Berikut Penyesuaian Tradisi dan Ibadah Ramadan di Sejumlah Daerah Saat Pandemi Corona

Sejumlah daerah menyesuaikan tradisi dan ibadah selama Ramadaan di tengah pandemi corona

7
3032
Sumber: suara.com

Ramadhan sudah sangat dekat, namun untuk tahun ini bulan Ramadan jatuh bertepatan dengan pandemi corona di Indonesia.

Sejumlah daerah pun harus merubah peraturan hingga menyesuaikan tradisi untuk bulan Ramadhan demi mencegah penyebaran virus corona.

Di Sumedang, Tradisi Gembrong Liwet Ditiadakan

Tradisi Gembong Liwet dirayakan warga Sumedang di bulan Ramadan, biasanya tradisi ini dilakukan dengan berkumpul di lapangan dan menyantap nasi liwet bersama-sama.

Namun, karena perkumpulan massa bisa meningkatkan resiko penyebaran virus corona, tradisi tersebut untuk tahun ini terpaksa harus dihentikan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir pun mengimbau warga melakukan shalat tarawih di rumah selama pandemi corona. “Sesuai dengan arahan dari Kemenag (Kementerian Agama), kami mengajak warga untuk melaksanakan kegiatan peribadahan selama Ramadhan di rumah, termasuk shalat tarawih,” imbaunya.

Tradisi Munggahan Di Tasikmalaya Turut Ditiadakan

Bagi masyarakat Tasikmalaya, Munggahan dilakukan dengan berkumpul bersama sebelum memasuki hari pertama puasa Ramadan.

Demi mencegah penyebaran virus corona, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengumumkan bahwa tradisi Munggahan tahun ini harus ditiadakan. Ia juga mengimbau untuk tidak berkumpul massa saat menunggu puasa.

Tidak perlu Sahur On The Road

Ketentuan Pelaksanaan Ibadah dikeluarkan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berdasarkan Maklumat Nomor 443.1/1/2020.

Asip Kholbihi meminta warga untuk tidak mengadakan acara yang mengumpulkan massa seperti Sahur On The Road atau buka bersama. Ia juga mengimbau warga melakukan shalat tarawih di rumah.

Pasar Bedug Online Diadakan di Kota Jambi

Tradisi Pasar Bedug di Jambi untuk tahun ini akan diganti dengan Pasar Bedug Online demi mencegah penyebaran virus corona. Para pedagang akan didaftarkan nomor telpon dan media sosial mereka oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi (DISPERINDAG).

“Mohon maaf kepada para pedagang makanan di Kota Jambi untuk bulan Ramadan pasar bedug kita tiadakan dan akan diganti pasar bedug secara online,” ucap Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, mari jalankan ibadah Ramadhan di rumah masing-masing. Lengkapi kebutuhan persiapan buka puasa dan sahur kamu di sini.

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

7 COMMENTS

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleMinta PSBB Dievaluasi, Jokowi Menyoroti Masih Ada Aktivitas Kantor
Next articleKlub-Klub Shopee Liga 1 Resmi Potong 75 Persen Gaji Pemain