X

Mengenal Lebih Dalam Tentang Strict Parents dan Dampaknya Terhadap Anak

Yuk, cari tahu tentang strict parents di sini!

Istilah strict parents tentunya sudah tidak asing lagi saat ini. Kamu mungkin mengenal istilah tersebut dari cerita temanmu yang sulit mendapat izin dari orang tuanya. Strict parents sendiri adalah pola pengasuhan yang terkenal ketat dan penuh kedisiplinan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu pasti banyak menemukan situasi tersebut. Situasi di mana seorang anak sulit mendapat izin dan harus selalu mematuhi setiap aturan yang dibuat oleh orang tua.

Akan tetapi, apakah benar strict parents adalah mereka para orang tua yang memiliki pola asuh penuh aturan? Yuk, simak artikel ini agar kamu semakin mengenal apa itu strict parents dan juga dampaknya terhadap anak.

Baca juga: 10 Tata Krama yang Harus Diajarkan pada Anak Sejak Usia Dini

Apa Itu Strict Parents?

Secara definisi, strict parents artinya orang tua yang ketat. Melansir dari berbagai sumber, strict parents adalah sebuah pola asuh dimana orang tua memiliki standar dan tuntutan yang tinggi terhadap anak mereka.

Orang tua memang berkewajiban untuk membimbing dan mengarahkan anak kepada hal-hal baik. Namun, dalam prosesnya, terkadang banyak orang tua yang tidak sadar bahwa mereka menjadi strict parents, lho.

Standar “strict” menurut setiap orang tentunya berbeda. Namun, pada strict parents,  tuntutan dan standar tinggi itu biasanya tidak dibarengi dengan sikap terbuka dan menghargai sang anak.

Bahkan, tak jarang pola asuh ini juga disertai dengan hukuman. Misalnya, jika seorang anak tidak bisa memenuhi tuntutan dan harapan orang tua, maka anak tersebut akan mendapat hukuman sebagai konsekuensinya.

Ciri-Ciri Strict Parents

Meskipun standar “strict” berbeda-beda pada setiap orang, tetapi tetap ada beberapa hal yang membuat seseorang bisa dikatakan sebagai strict parents. Apa saja cirinya? Yuk, lihat penjelasan di bawah ini!

1. Memiliki Banyak Aturan Ketat dan Menuntut

Strict parents cenderung akan memberikan aturan ketat dengan hasil yang menuntut. Anak sebisa mungkin harus bisa mengikuti aturan dan dan memenuhi harapan orang tua. Inilah yang membuat strict parents juga sering dianggap sebagai pola asuh yang otoriter.

2. Bersikap Selalu Benar

Para orang tua dengan pola pengasuhan strict, tidak memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya. Mereka menganggap sang anak tidak perlu tahu alasan dibalik permintaan dan aturan mereka, karena apapun alasannya, orang tua selalu benar.

3. Tidak Melibatkan Anak Saat Membuat Keputusan

Karena selalu merasa benar, orang tua juga merasa tidak perlu melibatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan. Opini, emosi, dan pendapat sang anak tidak dianggap penting untuk dijadikan pertimbangan. Anak hampir tidak memiliki ruang untuk diskusi.

4. Tidak Mentolelir Kesalahan

Strict parents biasanya menggunakan hukuman sebagai cara untuk mendisiplinkan anak mereka. Jika sang anak melakukan kesalahan, para orang tua ini tidak ragu untuk menghukum.

Hukuman yang diberikan juga beragam, mulai dari hukuman verbal hingga fisik. Melalui hukuman ini, sang anak diharapkan belajar bahwa terdapat konsekuensi dalam setiap tindakan.

5. Bersikap Dingin dan Kasar

Mencatut dari berbagai sumber, ciri strict parents yang bisa terlihat adalah kurang memberikan kasih sayang kepada anak. Orang tua cenderung bersikap dingin, bahkan berkata kasar pada anak.

Menurut mereka, didikan yang keras akan menjadikan anak pribadi dan mental yang kuat.

Dampak Pola Asuh Strict Parents Terhadap Anak

Pola asuh yang ketat ini tentunya memberi banyak dampak pada anak. Tidak melulu berdampak tidak baik, pola pengasuhan ini juga ternyata memiliki dampak baik. Salah satunya adalah prestasi di bidang akademik.

Strict parents umumnya akan mendorong anak mereka untuk bekerja keras agar bisa memiliki nilai sempurna di bidang akademik. Sehingga, anak hasil didikan pola asuh strict ini kebanyakan memiliki prestasi akademik yang bagus.

Meskipun begitu, tentunya tetap ada dampak buruk terhadap anak. Beberapa di antaranya adalah anak tidak dapat berpikir mandiri, memiliki self esteem yang rendah, sering menyembunyikan emosi, memiliki sudut pandang yang sempit, hingga menjadi penakut.

Anak jadi tidak bisa mengekspresikan dirinya karena harus selalu patuh kepada orang tuanya. Selain itu, karena terbiasa dengan suasana seperti itu di dalam rumah, anak hanya memiliki pandangan benar dan salah, sebagaimana yang diperintahkan oleh orang tuanya.

Akibatnya, ketika di luar rumah, anak jadi kesulitan menerima dan memahami perspektif lain di luar yang telah diajarkan di rumah.

Maka dari itu, alangkah baiknya jika pola pengasuhan anak dilakukan secara seimbang. Sebab, aturan pada dasarnya juga perlu diterapkan untuk melatih kedisiplinan anak.

Akan tetapi, di sisi lain, orang tua juga harus senantiasa mau mendengar opini sang anak agar mereka bisa mengekspresikan diri dengan baik.

Baca juga: 5 Tips Penting Menghentikan Toxic Parents Demi Kesehatan Mental Anak

Temukan Buku Parenting Terlengkap Hanya di Shopee

Nah, Sobat Shopee, itu dia penjelasan, ciri-ciri serta dampak dari pola asuh strict parents. Semoga informasi tentang strict parents ini bisa membantu Sobat Shopee memahami pola parenting yang baik, yang bisa diterapkan kelak, ya!

Kalau kamu ingin belajar lebih banyak tentang parenting, kamu bisa, lho, menambah pengetahuan dengan membaca buku parenting. Tidak perlu repot, karena kamu bisa membelinya di Shopee Mall!

Di Shopee Mall, kamu bisa menikmati berbagai potongan harga menarik seperti diskon, cashback, hingga promo gratis ongkir. Koleksinya juga lengkap, dengan pengalaman belanja yang praktis.

Tak perlu khawatir soal kualitas dan keamanan. Sebab, semua buku di Shopee Mall dijamin original dan terjangkau. Shopee Mall juga menyediakan garansi 7 hari pengembalian jika buku yang kamu terima tidak dalam kondisi baik.

Tunggu apalagi, nih, Sobat Shopee? Yuk, segera buka Shopee dan beli buku parenting incaranmu!

Mom & Kids
Tags: parenting tipsperkembangan anakpola pengasuhan anak
1 COMMENT
Leave a Comment