Tips Jaga Kesehatan Kulit Selama bulan Ramadhan

Perubahan kebiasaan kita selama bulan Ramadhan dapat pengaruhi kesehatan kulit, ini solusi untuk menghadapinya

0
78

Pada bulan Ramadhan, saat menjalankan ibadah puasa, sudah tentu terjadi perubahan aktivitas. Karena pola makan berubah dan siklus tidur ikut beralih, kondisi fisik akan berbeda dibandingkan saat kita tidak berpuasa.

Panasnya cuaca merupakan salah satu faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi fisik. Bagi para wanita yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan mungkin tidak akan menjadi masalah, namun bagi yang harus berada di luar ruangan, ini jelas jadi masalah!

Kulit sebagai benteng pertahanan pertama kita tentunya membutuhkan perlindungan ekstra. Ancaman radikal bebas yang ada di lingkungan dan berasal dari debu, polusi, asap kendaraan, maupun paparan sinar UVA dan UVB dapat merusak kondisi kulit. Lalu bagaimana cara kita untuk melindungi kulit dari kerusakan?

Salah satu hal yang seringkali diremehkan namun sangat bermanfaat jika dilakukan adalah rutin menggunakan tabir surya. Temukan berbagai manfaat dari tabir surya atau istilah kerennya sun screen di bawah ini:

Mengapa harus menggunakan tabir surya?

Indonesia merupakan negara tropis yang berada di katulistiwa sehingga intensitas cahaya matahari menerpa kita cukup tinggi. Oleh karena itu, risiko untuk terkena kanker kulit pun jadi sangat tinggi.

Kulit yang sering terpapar sinar matahari secara langsung dapat mengalami penuaan dini, terlebih pada saat bulan Ramadhan dimana kondisi cairan pada tubuh kita berkurang. Sel-sel kulit yang kurang terhidrasi lambat laun akan rusak, dan menyebabkan munculnya kerutan-kerutan halus serta hiperpigmentasi kulit.

Bagaimana cara pilih sunscreen yang tepat untuk kita?

Berbagai macam produk sunscreen yang di jual di pasaran memiliki nilai SPF yang berbeda-beda. Pilihlah produk sunscreen dengan tingkat SPF minimal 30, untuk amannya bisa kita cari produk dengan SPF diatas angka itu. Selain SPF, cari juga yang punya kandungan PA+++. SPF akan melindungi kulit dari efek buruk sinar UVB, dan PA akan melindungi kulit dari sinar UVA. Semakin banyak tanda + pada PA, semakin tinggi pula kemampuan untuk menangkal paparan UVA dari sinar matahari.

Selanjutnya, kita harus ketahui apakah produk yang kita pakai merupakan chemical sunscreen atau physical sunscreen. Chemical sunscreen memiliki tekstur yang lebih cair dibandingkan physical sunscreen, serta bahan aktif yang digunakan biasanya adalah aminobenzoic acid, avobenzone, cinoxate, dioxybenzone. Bahan-bahan tersebut terkadang dapat memicu alergi pada kulit yang sensitif sehingga kkulit mudah jerawatan. Sunscreen jenis ini lebih cocok digunakan orang dengan jenis kulit normal.

Bagi kalian yang memiliki kulit sensitif ataupun rentan berjerawat, lebih aman menggunakan physical sunscreen. Bahan yang terkandung dalam physical sunscreen antara lain titanium dioxide dan juga zinc dioxide, yang aman bagi segala jenis kulit.

Kalian tentu dapat dengan mudah mendapatkan kedua jenis sunscreen ini di Shopee. Contoh untuk chemical sunscreen adalah produk keluaran Emina dan Wardah, sementara untuk physical sunscreen terdapat pilihan dari H2S Suncare dan Sunnyglow.

 

Penggunaan sunscreen dapat dilakukan mulai pagi hari sebelum keluar rumah untuk beraktivitas, serta diulangi pemakaiannya setiap beberapa jam. Setelah selesai beraktivitas di luar ruangan dan sebelum tidur, bersihkan sisa kosmetik dan sunscreen dengan cara double cleansing, agar tidak meninggalkan residu di kulit. Pada tahap pertama cleansing dapat menggunakan pembersih berbahan dasar minyak, dan tahap kedua dengan mencuci muka dengan facial wash.

Selamat menjalankan ibadah puasa, dan tetap semangat beraktivitas.

 

Image: Unsplash

Serly Fuadarizka – Fuadarizkaserly