Checklist Penting Sukses Jualan Online di Shopee, Mindset Termasuk Poin Signifikan!

Perjalanan membangun bisnis tentunya akan menghadapi berbagai tantangan dan kekuatan agar terus bisa berjalan maju dan berkembang. Bersama salah satu Seller Mentor Shopee sekaligus pebisnis sukses, Michael Sugiharto (Teknobie), mari kupas tuntas 5 pilar penentu kesuksesan jualan online di Shopee!

0
42
Michael Sugiharto (Teknobie)
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale

“Kamu gak mungkin bisa langsung sempurna, dan kamu akan belajar seiring berjalannya waktu, dan jangan stop, jalan terus.”

Lisan motivasi tersebut dikatakan oleh Michael Sugiharto, Seller Mentor Shopee yang telah memiliki pengalaman mengajar bisnis online di berbagai webinar dan aktif mengajar di media sosial sejak 2016. Selain memiliki bisnis yang melejit, Michael yang mengawali karirnya di bidang marketplace tersebut telah membantu 7,545 lebih pemilik bisnis agar bisa mengembangkan usaha mereka. Pada Seller Mentor Shopee Live, Michael membagikan ilmu berupa 5 pilar agar pebisnis sukses jualan online di Shopee. Mari simak rangkuman lengkapnya!

1. Atur Mindset-mu

Menurut Michael, pilar pertama yang harus diperhatikan pelaku bisnis adalah mengatur mindset. Mindset adalah program di bawah alam sadar manusia, yang akan merespons semua hal yang dihadapi di mana respons tersebut menentukan kesuksesan seseorang. “Saya ketemu banyak sekali orang, orang-orang sukses memiliki mindset yang kurang lebih sama. Begitu juga dengan orang-orang yang gagal. Kalau anda ingin sukses dalam berbisnis online, anda juga harus memiliki mindset yang sama dengan pebisnis sukses lainnya. Karena kalau mindset-nya itu benar, mindset akan membantu kita menghadapi masalah dan menyaring (filtering) tindakan yang anda ambil.”, jelas Michael.

Michael berujar, banyak orang yang terpaku terhadap hal-hal teknis, namun melupakan mengenai mindset. Padahal hal tersebut sangat mempengaruhi setiap keputusan yang menjadi salah satu hal penting untuk seorang entrepreneur. Mindset itu sendiri ada dua: mindset yang terbentuk dari kecil (pengalaman & pembelajaran di umur 1-7 tahun ) yang didapatkan dari keluarga serta hal-hal yang dilakukan secara berulang-ulang atau habit. Jika ingin mengubah mindset dan keluar dari kebiasaan keluarga, maka kita bisa membangun mindset baru dari kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang. 

Ternyata, penting lho untuk mencari orang yang kita idolakan dan sukai untuk menjadi inspirasi! Kenapa penting? Karena dengan mempunyai referensi perilaku orang lain akan mempengaruhi kita dalam membangun kebiasaan. Michael juga mengaku hobi membaca biografi orang-orang sukses dari kecil karena upaya mereka dari bawah sampai jadi sukses membuat ia bersemangat. Dari tokoh bisnis panutan yang kamu sukai, terapkan ATM, yaitu Amati, Tiru, Modifikasi. Amati pengalaman & kebiasaan mereka dengan cara baca-baca apa yang mereka lakukan saat menghadapi masalah, atau cara mereka bangkit dari sebuah masalah. Tiru, ambil bagian-bagian yang baik dan pentingnya yang bisa kamu terapkan agar sukses jualan online di Shopee, lalu modifikasi dengan menerapkan sesuai dengan keseharian & kebutuhanmu.

3 Mindset Sukses Berbisnis Online

Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale

Kalau dari Michael sendiri, mindset orang yang sukses dalam berbisnis online itu seperti apa sih? Berikut 3 poin menarik darinya:

  • Orang akan memilih produk yang bisa mengkomunikasikan dan memasarkan produk dengan baik. Barang itu dikomunikasikan dengan baik dengan cara memberikan foto, video, dan tulisan. Contohnya, membuat video cara mengoperasikan produk atau video review produk. Itu akan mendorong Pembeli untuk membeli produk tersebut sekaligus membangun kepercayaan terhadap tokomu.
  • Perlu diingat, kamu tidak diharuskan untuk menjual produk ke semua orang. Hal yang lebih diperlukan adalah mengetahui dengan jelas target pasar produkmu. 
  • You have to start small. Jangan terburu-buru, kamu bisa memulai dari menjual barang-barang yang paling kamu pahami dan berkembang seiring dengan waktu. Selangkah demi selangkah, lakukan dengan semangat dan tekun!

2. Ketahui Pasti Target Pasarmu

Setelah berbicara tentang mindset, pilar selanjutnya adalah ketahui secara pasti target pasarmu. Siapakah yang membutuhkan produkmu dan ingin membeli produkmu? Cari tahu apa yang orang butuhkan dan inginkan, cari barang/service-nya, dan jual ke target pasar tersebut. Jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu tentang produk apa yang masyarakat cari, kemudian baru mulai stok produk yang ingin dijual.

