di Wuhan beda kasusnya. Sistem deteksi lebih bagus dari kita. Cuma lockdown di wuhan doang sumbernya. Kalau mau lockdown harus tahu sumbernya, dilockdown benar kalau tahu sumbernya. Nah sekarang kalo dibalikin ke indonesia. Coba mana yang mau dilockdown. Di Jakarta ada, di Surabaya ada, di Banjarmasin ada, Solo ada. Mau lockdown mananya?

      – Terus apa yang harus dilakukan?

      – Gak usah panik, karena kalau panik malah gak bisa apa-apa. Cukup jaga kebersihan dan banyak minum vitamin E.

      – Terakhir, prediksi Anda sebagao orang yang sudah lama berkecimpung di dunia virus, akan berapa lama situasi covid -19 ini berhenti?

      – Gak lama. Dalam dua minggu setelah ini, sudah menurun, lalu selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.