X

Ini Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi, Jangan Sampai Salah!

Di dunia literasi, buku biasanya dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu fiksi dan non fiksi. Antara buku yang menceritakan kejadian seru dan buku yang menginformasikan wawasan baru, keduanya mengarah pada jenis yang berbeda, lho.

Bagi Sobat Shopee yang mengaku gemar membaca, sudahkah paham apa saja perbedaan buku fiksi dan non fiksi? Artikel ini akan mengajakmu memahami perbedaan keduanya dan mengenali contoh buku fiksi dan non fiksi. Simak sampai tuntas!

Perbedaan Buku Fiksi dan Non Fiksi

Berikut ini sejumlah perbedaan buku fiksi dan non fiksi dilihat dari beberapa aspek:

1. Dilihat dari Tujuan

Aspek pembeda yang pertama adalah tujuan. Tujuan dibuatnya buku fiksi adalah untuk menghibur, menyentuh emosi pembaca, dan mengajak mereka terhanyut dalam cerita.

Adapun tujuan buku non fiksi adalah menginformasikan temuan baru atau menyempurnakan temuan sebelumnya. Jadi, goal dari buku non fiksi adalah mengedukasi atau membuat seseorang mengetahui informasi tertentu. 

2. Dilihat dari Isi

Aspek pembeda selanjutnya adalah kandungan atau isi. Seperti namanya, buku fiksi menyajikan cerita fiktif yang tidak berasal dari kisah nyata. Dalam menyusun cerita, penulis menggunakan imajinasi sehingga kebenarannya cenderung bersifat relatif. Namun, pembaca dapat mengambil pesan moral dari cerita tersebut.

Di sisi lain, buku non fiksi berisi informasi yang disusun berdasarkan data atau kejadian nyata. Umumnya, penulis melakukan riset atau kajian ilmiah guna mengumpulkan data yang memadai sehingga kebenarannya bersifat objektif.

3. Dilihat dari Penggunaan Bahasa

Jika ditinjau dari bahasa, buku fiksi umumnya menggunakan bahasa santai dan konotatif (bermakna kiasan). Hal ini bertujuan untuk menghidupkan cerita dan mengembangkan imajinasi pembaca.

Berbeda dengan buku non fiksi yang umumnya menggunakan bahasa formal dan denotatif (bermakna sebenarnya). Bahasa ini dipilih agar pembaca dapat memahami maksud tulisan dengan lebih mudah sehingga mencegah multitafsir.

4. Dilihat dari Sistematika Penulisan

Perbedaan buku fiksi dan non fiksi juga dapat ditinjau dari sistematika tulisannya. Dalam pembuatan buku fiksi, tidak ada sistematika atau aturan baku yang mengikat. Namun, bukan berarti tidak ada pola sama sekali.

Sebagian besar karya fiksi menggunakan struktur naratif yang dimulai dari pengenalan karakter, lalu kemunculan konflik, klimaks, dan ditutup dengan penyelesaian konflik.

Sementara itu, penulisan buku non fiksi umumnya mengikuti struktur yang sistematis, utamanya dalam bentuk tulisan ilmiah populer. Umumnya, struktur buku non fiksi terdiri dari pengantar, pendahuluan, bab utama, data dan bukti, kesimpulan, referensi, serta lampiran.

Baca juga: Book Lovers, Coba Bikin Pojok Baca Cantik Ini di Rumah Kamu

Contoh Buku Fiksi

Setelah memahami ciri-ciri buku fiksi di penjelasan sebelumnya, yuk kenali juga contoh-contohnya di bawah ini:

1. Novel

Novel adalah karangan prosa panjang yang berisi rangkaian cerita kehidupan seseorang serta interaksinya dengan orang sekitar. Novel memiliki sekitar 35.000 kata dan tersusun dalam 400 halaman.

Di dalam novel, terdapat banyak tokoh dan plot yang cukup kompleks sehingga biasanya tidak bisa dibaca dalam sekali duduk. Di antara buku yang termasuk novel adalah Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi, dan Dilan 1990 karya Pidi Baiq.

2. Cerita Pendek (Cerpen)

Contoh buku fiksi yang kedua adalah cerpen, sebuah prosa pendek yang menampilkan imajinasi penulis dan disusun dengan gaya bahasa padat. Jumlah katanya tidak lebih dari 10.000 kata sehingga dapat diselesaikan dalam sekali duduk.

Beberapa contoh cerpen yang cukup populer adalah Cinta Laki-Laki Biasa karya Asma Nadia, Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, dan Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari.

3. Fabel

Fabel merupakan cerita fiksi yang menggambarkan watak manusia, tetapi diwakilkan oleh tokoh binatang. Fabel sering kali disebut cerita moral karena mengandung pesan yang berhubungan erat dengan moral.

