Kenali Sejarah Masak Nasi dari Bambu Hingga Rice Cooker

Bukan makan namanya jika belum bertemu nasi. Ungkapan ini pastinya sudah bukan hanya sekedar hipotesa lagi, mengingat hampir semua masyarakat Indonesia sudah diperkenalkan dengan nasi sebagai makanan pokok yang juga merupakan sumber karbohidrat sejak tahap tumbuh kembang.

Namun dalam artikel ini bukanlah nasi yang akan dibahas, melainkan proses memasaknya yang ternyata tak sesimpel kini dulunya. Penasaran bagaimana proses memasak nasi sebelum akhirnya memasuki era digital ini? Yuk simak selengkapnya berikut ini!

Bambu

Tanpa disangka, sebelum akhirnya beralih ke peralatan berlogam, dahulu nasi dimasak dengan menggunakan bambu. Metode memasak dengan bambu ini bisa ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, salah satu yang paling terkenal adalah lemang dari Sumatra Barat. Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dilapisi daun pisang muda, baru kemudian dipanggang di atas kayu bakar.

Dalam sebuah surat kabar yang dipublikasikan pada tahun 1852, tertulis bahwa seorang pelancong berkebangsaan Austria bernama Ida Pfeiffer pernah menelusuri pedalaman pulau Sumatra dan menemukan metode memasak nasi dengan bambu ini. Dengan bukti cetak tersebut, dapat diketahui bahwa memang metode ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu dan dipakai oleh para leluhur kita di masa lampau.

Dandang

Beralih dari metode menanak beras dengan bambu, ada pula masa dimana beras ditanak menjadi nasi dengan menggunakan dandang, yaitu alat penanak nasi yang terbuat dari logam. Lebih praktis, waktu yang dibutuhkan untuk memasak nasi dengan dandang ini jauh lebih singkat ketimbang memasak dengan bambu pula. Pada awal kemunculannya, dandan terbuat dari tembaga dan berwarna kekuningan. Seiring dengan perkembangannya, dandang kemudian berevolusi jadi terbuat dari logam lain berwarna perak.

Awal mulanya, dandang dibuat berupa tabung besar yang pada bagian tengahnya berbentuk ramping. Nasi dimasak dengan cara dikukus di atas tungku api. Sebagai penyaring beras, anyam bambu berbentuk kerucut dimasukkan ke dalam dandang dan begitu beras setengah matang, barulah anyam bambu tersebut diangkat. Sebelum melanjutkan proses masak, air dalam dandang diganti dengan air yang baru, barulah kemudian bisa kembali dimasak hingga matang sempurna.

Periuk

Setelah era dandang, munculah alat yang lebih praktis lagi bernama periuk nasi. Periuk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan dandang ataupun bambu untuk memasak nasi dengan material berupa bahan besi berdinding tebal. Meski berukuran lebih kecil dibanding pendahulunya, periuk memiliki beragam ukuran, dimulai dari ukuran untuk perorangan hingga ukuran satu keluarga.

Tak seperti dandang yang harus diganti airnya saat beras sudah setengah masak, periuk hanya perlu dijaga apinya saja agar nasi tak hangus. Biasanya beras dimasak dengan api kecil menggunakan periuk. Kelemahan dari memasak nasi dengan periuk ini adalah nasi bisa berubah jadi kerak jika telat diangkat. Aroma nasinya pun tak seharum menanak dengan dandang.

Rice Cooker

Alat penanak nasi elektrik ini pertama kali ditemukan di Jepang pada abad 20. Dengan rice cooker, menanak nasi kini tak perlu lagi bersusah ria. Cukup cuci beras, kemudian masukan beras dan air ke dalam wadah, lalu tekan tombol masak saja dan tunggu hingga matang. Tak perlu lagi takut akan nasi yang gosong, rice cooker akan secara otomatis berhenti memasak nasi dan beralih ke mode menghangatkan ketika nasi telah matang sempurna.

Kecanggihan tak berhenti sampai disitu saja, dengan penanak nasi modern ini kamu tak hanya bisa memasak nasi saja, kamu bahkan bisa memasak berbagai macam lauk dan panganan lainnya lho.

WN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *