Moms, Jangan Panik! Atasi Tantrum pada Anak dengan Cara Ini

Tips atasi tantrum anak

Moms, pernahkah si kecil menangis kencang, menjerit dan berguling, bahkan sampai melemparkan barang? Ya, inilah yang dinamakan tantrum. Tantrum pada dasarnya wajar dialami anak, terutama pada balita dengan usia 1 sampai 4 tahun. Tapi, nggak bisa dipungkiri jika hal ini membuat orang tua cukup kewalahan, apalagi saat berada di tempat umum. Lalu, apa yang sebaiknya Moms dan Ayah lakukan, ya?

Cari tahu penyebabnya

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tantrum. Mulai dari lapar, lelah, bosan, sampai tidak terpenuhinya suatu keinginan, Moms. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua mengenali penyebabnya. Sehingga Ayah dan Moms lebih mudah dalam mengatasi dan dapat mencegah sebelum hal tersebut terjadi.

Berikan pelukan hangat

Alih-alih memarahi dan membentak si kecil, Moms dapat memberikannya pelukan yang hangat. Ya, pelukan membawa efek yang luar biasa dalam meredakan amarah anak. Anak akan merasa aman karena tahu ia memiliki seseorang yang peduli, yaitu Moms, sebagai tempat untuk mengeluarkan perasaannya.

Tunjukkan empati

Tunjukkan empati saat anak tantrum
Sumber: klikdokter.com

Tantrum menjadi cara bagi buah hati untuk mengeluarkan emosinya. Untuk itu, coba dengarkan dan pahami perasaan anak ya, Moms. Bantu anak untuk mengenali apa yang dirasakan, apakah ia sedih, kecewa, atau marah? Hindari juga meremehkan perasaan anak, meski hal tersebut terkesan remeh bagi orang dewasa. Misalnya dengan mengatakan “Nggak apa-apa, gitu aja kok nangis?” Sebab, perasaan sedih dan frustasinya saat itu terasa sangat nyata bagi balita seusianya.

Ajak si kecil bicara

Saat tantrum anak mulai mereda, Moms dapat mengajaknya bicara. Ajarkan si kecil untuk mulai mengkomunikasikan perasaan dan keinginannya. Hal ini karena orang lain, termasuk Ayah dan Moms tidak selalu mengerti dan paham atas apa yang sebenarnya ia rasakan. Sampaikan juga bahwa ada cara lain untuk mengungkapkan rasa marah dan kecewa, tidak selalu dengan menangis kencang dan melemparkan barang.

Jangan langsung respons keinginan anak

Saat Moms mengetahui tantrum terjadi karena ada keinginannya yang tidak terpenuhi, ingat untuk tidak langsung menurutinya, ya. Sebagai contoh, saat anak tiba-tiba menangis karena tidak dibelikan mainan. Jangan serta-merta Ayah dan Moms langsung membelikannya agar anak diam. Si kecil jadi tidak belajar dan bahkan akan mengulangi hal yang sama, yaitu dengan berteriak dan marah, agar keinginannya bisa dipenuhi.  

Mengatasi tantrum pada anak memang membutuhkan kesabaran ekstra, Moms. Orang tua harus tenang, agar tidak ikut terbawa emosi saat amarah anak semakin menjadi-jadi. Sebab, dengan penanganan yang tepat, tantrum bisa menjadi momen untuk anak belajar mengendalikan serta menyampaikan perasaannya dengan cara yang tepat juga.

Nah, Moms, beragam info seputar parenting lainnya bisa dibaca di halaman Shopee Moms Club. Ada juga beragam promo dan penawaran spesial untuk kebutuhan ibu dan anak, lho. Jangan sampai ketinggalan, ya, segera akses #ShopeeDariRumah!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *