X

10 Jenis Kain yang Populer Dijadikan Bahan Pakaian, Jangan Asal Pilih!

Setiap jenis kain akan memberikan karakteristik gaya yang berbeda, loh!

Membeli pakaian secara online bukanlah hal yang mudah. Salah satu kendala yang paling sering ditemukan adalah jenis kain yang tidak sesuai harapan. Sebagai contoh, kamu membayangkan sweater yang lembut, tetapi sweater yang datang justru berbahan cukup kasar.

Oleh karena itu, sebelum membeli pakaian, apalagi secara online, Sobat Shopee perlu memperhatikan bahan kain dengan saksama. Pasalnya, setiap kain memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda, loh!

Adapun setiap bahan akan memberikan kesan yang berbeda. Misalnya, ada bahan yang bisa membuatmu terlihat lebih pendek, lebih tinggi, maupun lebih kurus.

Nah, jika masih ragu belanja online karena kita belum mengetahui jenis kain yang populer dijual di toko online, kamu wajib baca artikel ini hingga selesai!

Mengapa Pemilihan Jenis Kain Itu Penting?

Setiap pakaian tidak mungkin dibuat dari jenis kain yang sama. Coba bayangkan jika bahan jersey yang biasa dijadikan kaus olahraga tiba-tiba digunakan untuk membuat jaket musim dingin.

Tentu jaket tersebut menjadi tidak berfungsi sesuai tujuan awalnya. Jaket musim dingin yang seharusnya dibuat tebal, justru tidak bisa menghangatkan penggunanya karena terbuat dari kain tipis.

Pada dasarnya, setiap pakaian memiliki tujuan masing-masing. Ada yang khusus dibuat untuk menghangatkan badan, ada pula yang dibuat untuk keperluan musim kemarau. Ada yang dibuat kaku, tetapi ada juga yang dibuat halus dan fleksibel.

Oleh karena itu, pakaian harus dibuat menggunakan bahan kain yang tepat. Dengan demikian, setiap pakaian akan menjalankan fungsinya masing-masing dengan maksimal.

Jenis Kain yang Populer di Toko Online

1. Jenis Kain Brokat (Brocade)

Sumber: Unsplash.com

Selama ini, kain brokat kombinasi polos dikenal sebagai bahan yang digunakan untuk membuat kebaya. Padahal, lebih dari itu, jenis kain ini juga banyak digunakan pada gaun atau dress pernikahan. Hal ini karena kesan mewah dan elegan yang terpancar dari kain brokat.

Brokat berasal dari kata ‘brocato’ yang dalam bahasa Italia berarti kain yang disulam. Jenis bahan kain ini memang dibuat dengan teknik tenun sulam untuk menghasilkan detail dekorasi yang cantik, seperti motif bunga dan daun.

Umumnya, kain brokat memang terasa kasar dan gatal. Itulah mengapa biasanya ada kain lain yang melapisi brokat agar tidak langsung menyentuh kulit. Selain itu, bahan kain brokat lebih banyak digunakan pada acara formal dan resmi, bukan kegiatan sehari-hari.

2. Spandek (Lycra)

Sumber: Freepik.com

Spandek atau lycra adalah jenis kain yang mempunyai sifat elastis. Kain spandek dibuat dari bahan sintetis yang kuat. Dengan karakternya yang elastis dan lentur, kain spandek akan memberikan rasa lembut dan adem saat digunakan.

Kain spandek biasanya digunakan sebagai baju dalaman karena bahannya yang sangat tipis. Namun, kini banyak orang memanfaatkan spandek untuk membuat hijab dan gamis juga, loh! Ada pula orang yang menggabungkan spandek dengan polyester dan katun sehingga menjadi lebih tebal dan nyaman digunakan.

Spandek memiliki kualitas yang baik untuk menyerap keringat dan memantulkan kembali sinar ultraviolet.

3. Poliester (Polyester)

Sumber: Archiproducts.com

Di atas, Shopee sempat menyebutkan bahwa kain spandek sering digabungkan dengan poliester atau polyester. Memangnya, apa itu jenis kain poliester?

Pada dasarnya, polister adalah bahan kain yang sintetis tetapi tidak dapat menyerap keringat. Permukaannya pun tidak sehalus spandek dan warnanya lebih cepat pudar karena mengandung serat buatan.

Kalau berbicara soal kualitas, banyak orang menganggap kualitas kain poliester lebih rendah daripada katun. Meski demikian, polister memiliki karakter kain yang tidak mudah kusut. Harganya pun lebih murah dibandingkan jenis-jenis kain lainnya.

4. Cotton Combed

Sumber: Freepik.com

Cotton atau kain katun merupakan salah satu bahan kain yang paling populer digunakan untuk kaos oblong dan atasan. Bahan kain yang dibuat dari serat kapas alami ini memiliki tekstur yang halus, adem, dan mudah menyerap keringat. Itulah mengapa jenis kain ini sangat populer di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

Beberapa jenis cotton combed di antaranya combed 20s, 24s, dan 30s. Angka tersebut menjelaskan ketebalan dari bahan katun. Semakin tinggi angkanya, maka kain katun akan semakin tipis.

Jadi, bisa dikatakan bahwa 30s merupakan jenis cotton combed yang paling tipis.

5. Baby Terry

Sumber: Teespro.id

Kalau sering membaca spesifikasi  produk jaket atau sweater, biasanya kamu akan menemukan keterangan jenis kain baby terry.

Ya, bahan kain ini kerap digunakan untuk membuat baju tebal, seperti sweater, jumper, hoodie, atau jaket. Memiliki daya serap tinggi seperti handuk, bahan kain ini dibuat dari 80% cotton dan 20% polyester.

Beberapa jenis baby terry yang populer antara lain baby terry, terry biasa, dan french terry (terry dorr). Masing-masing memiliki kualitas yang berbeda, ya.

6. Sifon (Chiffon)

Sumber: Pinterest/Lunss Couture

Kain sifon atau chiffon adalah jenis kain yang berbahan sintetis dengan perpaduan sutra, katun, nylon, polyester, dan juga mengandung rayon. Karakter dari kain ini secara fisik sangat tipis, ringan, dan transparan.

Bahan kain ini lebih banyak pada pakaian formal, seperti atasan, dress, dan rok. Namun, karena warnanya cukup transparan, kamu perlu melapisinya dengan kain lainnya yang lebih tebal.

Adapun kain sifon juga sering dimanfaatkan sebagai pemanis pakaian, seperti syal dan ikat pinggang.

7. Wolfis (Woolpeach)

Sumber: Thetextilecentre.co.uk

Di Indonesia, jenis kain woolpeach lebih populer dengan sebutan wolfis karena lebih mudah diucapkan. Bahan kain ini terbuat dari campuran kain sutra, katun, dan tambahan serat sintetis.

Memiliki serat yang rapat dan halus, kain wolfis sangat ringan meski memiliki kategori bahan yang tebal. Biasanya kain ini digunakan dalam material bahan baju gamis, atasan, dan hijab instan.

8. Katun

Sumber: maxpixel.net

Sobat Shopee pasti sudah tidak asing mendengar nama bahan yang satu ini, bukan?

Ya, katun adalah bahan kain sejuta umat yang terbuat dari serat kapas dengan daya serap keringat yang baik. Jadi, tak heran jika banyak pakaian jadi menggunakan kain katun.

Tidak hanya memiliki daya serap keringat yang baik, kain katun juga termasuk jenis bahan yang kuat dan tahan lama.

9. Denim

Sumber: pxhere.com

Denim merupakan bahan utama dari celana jeans yang biasa kamu pakai. Penggunaan denim akan menampilkan kesan lebih muda dan stylish.

Bahan denim memiliki tekstur berat, kuat, dan tebal tetapi tetap mudah dicuci. Oleh karena karakteristiknya yang kuat, tak heran bahan denim dijadikan juga sebagai cover bantal berkualitas tinggi.

10. Satin

Sumber: pxhere.com

Jenis kain satin biasanya dijadikan bahan utama pembuatan dress, kerudung, dalaman gaun pesta, dan masih banyak lagi.

Bahan kain satu ini memiliki karakteristik yang lembut mengilap sehingga menampilkan look yang sangat mewah dan elegan.

Temukan Aneka Jenis-Jenis Kain di Shopee!

Selain 10 macam bahan di atas, ada beberapa bahan kain lain yang populer digunakan untuk pakaian, seperti jersey, bubble pop, nylon, drill, rajut, dan baloteli. Ada pula beragam kain nusantara dan kain tradisional Indonesia yang tak kalah apiknya!

Namun, perlu Sobat Shopee catat bahwa setiap macam kain akan memberikan tampilan dan kenyamanan yang berbeda. Oleh karena itu, pastikan kamu memilih kain yang tepat sesuai kebutuhanmu, ya!

Nah, jika ingin menemukan jenis kain terbaik, kamu bisa mencarinya di Shopee! Ada banyak pilihan kain yang tersedia lengkap dengan harga yang terjangkau. Ditambah lagi, ada deretan promo menarik yang sayang untuk dilewatkan, seperti cashback, diskon, dan gratis ongkir!

Jadi, tunggu apa lagi? Pilih kain yang kamu inginkan di Shopee dan langsung checkout, yuk!

Fashion
Tags: Bahan Kainfashionjenis kainkainpakaian