Mitos Atau Fakta Seputar Osteoporosis Yang Wajib Kamu Ketahui

Ayo debunk mitos-mitos seputar Osteoporosis!

0
69
Mitos Fakta Osteoporosis
sumber: cdr.co.id

Osteoporosis merupakan penyakit yang menghantui jutaan orang di dunia. Faktanya, dengan pola makan dan pola hidup yang sehat, konsumsi suplemen dan terapi obat, Osteoporosis bisa dicegah. Meskipun demikian, masih banyak mitos dan kesalahpahaman tentang Osteoporosis yang beredar dan membuat kebingungan. Jadi, mana yang mitos dan mana yang fakta?

Mitos: Osteoporosis hanya menyerang perempuan

Faktanya, meski osteoporosis memang lebih banyak menyerang perempuan, pria juga tidak luput dari penyakit ini. Menurut data dari spineuniverse.com, di Amerika Serikat diperkirakan terdapat hampir 2 juta pria menderita penyakit ini dan 3 juta lainnya berisiko terjangkit. Mereka rentan mengalami patah tulang panggul, tulang belakang, pergelangan tangan, dan lainnya.

Mitos: Osteoporosis hanya menjangkiti orang-orang lanjut usia

Osteoporosis
sumber: unsplash.com

Sebetulnya, osteoporosis pada anak dan remaja tetap bisa terjadi, walau memang sangat jarang ditemukan. Berdasarkan catatan dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak-anak dapat terjangkit penyakit ini karena diakibatkan oleh penyakit lain atau penggunaan obat tertentu. Misalnya, rematik di usia muda, kelainan genetik pada tulang, diabetes, dan masih banyak lagi. Anak yang sedang menjalani pengobatan penyakit seperti kanker, epilepsi dan menggunakan obat-obatan kortikosteroid juga berisiko terjangkit penyakit ini. Malnutrisi parah juga bisa mengakibatkan osteoporosis pada anak.

Mitos: Osteoporosis hanya menyerang perempuan yang sudah menopause

Hilangnya hormon estrogen memang mengakibatkan tulang melemah. Meski begitu, ada faktor-faktor lain yang juga bisa membuat perempuan berisiko terjangkit penyakit ini, bahkan sebelum menopause. Contohnya, berat badan kurang (underweight), menderita celiac disease, memiliki siklus haid yang tidak teratur, gizi buruk, atau menggunakan oabt steroid.

Mitos: Osteoporosis pasti dialami oleh orang-orang lanjut usia

Lansia dan Osteoporosis
sumber: unsplash.com

Tubuh bungkuk, patah tulang punggung, ataupun sakit akibat tulang retak bukan kondisi yang pasti dialami semua orang lansia. Sebetulnya, jika seseorang sudah hidup sehat dari muda, risikonya untuk terjangkit penyakit ini dapat diperkecil.

Mitos: Osteoporosis tidak dapat disembuhkan

Pada umumnya, dokter-dokter mengusahakan pencegahan osteoporosis, tetapi ini tidak berarti penyakit ini tidak bisa diobati. Saat ini, berkat kemajuan medis, ada beragam obat yang dapat menguatkan dan meningkatkan kepadatan tulang. Tentunya konsumsi obat ini perlu diiringi dengan olahraga yang tepat dan konsumsi suplemen pendukung untuk mencegah kerusakan tulang.

Sobat Shopee, setelah membaca artikel di atas, tentunya kini kamu sudah mengerti mana yang mitos dan mana yang fakta seputar osteoporosis, bukan? Yang terpenting adalah pola makan yang sehat dan olahraga yang rutin agar kesehatan tubuh tetap terjaga untuk jangka panjang. Kamu juga bisa perkuat tulangmu dengan mengonsumsi CDR Fortos. Diperkaya dengan Vitamin D 400 IU dan hadir dalam rasa jeruk segar, CDR Fortos dapat menjaga kekuatan dan kepadatan tulang untuk menunjang aktivitasmu sehari-hari! Kamu bisa produk ini dengan promo spesial dari Super Brand Day Bayer, lho. Promo Super Brand Day Bayer akan berlangsung mulai tanggal 21 Januari sampai 23 Januari saja. Sst, ada exclusive bundle pack dan kesempatan untuk memenangkan trip ke Korea, lho. Yuk, belanja sekarang!

NEWSLETTER

Mau dapat lebih banyak inspirasi dari Shopee? Yuk, sign up ke newsletter kami!

LEAVE A COMMENT

Please enter your comment!
Please enter your name here

Previous articleHonor Magic Watch 2 42mm Akan Segera Rilis di Shopee, Begini Spesifikasinya!
Next articleTidak Hanya Asap Kendaraan, Ini Pentingnya Waspadai Polusi Dalam Ruangan Kantor