Apa Itu Avoidant? Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghadapinya!

Memahami Apa itu Avoidant

Pernah mendengar apa itu avoidant? Pola perilaku ini perlu dikenali untuk menghindari akibat rasa takut ditolak, dikritik, atau kecewa oleh orang lain.

Sikap avoidant sering disalahartikan sebagai sifat pemalu biasa atau introvert, padahal bisa menjadi bentuk pertahanan diri akibat pengalaman emosional yang kurang menyenangkan.

Jika dibiarkan, perilaku avoidant dapat memengaruhi hubungan sosial dan kondisi emosional seseorang. Lantas, apa saja ciri-ciri avoidant dan bagaimana cara menghadapinya? Simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Avoidant?

Dalam psikologi, avoidant adalah kecenderungan seseorang untuk menghindari interaksi sosial atau kedekatan emosional karena takut merasa cemas, malu, ditolak, atau merasa kecewa. 

Sikap ini biasanya muncul sebagai mekanisme pertahanan diri akibat pengalaman emosional yang kurang menyenangkan dan sering kali berkaitan dengan rasa rendah diri.

Avoidant bisa muncul sebagai pola perilaku dalam hubungan maupun sebagai gangguan kepribadian yang disebut avoidant personality disorder (AVPD). 

Berbeda dengan sifat pemalu biasa, pengidap AVPD cenderung terus menarik diri, memilih menyendiri, dan merasa takut berlebihan terhadap kritik atau penolakan dari orang lain.

Perbedaan Avoidant Attachment Style dengan Avoidant Personality Disorder (AVPD)

Banyak orang mengira sikap menghindar dalam hubungan pasti berkaitan dengan gangguan kepribadian. Padahal, avoidant attachment style dan Avoidant Personality Disorder (AVPD) adalah dua hal yang berbeda.

Avoidant attachment style lebih mengarah pada pola keterikatan emosional dalam hubungan, sedangkan AVPD merupakan gangguan kepribadian yang dapat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan seseorang. Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaannya:

Aspek Perbandingan Avoidant Attachment Style Avoidant Personality Disorder (AVPD)
Sifat Dasar Pola keterikatan emosional Gangguan kepribadian
Lingkup Dampak Umumnya terjadi dalam hubungan dekat Memengaruhi hampir semua aspek kehidupan
Fleksibilitas Masih bisa berubah dengan kesadaran diri Cenderung menetap dan lebih kompleks
Penanganan Edukasi dan terapi ringan Membutuhkan terapi profesional yang lebih intensif

Baca juga: Trust Issue: Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ciri-Ciri Perilaku Avoidant

Seseorang dengan kecenderungan avoidant biasanya lebih nyaman menjaga jarak dan menghindari kedekatan emosional dengan orang lain. Beberapa ciri yang umum terlihat antara lain:

  • Sensitif terhadap kritik dan mudah tersinggung, meskipun kritik yang diberikan sebenarnya membangun.
  • Cenderung menarik diri dan menghindari situasi yang melibatkan banyak interaksi sosial.
  • Ingin diterima oleh orang lain, tetapi takut ditolak sehingga memilih untuk menjauh.
  • Sulit membangun hubungan yang dekat dan intim karena merasa tidak nyaman dengan kedekatan emosional.
  • Sangat mandiri dan enggan bergantung pada orang lain karena merasa lebih aman saat sendirian.

Penyebab Perilaku Avoidant

Penyebab avoidant personality disorder (AVPD) hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik yang memengaruhi karakter dan kepribadian seseorang.

Selain itu, perilaku avoidant juga dapat dipicu oleh pengalaman traumatis, seperti pelecehan, pengkhianatan, kurangnya kasih sayang dari orang tua, atau perundungan. 

Pengalaman tersebut dapat membentuk mekanisme pertahanan diri yang membuat seseorang cenderung mengurangi interaksi dengan orang lain. Perlu dipahami juga bahwa perilaku avoidant berbeda dari sifat pemalu atau introvert.

Orang pemalu atau introvert biasanya akan merasa lebih nyaman seiring waktu, sedangkan seseorang dengan AVPD cenderung terus merasa tertekan dan menghindari kedekatan emosional karena dipengaruhi oleh rasa takut dan trauma.

Baca juga: Apa Itu Validasi? Ini Arti, Contoh, hingga Cara Pakainya

Cara Menghadapi Orang dengan Perilaku Avoidant

Menghadapi seseorang dengan sifat avoidant memang membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Agar hubungan tetap sehat dan nyaman, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut:

  • Gunakan komunikasi yang tenang, jujur, dan tidak menghakimi agar mereka merasa lebih aman saat berbicara.
  • Berikan ruang pribadi yang cukup agar mereka bisa memproses emosinya tanpa merasa ditekan.
  • Jaga sikap tetap konsisten karena perilaku yang stabil dapat membantu membangun rasa percaya dan nyaman.
  • Hindari berharap perubahan instan, sebab membangun kedekatan emosional membutuhkan waktu dan proses.
  • Fokus pada kualitas hubungan, bukan intensitasnya, karena pasangan avoidant biasanya lebih nyaman dengan hubungan yang tenang dan saling menghargai.

Apakah Sifat Avoidant Bisa Disembuhkan?

Pada dasarnya, sifat avoidant dapat dikelola dan dikurangi melalui pendekatan yang tepat. Namun, prosesnya membutuhkan kesadaran diri, komitmen, dan waktu yang konsisten. Beberapa cara yang dapat membantu mengatasi perilaku avoidant antara lain:

  • Terapi kognitif perilaku (CBT) membantu mengenali pola pikir yang kurang sehat terkait kedekatan emosional.
  • Konsultasi dengan psikolog agar akar masalah dapat dipahami secara aman dan terarah sekaligus membantu meningkatkan kesadaran emosional.
  • Melatih kesadaran emosi agar lebih mampu mengenali, menerima, dan memahami emosi tanpa terus menghindarinya.

Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu avoidant, mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga cara menghadapinya dengan tepat. 

Dengan memahami perilaku avoidant, kamu bisa lebih mengenali pola hubungan, emosi, dan cara berkomunikasi yang lebih sehat, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Terkait menjaga kenyamanan diri, kamu juga bisa mengupayakannya dengan melengkapi berbagai kebutuhan self-care, seperti menulis jurnal, membaca buku pengembangan diri, hingga menggunakan aromaterapi atau skincare favorit.

Tenang saja, semua kebutuhan tersebut bisa kamu temukan dengan mudah di Shopee. Apalagi, tersedia banyak promo menarik seperti gratis ongkir dan voucher cashback.

Metode pembayarannya pun fleksibel dan beragam, mulai dari ShopeePay, COD, virtual account, hingga transfer bank. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, belanja berbagai kebutuhanmu dengan praktis di Shopee sekarang juga!

Baca juga: Apa Itu Anomali? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Contohnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *