X

Apa Itu Mokel? Ini Arti, Asal kata, & Bedanya dengan Batal Puasa

Pernah mendengar istilah mokel saat bulan puasa? Bagi sebagian orang, kata ini mungkin terdengar asing, tetapi cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama anak muda. Lalu, sebenarnya apa itu mokel dan kenapa istilah ini sering muncul ketika Ramadan tiba?

Sederhananya, mokel adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktunya tanpa alasan tertentu. Meski terdengar santai dan sering dijadikan candaan, istilah ini punya makna dan asal-usul yang menarik untuk dibahas. 

Yuk, pahami lebih jauh arti mokel dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari melalui artikel berikut!

Apa Itu Mokel?

Mokel adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang membatalkan puasa sebelum waktu berbuka, biasanya dengan makan atau minum secara diam-diam. Istilah ini sangat populer saat bulan Ramadan, terutama di media sosial dan percakapan sehari-hari.

Kalau dilihat dari makna resminya, arti mokel punya dua penjelasan yang saling berkaitan. Dalam KBBI, mokel diartikan sebagai makan atau minum sebelum waktu berbuka puasa, biasanya secara sembunyi-sembunyi. 

Sementara itu, dalam KBJI (Kamus Bahasa Jawa-Indonesia), bentuk asalnya yaitu mokèl, berarti menghentikan puasa sebelum waktunya. Dari sini terlihat bahwa istilah yang populer di Indonesia saat ini sebenarnya berasal dari bahasa Jawa.

Mokel Berasal dari Bahasa Apa?

Banyak orang penasaran, sebenarnya mokel berasal dari bahasa apa? Jawabannya adalah bahasa Jawa. Istilah ini dikenal luas di wilayah Jawa Timur, terutama Malang dan sekitarnya, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai daerah melalui media sosial dan penggunaan sehari-hari.

Karena sering dipakai saat Ramadan, mokel akhirnya menjadi istilah yang terasa akrab bagi banyak orang Indonesia. Meski berasal dari bahasa daerah, penggunaannya kini sudah sangat luas dan dipahami secara nasional.

Tidak Semua Orang yang Tidak Puasa Disebut Mokel

Hal penting yang sering dilupakan adalah tidak semua orang yang tidak berpuasa bisa disebut mokel. Dalam ajaran Islam, ada kondisi tertentu yang memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seperti sakit, sedang bepergian jauh, hamil, atau kondisi lain yang membuat puasa menjadi berat.

Karena itu, orang yang berbuka karena alasan syar’i tidak tepat disamakan dengan orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan.

Baca juga: Apakah Muntah Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya!

Apakah Orang yang Mokel Harus Qadha atau Kafarat?

magnific.com/@airdone

Banyak orang bingung soal qadha puasa, fidyah, dan kafarat ketika membahas mokel. Secara umum, orang yang sengaja membatalkan puasa wajib mengganti puasanya di lain hari atau qadha.

Namun, soal kafarat tidak bisa disamaratakan. Dalam penjelasan mazhab Syafi’i yang banyak digunakan di Indonesia, kafarat biasanya berkaitan dengan hubungan suami istri di siang Ramadan, bukan sekadar makan atau minum dengan sengaja.

Karena itu, anggapan bahwa semua orang yang mokel otomatis wajib kafarat sebenarnya kurang tepat.

Istilah Lain yang Mirip dengan Mokel

Menariknya, mokel bukan satu-satunya istilah yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menyebut batal puasa sebelum waktunya. Di beberapa daerah, ada juga istilah seperti godin, budim, dan mokah.

Keberadaan berbagai istilah ini menunjukkan betapa beragamnya bahasa percakapan di Indonesia, terutama saat membahas budaya Ramadan.

Kenapa Istilah Mokel Sangat Populer?

Popularitas kata mokel sebenarnya datang dari penggunaan masyarakat sehari-hari, bukan langsung dari kamus. Istilah ini sering muncul dalam percakapan santai, meme, hingga media sosial selama Ramadan.

Karena semakin sering digunakan, akhirnya kata mokel masuk ke referensi resmi, seperti KBBI dan KBJI. Perjalanan kata ini cukup menarik karena berawal dari bahasa daerah, hidup dalam percakapan informal, lalu menjadi istilah yang dikenal luas secara nasional.

Jadi, mokel adalah istilah dari bahasa Jawa yang berarti membatalkan puasa sebelum waktunya, biasanya dengan makan atau minum secara diam-diam. Selain itu, penting juga memahami bahwa mokel berbeda dengan orang yang tidak berpuasa karena alasan syar’i atau kondisi tertentu.

Selama Ramadan, kebutuhan sehari-hari juga biasanya makin banyak, mulai dari camilan untuk berbuka, perlengkapan ibadah, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Supaya belanja jadi lebih praktis dan hemat, kamu bisa menemukannya dengan mudah lewat Shopee

Shopee juga punya banyak keuntungan yang bikin pengalaman belanja jadi lebih praktis dan hemat. Mulai dari gratis ongkir, voucher cashback, sampai berbagai promo menarik yang bisa dipakai setiap hari. 

Metode pembayarannya pun fleksibel, mulai dari ShopeePay, SPayLater, COD, hingga transfer bank. Jadi, belanja kebutuhan favorit untuk bulan puasa akan terasa makin nyaman tanpa ribet. Yuk, checkout di Shopee sekarang!

Baca juga: Ide Makanan Buka Puasa yang Praktis dan Bikin Kenyang!

Fun Read
Tags: arti