Saat masih kanak-kanak, kamu mungkin sering membaca fabel populer seperti Tupai yang Sombong, Si Kancil dan Buaya, atau Gajah dan Semut.

4. Legenda

Jika kamu pernah mendengar cerita Tangkuban Perahu, Sangkuriang, atau Roro Jonggrang, itulah contoh legenda.

Legenda merupakan cerita rakyat yang menggambarkan kejadian tertentu dan berkaitan dengan sejarah atau mitos di masyarakat. Tak jarang, legenda memasukkan elemen fantasi atau supranatural yang tidak bisa dinalar, seperti tenaga dalam dan kesaktian benda tertentu.

5. Komik

Di antara beberapa contoh buku fiksi, komik adalah salah satu yang paling unik, terutama dari segi medium penyampaian ceritanya. Komik mengandalkan gambar sebagai elemen utama. Urutan waktu dan peristiwanya disusun dalam bingkai-bingkai, sedangkan percakapan antartokoh ditulis dalam balon kata.

Beberapa contoh komik yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia adalah Si Buta dari Gua Hantu, Si Juki, dan Detective Conan.

Baca juga: Nostalgia, Ini 5 Komik Favorit Anak 90-an, Kamu Masih Punya?

Contoh Buku Non Fiksi

Berbeda dengan buku fiksi, berikut ini adalah beberapa contoh buku non fiksi yang perlu kamu ketahui:

1. Biografi

Biografi merupakan buku yang menceritakan riwayat hidup seseorang, baik pahlawan maupun tokoh berpengaruh lainnya. Buku biografi disusun untuk merekam peristiwa penting dalam kehidupan seorang tokoh yang dianggap bisa menginspirasi pembaca.

Beberapa buku biografi dari tokoh terkenal yang menarik untuk dibaca antara lain Dunia Batin Buya Hamka dan Pesawat Habibie: Sayap-Sayap Mimpi Indonesia.

2. Ensiklopedia

Ensiklopedia adalah buku rujukan yang berisi informasi mengenai cabang ilmu pengetahuan tertentu. Umumnya, ensiklopedia menyertakan gambar agar lebih mudah dipahami oleh pembaca dan tiap topiknya dibahas secara urut berdasarkan abjad.

Beberapa contoh ensiklopedia populer yang bisa menambah koleksi buku bacaanmu yaitu Ensiklopedia Dunia Hewan, Ensiklopedia Alam Sekitar, dan Ensiklopedia Geografi.

3. Buku Motivasi

Seperti namanya, buku motivasi ditulis untuk membangkitkan motivasi atau semangat pembacanya. Buku ini berisi ide, pandangan hidup, dan strategi yang diharapkan bisa membantu pembaca mencapai keberhasilan dalam aspek tertentu.

Topik buku ini sangat beragam, mulai dari pengelolaan waktu, self-improvement, hingga manajemen stres. Beberapa buku motivasi populer yang berisi solusi praktis dan layak kamu baca adalah Atomic Habits karya James Clear dan Seni Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson.

4. Buku Literatur

Buku literatur berisi teori-teori yang digunakan sebagai rujukan kajian keilmuan. Buku ini umumnya ditulis oleh peneliti atau dosen dan sering melibatkan penelitian terlebih dahulu. Beberapa buku non fiksi yang termasuk literatur adalah skripsi, disertasi, majalah ilmiah, dan laporan penelitian.

5. Buku Panduan atau Petunjuk

Buku non fiksi yang satu ini berisi instruksi atau prosedur untuk melakukan sesuatu. Fungsinya sebagai sumber informasi praktis bagi pembaca. Buku panduan bisa mencakup beragam topik, di antaranya resep masakan, perawatan, hingga penggunaan alat.

Temukan Buku Fiksi dan Non Fiksi Populer di Shopee

Perbedaan buku fiksi dan non fiksi membuat keduanya penting dalam memperkaya sudut pandang. Jadi, kamu perlu seimbang dalam “mengonsumsi” keduanya. Selagi disesuaikan dengan minat dan kebutuhan, manfaat yang diperoleh tentu akan optimal.

Jika kamu mencari buku bacaan dengan topik beragam dan harga terjangkau, Shopee adalah tempat yang tepat.

Di Shopee, tersedia berbagai promo menarik, mulai dari voucher gratis ongkir, cashback, hingga diskon barang. Dengan promo-promo ini, kamu bisa borong banyak buku dengan biaya lebih terjangkau.

Tersedia berbagai metode pembayaran yang mempermudah pengalaman berbelanja, di antaranya transfer bank, ShopeePay, dan COD (Cash On Delivery).

Penasaran, ada buku apa saja di Shopee? Yuk, langsung kunjungi marketplace Shopee dan temukan buku fiksi atau non fiksi incaranmu!

Baca juga: 5 Cara Merawat Buku Kesayangan Agar Tidak Cepat Rusak

Fun Read
Tags: buku