Sebagai pelaku usaha, penting untuk memahami pasar dalam bisnis yang dijalankan. Berikut adalah penjelasan dari Michael tentang implementasi strategi pemasaran STP, yaitu Segmentation, Targeting, dan Positioning.

Ketahui Pasar untuk Bisnis yang Dijalankan

  1. Pada proses identifikasi kelompok Pembeli di langkah Segmentation, Michael memberi contoh seperti, “Jika kamu ingin mengambil segmen wanita muslim seluruh Indonesia untuk menjual fashion muslim, segmen tersebut terlalu luas. Coba kerucutkan segmennya menjadi wanita muslim yang sekolah/kuliah, sehingga jadi tahu nanti menentukan ambil stok atau produksi barangnya mau seperti apa.” 
  2. Melanjutkan dari langkah sebelumnya, saat kamu sampai di proses Targeting maka pahami kebutuhan & karakteristik Pembeli yang akan kamu layani. Dari contoh segmentasi Pembeli wanita muslim yang sedang menempuh kuliah, maka ketahui kebutuhan mereka terhadap jilbab seperti apa, model jilbab seperti apa yang sesuai dengan kegiatan mereka, serta fashion style jilbab yang mereka sukai. 
  3. Pada langkah Positioning, bangun citra brand kamu yang menjadikan bisnis kamu berbeda dengan kompetitor dan diingat dalam benak Pembeli. Perhatikan posisi produk kamu di market, dan perhatikan juga level kompetitormu berpijak. 

Dari implementasi strategi pemasaran tersebut, pelaku bisnis akan mendapatkan manfaat dalam memahami pasar, mulai dari mengenali calon pembeli, memahami alasan pembelian, bisa lebih mudah untuk menjual produk. Selain strategi pemasaran, tentunya penting juga untuk Penjual dalam mengenali produk yang dijual. Yuk, cek poin selanjutnya!

3. Mengenal Produk yang Dijual

Pilar ketiga adalah mengenal dengan baik produk yang kamu jual. Michael menekankan bahwa Penjual harus bisa “lihat” dari kacamata calon Pembeli, bagaimana maksudnya? “Produk seperti apa yang Pembeli harapkan? Masalah apa yang diharapkan bisa diselesaikan melalui produk yang kamu jual? Tentukan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pasar.”, jawab Michael.

Intinya, jeli dalam melihat permasalahan yang terjadi serta penyebabnya akan menjadi bidikan sasaran masalah yang tepat untuk dijadikan peluang bisnismu. Kemudian, produk yang kamu jual harus bisa menjadi solusi atas kebutuhan Pembeli dan berikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai manfaat produkmu. Kedua poin tersebut mengantarkan pelaku bisnis untuk mengetahui 5 faktor penting dalam penentuan produk yang bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini.

5 Faktor Penting Penentuan Produk

4. Rencanakan Pelayanan Pembeli

Pilar keempat adalah merencanakan pelayanan pembeli. Maksud dari poin kali ini adalah bagaimana cara pelaku bisnis mengelola pelayanan pembeli dan selalu meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Terdapat 2 bagian dalam pelayanan Pembeli yang bisa kamu lakukan, yaitu mempersiapkan admin untuk melayani Pembeli sekaligus melatih kemampuan menjadi representatif toko serta membuat program kualitas pelayanan Pembeli dengan menyusun rencana & penggunaan fitur untuk menunjang pelayanan Pembeli.

3 Tips Tingkatkan Kualitas Pelayanan Pembeli di Shopee

Peningkatan kualitas pelayanan Pembeli tentunya harus selalu ditingkatkan dan memastikan Pembeli mendapatkan pelayanan terbaik. Berikut adalah 3 tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan aspek pelayanan Pembeli di Shopee:

  • Gunakan Fitur Chat Penjual di Seller Centre

Penjual dapat memanfaatkan filter chat yang belum dibaca sehingga mempermudah Penjual dalam melacak chat Pembeli yang belum dijawab.

  • Siapkan Auto Reply Chat

Penjual bisa mengatur pesan otomatis yang langsung ditampilkan setelah Pembeli chat tokomu. Informasi yang bisa kamu berikan melalui Auto Reply chat adalah pemberitahuan pesan telah diterima, Penjual akan segera membalas chat Pembeli, dan waktu operasional toko. Dengan begitu, Pembeli akan merasa diperhatikan dan mengurangi kemungkinan mereka segera mencari toko lain.

  • Aktifkan Fitur Asisten FAQ

Dengan mengaktifkan fitur ini, Penjual dapat menghemat waktu untuk membalas chat Pembeli karena telah memberikan daftar pertanyaan yang sering ditanyakan Pembeli sekaligus jawabannya. Contoh topik yang bisa disertakan pada Asisten FAQ adalah informasi produk dan waktu pengemasan.

5 Hal Penting agar Pembeli Nyaman di Tokomu

Tidak kalah penting, Penjual harus memperhatikan 5 hal penting agar Pembeli merasa nyaman saat berbelanja di toko. Michael menjelaskan contoh dari tiap 5 hal tersebut, “Penjual sebaiknya balas chat pembeli yang cepat, jangan 2 jam baru membalas. Kemudian gunakan kalimat yang sopan karena chat itu tidak memiliki emosi, kalau kita balasnya pendek-pendek bisa terkesan ketus. Jangan berikan pertanyaan ‘jadi beli atau nggak?’ kepada Pembeli, melainkan beri pertanyaan pilihan. Contohnya, ‘beli 1 atau 2 kak? Mau beli warna merah atau putih?’. Selanjutnya, kita harus menjadi yang terakhir dalam membalas chat, seperti ucapkan terima kasih, untuk menunjukkan kalau kita melayani dengan baik. Terakhir, ubah mindset kita dan admin bahwa kita siap membantu Pembeli untuk memecahkan masalah dan pertanyaan mereka, jadi kesannya kita tidak terlalu maksa mereka untuk membeli.”, jelas Michael lengkap.

5. Rencanakan Pemasaran

Pilar terakhir adalah rencanakan pemasaran! Tujuan pemasaran adalah merancang komunikasi yang relevan sehingga pesan tersampaikan dengan baik dengan Pembeli yang selanjutnya dapat menarik trafik dari komunikasi tersebut. Bagaimana cara menerapkan komunikasi tersebut di marketplace? “Tentukan gaya menulis, seperti di deskripsi produk. Mulai belajar copywriting skill. Berikan deskripsi seperti ngobrol dengan pembeli, tidak hanya sekedar menulis info produk. Tulisan yang menarik dan sefrekuensi bisa membuat pembeli merasa relevan dengan produk yang dijual.” jawab Michael.

Cara Menarik Traffic di Shopee

Dengan dukungan penulisan informasi produk yang ciamik, terdapat dua cara untuk menarik trafik di Shopee, yaitu secara organik dan berbayar. Untuk tipe organik, Penjual bisa menggunakan Shopee Feed, Shopee Live, Naikkan Produk, dan share produk ke media sosial. Michael mengungkapkan strategi-strategi ampuh untuk tarik trafik secara organik sebagai berikut:

  • Pada Shopee Feed, gunakan fitur Tag Produk, jelaskan fungsi produkmu sesuai bahasa yang digunakan target pasar, gunakan hashtag yang relevan, dan broadcast postinganmu dengan kesempatan 1 kali seminggu. 
  • Untuk Shopee Live, tentukan waktu & konsep live yang ingin kamu lakukan dan beritahu ke pengikut toko serta calon Pembeli, sehingga mereka jadi memiliki ekspektasi terhadap live tokomu. 
  • Naikkan Produk, maksimalkan dengan langsung menaikkan 5 produk dalam kurun waktu 4 jam sekali.
  • Pilih media sosial yang tepat dan buat variasi konten untuk tarik Pembeli, karena sharing produk ke media sosial itu it’s a must.

Sedangkan untuk menarik trafik dengan menyertakan pembayaran, Michael meyakinkan pelaku usaha lainnya bahwa anggap pemasaran yang berbayar itu sebagai investasi untuk dapatkan lebih banyak eksposur dalam waktu lebih cepat. Berikut adalah tips menarik trafik di Shopee secara berbayar:

  • Gunakan Iklan Shopee. Pilih produk yang tepat, optimalkan tampilan halaman rincian produk, hitung modal yang sesuai gunakan kata kunci yang efisien dengan mengkombinasikan kata kunci otomatis & manual, dan perhatikan durasi iklan serta pantau performa iklan yang berjalan. Michael mengatakan untuk modal iklan yang dialokasikan tidak perlu langsung besar, bisa tes ombak dengan nominal kecil, misalnya 100,000 Rupiah.
  • Ikuti campaign Shopee dengan tingkatkan performa toko untuk mendapatkan undangan dari Shopee. Rajin buka notifikasi untuk mengecek undangan dan pilih campaign dengan syarat & ketentuan yang sesuai dengan kemampuanmu. Terutama campaign angka kembar Shopee setiap bulannya yang merupakan pioneer, Michael sangat menyarankan untuk mengikuti campaign tersebut.

Checklist penting dari Michael Sugiharto (Teknobie) super lengkap ya, Sellers! Terapkan kelima pilar tersebut untuk kembangkan bisnismu dan semoga semakin sukses! Kalau kamu mau cari informasi terbaru tentang fitur dan layanan Shopee serta tips meningkatkan penjualan, langsung cek media sosial Kampus Shopee. Langsung follow Instagram Kampus Shopee, join ke Facebook Group Kampus Shopee, follow Kampus Shopee di aplikasi Shopee, dan subscribe YouTube Channel Kampus Shopee. Sampai bertemu di update selanjutnya, Sellers!

Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale
Shopee 12.12 sale